KEGIATAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST
KELAS VII SEMESTER 2
MTs N TUMPANG KAB. MALANG
Disusun untuk memenuhi tugas
Praktek Kerja Lapangan Integratif (PKLI)
Oleh:
M IMRON ROSADI
07110102
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
MARET 2011
LEMBAR PERSETUJUAN PELAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Laporan Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran AL-QUR’AN HADIST kelas VII MTsN TUMPANG kab. Malang oleh M.IMRON ROSADI (07110102) ini telah diperiksa dan disetujui untuk dilaporkan.
TUMPANG, 22 Maret 2011
Guru Pamong
Fathonah sulistyowati, S.Pd.I
NIP. 19706142000032002
Tumpang, 22 Maret 2011
Kepala MTs N TUMPANG
Hj.Siti Hamidah,M.Ag
NIP. 195908141986032002
Tumpang, 22 Maret 2011
Dosen Pembimbing Lapangan
M . Amin N,M.A
NIP. 197501232003121003
KATA PENGANTAR
Selama manusia masih bisa bernafas, maka ungkapan syukur harus selalu dipanjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya Dia yang dapat menjamin manusia akan dapat menghirup udara di esok hari. Dan juga atas segala nikmatnya manusia tidak pantas untuk tidak bersyukur kepadaNya.
Shalawat semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena melalui beliau umat manusia dapat memahami ajaran Islam sehingga manusia dapat menapaki hidup dengan selamat dan dapat membedakan antara yang haq dan batil. Dan yang selalu kita harapkan syafa’atnya di akhirat kelak. Dan tidak lupa penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ayah dan Ibu Tecinta yang tiada letih mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya dalam keadaan apa pun walau dengan jarak jauh sekalipun. Selalu memberikan Motivasi dan bimbingan serta lantunan do’a mereka yang selalu menyertai langkah penulis. Dan Kakak Robiatul Adawiyah dan adek Raihan yang penulis sayangi.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Univrsitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
3. Bapak Dr. M. Zainuddin, M.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
4. Bapak Padil, M. Ag, selaku Ketua Jurusan PAI Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
5. Bapak M.Amin Nur,M.A selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan PKLI.
6. Ibu Hj.Siti Hamidah,M.Ag selaku Kepala sekolah MTsn Tumpang kabupaten Malang yang telah memberikan izin dan kerjasamanya untuk melakukan kegiatan PKLI
7. Ibu Fathonah Sulistyiowaty S.Pd.I selaku Guru Pamong yang bersedia dan selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan PKLI dengan baik.
8. Bapak / Ibu Guru MTsN Tumpang serta seluruh pihak yang membantu kesuksesan program PKLI yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
9. Keluarga besar pon-pes Mambaul Ulum Dusun Bletok desa Tamiajeng kec. Tumpang Kab,Malang
10. Keluarga Ibu Ida dan bu Lis yang telah berkenan memberi kami Rumah singgah sementara
11. Segenap keluarga besar IPNU-IPPNU UIN MALIKI Malang yang telah memberikan pengalaman yang berharga diluar kuliah maupun diluar sekolah
12. Teman-teman Guru PKLI UIN MMI Malang Seperjuangan di Tumpang (Pak Taufik, pak Irvan, pak Huda, pak Jamil, ibu Erangesti, ibu Baity, ibu Ros) yang memberi warna dalam menjalani hari-hari di lokasi PKLI serta saling membantu dan memberikan masukan demi kelancaran PKLI.
13. Seseorang yang membuat penulis selalu ingin terus maju dan menjadikan penulis seperti rumput liar yang tegar dan sabar dalam menghadapi suatu kegagalan, dan membuat penulis memiliki warna baru dalam menapaki siklus kehidupan.
14. Siswa dan siswi MTs Tumpang khususnya kelas VII yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan penuh cinta kasih.
15. Semua pihak yang telah membantu terwujudnya keberhasilan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas PKLI yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Tiada kata yang patut penulis sampaikan selain untaian do’a, semoga apa yang telah penyusun tawarkan dalam laporan ini bermanfaat bagi semua pihak. Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang konstruktif penyusun sangat mengharapkannya untuk memenuhi kekurangan penyusun dalam laporan-laporan selanjutnya.
Demikian apa yang dapat kami berikan untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan kami semoga laporan ini bermanfaat bagi kami dan semua pihak yang terkait
Tumpang, 22 Maret 2011
Penulis
M IRON ROSADI
07110102
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Kalender Pendidikan
B. Analisis Pekan dan Hari Efektif
C. Program Tahunan
D. Program Semester
E. Silabus
F. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
BAB II : PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Pertemuan I
B. Pertemuan II
C. Pertemuan III
D. Pertemuan IV
E. Pertemuan V
F. Pertemuan VI
G. Pertemuan VII
H. Pertemuan VIII
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I: PERENCANAAN PEMBELAJARAN
B. Analisis Pekan Efektif dan Hari Efektif
Analisis Banyaknya Pekan Efektif Dalam Kalender Pendidikan
Nama Madrasah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : AL-Qur’an Hadist
Kelas / Semester : VII/ Genap
Tahun Akademik : 2010 / 2011
NO BULAN DAN TAHUN HARI-HARI DAN TANGGAL EFEKTIF HARI EFEKTIF BELAJAR
SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT SABTU
1 JANUARI 2011 8,15,22,29 4
2 PEBRUARI 2011 5,12,19,26 4
3 MARET 2011 12,19,26 3
4 APRIL 2011 2,9,16,23,30 5
5 MEI 2011 7,14,21,28 4
6 JUNI 2011 4,11,18 3
7 JULI 2011
JUMLAH 23
PERHITUNGAN DAN ALOKASI WAKTU
jumlah hari dalam semester genap
NO BULAN TAHUN JUMLAH HARI EFEKTIF
1 JANUARI 2011 4
2 PEBRUARI 2011 4
3 MARET 2011 3
4 APRIL 2011 5
5 MEI 2011 4
6 JUNI 2011 3
7 JULI 2011
JUMLAH 23
Jumlah Hari Terganggu
NO KEGIATAN JUMLAH HARI BULAN
1 UAM 2 MARET 20011
2 UAN 1 APRIL 2011
3 PEMBAGIAN RAPORT 1 JUNI 2011
JUMLAH 4
Jumlah Hari Efektif dikurangi Hari Terganggu
23 hari- 4 hari = 19 hari
jumlah jam efektif
19 HARI × 2 jam pelajaran = 38 jam pelajaran
DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU 19 × 2 JAM = 38 jam pelajaran
NO KOMPETENSI DASAR JUMLAH JAM
1.1 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun 2
1.2 Hafalan surah al-Bayyinah dan al-Lahab 2
Ulangan 1 2
2.1 Memahami isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi 4
2.2 Memahami keterkaitan isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam dalam fenomena kehidupan 4
2.3 Menerapkan isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari 4
Ulangan harian 2 2
3.1 Memahami isi kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah 4
3.2 Hafalan surah al-Lahab dan an-Nasr 4
3.3 Menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari 4
Ulangan 3 2
cadangan 2
UUB 2
jumlah 38
Guru Pamong Praktikan
Fatonah Sulistyowati.S P d I M.Imron R NIP:197606142000032002 Nim:07110102
C.PROGRAM TAHUNAN
MATA PELAJARAN ;AL-QUR’AN HADIST
KELAS/Tahun Pelajran :VII/2010-201
SEMESTER KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU
G
A
N
J
I
L Menjelaskan Pengertian dan fungsi al-Qur’an dan Hadist 2
Menjelaskan Cara-cara memfungsikan al-Qur’an dan Hadist dalam kehidupan 1
Menerapkan al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup umat 2
Ulangan 1 2
Menjelaskan Cara mencintai al-Qur’an dan Hadist 2
Menjelaskan prilaku orang yang mencintai al-Quran dan Hadist 2
Menerapkan prilaku mencintai al-Qur’an dan hadist dalam kehidupan 1
Ulangan 2 2
Memahami isi kandungan surah al-Fatihah, an-Nisa, al-Falaq, al-iklas tentang tauhid Rububiyyah dan Uluhiyyah 2
Menerapkan kandungan surah al-Fatihah, an-Nisa, al-Falaq, al-iklas dalam kehidupan sehari-hari 1
Ulangan 3 2
Menulis hadist tentang Iman dan Ibadah 2
Menerjemahkan maknah hadist tentang iman dan ibadah 1
Menghafal hadist tentang iman dan ibadah 2
Menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadist tentang iman dan ibadah dalam fenomena kehidupan dan akibatnya 2
Ulangan 4 2
Cadangan 4
Semester 2
JUMLAH 32
G
E
N
A
P Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun 2
Menghafal surah al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang mim sukun 2
Ulangan harian 1 2
Memahami isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi 4
Keterkaitan antara surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan 4
Menerapkan isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari 4
Ulangan 2 2
Memahami isi kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah 4
Menghafal surah al-Lahab dan an-Nasr 4
Menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari 4
Ulangan 3 2
Cadangan 2
UUB 2
JUMLAH 38
Guru Pamong Praktikan
Fatonah Sulistyowati.S P d I M.Imron R NIP:197606142000032002 Nim:07110102
D.PROGRAM SEMESTER
Mata Pelajaran : AL-QUR’AN HADIST
Satuan Pendidikan ; Madrasah Tsanawiyah Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas : VII
Semester : 2 ( Dua )
Standar Kompetensi/Kompetensi
Dasar Alokasi
Waktu B U L A N
Januari Februari Maret April Mei juni
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
7.Membaca Al-Qur’an surah pendek pilihan 4
7.1 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun 2
7.2 Menerapkan bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun 2
Ulangan Harian 2 2
8.Menerapkan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang toleransi 12
8.1 Memahami isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi 4 2 2
8.2 Memahami keterkaitan isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan 4 2 2
8.3 Menerapkan isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari 4 2 2
Ulangan Harian 2 2
9. Menerapkan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang problematika da’wah 12
9.1 Memahami isi kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah 4 2 2
9.2 Melafalkan surah al-Lahab dan an-Nasr 4 2 2
9.3 Menerapkan kandunganSurah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari 4 2 2
Ulangan Harian 2 2
Cadangan 2 2
Ulangan Semester 2 2
Mengetahui
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati.SPdI M. Imron.R
NIP.197606142000032002 NIM. 07110102
E.SILABUS
Nama Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Kelas/Semester: VII/2
Mata Pelajaran: Al-Qur’an dan Hadist
Standar Kompetensi : Membaca Al-Qur’an surah pendek pilihan
Kompetensi Dasar Materi pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh instrumen
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Dapat menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Tes unjuk kerja penugasan Bacalah surah al-Bayyinah dan al-Kafirun dengan menerapkan hukum bacaan mim sukun secara benar 4×40 menit Buku pemahaman al-Qur’an dan hadist I untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
-LKS madrasah Tsanawiyah
-Buku lain yang releven
Standar Kompetensi: Menerapakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang toleransi
Kompetensi Dasar Materi pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh instrumen
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1.Memahami isi kandungan Surah al-kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi Kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi Penjelasan tentang kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi Dapat memahami isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari Tes Lisan Uraian Jelaskan bentuk sikap toleransi sesuai isi kandungan Surah al-Kafirun 4×40 menit Buku pemahaman al-Qur’an dan hadist I untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
-LKS madrasah Tsanawiyah
-Buku lain yang releven
2.Memahami keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan Keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan Penjelasn tentang keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan Dapat memahami keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan Tes Lisan Uraian Jelaskan keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah 2×40 menit
3. Menerapkan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari Penerapan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari Penjelasan tentang Penerapan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari Dapat menerapkan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari Tes Lisan Uraian Sebutkan tiga penerapan isi kandungan Surah al-Kafirun dan al-Bayyin tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari ah 2×40 menit
Standar Kompetensi: Menerapakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang problematika da’wah
Kompetensi Dasar Materi pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar Alokasi Waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh instrumen
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1.Memahami isi kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah Surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah Penjelasan tentang isi kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah Dapat menyebutkan kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika da’wah Tes Tulis Uraian Jelaskan problematika yang terkandung dalam surah al-Lahab dan an-Nasr 2×40 menit Buku pemahaman al-Qur’an dan hadist I untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
-LKS madrasah Tsanawiyah
-Buku lain yang releven
2.Menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari Penerapan kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari Penjelasan tentang kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari Dapat menjelaskan Penerapan kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari Tes Tulis Uraian Bagaimana penerapan al-Qur’an surah al-Lahab dan an-nasr tentang problematika da’wah 2×40 menit
F. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1
(RPP)
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas :VII
Semester :Genap
Standar Kompetensi ;Membaca surat pendek pilihan
Kompetensi dasar ;Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam QS al-Bayyinah dan al-Kafirun
Indikator :1.Menjelaskan macam-macam hukum bacaan mim sukun
2. Mengidentifikasi bacaan mim sukun dalam QS al-Bayyinah dan al-Kafirun
3.Menerapkan bacaan mim sukun dalam surat QS al-Bayyina dan al-Kafirun
Waktu : 2x 40 menit
A. Tujuan pembelajaran:
1. Mampu menjelaskan macam-macam hukum bacaan mim sukun
2. Mampu Mengidentifikasi bacaan mim sukun dalam QS al-Bayyinah dan al-Kafirun
3. Mampu Menerapkan bacaan mim sukun dalam surat QS al-Bayyina dan al-Kafirun
B. Materi pembelajaran:
Tajwid
Hukum bacaan mim sukun
Apabila ada mim sukun ( م‘ ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah,maka hukum bacaanya ada 3 macam
a) Idgam Mimi
Idgam mimi disebut juga idgam mutamasilain.Dikatakan idgam mimi kerena ada proses idgam (memasukan ) mim sukun ke dalam huruf mim.Dikatakan idgam mutamasilain karena huruf yang di-idgam-kan sama,baik makraj maupun sifatnya.Dengan demikian,idgam mimi pasti bagian dari idgam mutamasilain.Adapun idgam mutamasialain belum tentu idgam mimi.Jadi ,idgam mimi terjadi karena ada mim sukun bertemu dengan huruf mim
Apabila ada mim sukun beretemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 1 yaitu م
Maka disebut bacaan idgam mimi.Cara membacanya dengan memasukan suara mim sukun kedalam mim berharokat hidup berikutnya.Kemudian suara di-gunnah-kan secara sempurnadengan lama tiga harokat.Suara gunnah keluar dari pangkal hidung contonya
كَََم‘ مِن‘ فِئةٍ ( 2 ) مَا لهُم من‘ عِلمٍٍ ( 3 ) وَهُم‘ مُهتَد وُنَ (1)
b) Ikhfa’ Syafawi
Ikhfak berarti samar,sedangkan syafawi berarti bibir.Apabila ada mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang jumlanya ada 1 yaitu ب
Maka disebut bacaan ikhfa’ Syfawi.Cara membacanya dengan suara samar antara mim dan ba.kemudian ditahan kurang lebih dua ketukan.Pada saat membacanya,kedua bibir merapat sehingga tidak ada udara yang keluar dari mulut contoh
ان رَ بهَم‘ بِِِهِم‘ 2 بَل‘ اَنتُم‘ بَشَرٍ مِمَن‘ خَلَقَ ِ ( 1)
c) Izhar Syafawi
Izhar berarti jelas,sedangkan syafawi berarti bibir.Apabila ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyah selain mim م dan ba ب maka disebut izhar syafawi.Cara membacanya dengan suara jelas.Pada saat mengucapkan huruf mim,kedua bibir dirapatkan.Kejelasan pengucapan huruf mim cukup satu ketukan,tidak boleh lebih dari itu,jika lebih dari satu ketukan,dikwatirkan akan menjadi bacaan ikhfa’ atau gunnah
Pengucapan izhar syafawi harus lebih diperjelas ketika mim sukun bertemu dengan dua huruf,yaitu fa ف dan و wau.hal ini disebabkan kedua huruf tersebut makhrajnya berasal dari bibir contoh:
وَ عَلي اَبصَا رَهُم غِشَا وَةًً وَلَهُم عَذَا ب عَظِيمٍ
C.Sumber pembelajaran
C.1 Buku paket Al-Quran Hadist kelas VII karangan T.Ibrahim dan H.Darsono hal 70-78
C.2 LKS Insan cendekia hal 1-5
C.3 Buku lain yang releven
C.4 Juz Amma karangan K.H.M Syafii
D.Media pembelajaran
D.1 Peta konsep
D.2 Papan lafad surah al-Bayyinah ayat 1-8 dan al-Kafirun 1-6
E.Metode Pembelajaran:
E.1 Ceramah
E.2 Maping (peta konsep)
E.3 Drill
E.4 Penugasan
F.Skenario Pembelajaran
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru menjelaskan pentingnya mempelajari materi hukum bacaan م‘ melalui kutipan Firman Allah yaitu kewajiban membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid Jika kita membaca Al-Qur’an dengan benar maka pahala kita peroleh,apabila membacanya tanpa tajwid yang benar maka kita akan mendapatkan dosa.kemudian menyebutkan Hadist yaitu” “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu”(H.R Annasa’i)
4).Guru meminta siswa untuk mencerna Hadist yang dibacakan tadi
5) Guru mereview pelajan kemarin tentang iman dan ibadah
Apersepsi
Pemberian informasi
Drill
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 1,2,3,4
2).Guru menunjuk seorang siswa untuk membuat peta konsep yang sangat sederhana tentang bacaan م‘
3).Guru menunjuk seorang siswa untuk melengkapi peta konsep yang belum terlengkapi
4) Guru melengkapi peta konsep yang belum terlengkapi oleh siswa
5) Guru mengedrill beberapa contoh bacaan م‘ kemudian menjelaskan ketentuan dari contoh tersebut
6) Guru meminta siswa membandingkan apa perbedaan hukum bacaan م‘dalam segi cara membacanya
7) Setelah siswa menjawab,guru member pertanyaan tuntunan kepada siswa tentang ketentuan hukum bacaan mim sukun
8) Guru menyajikan media papan lafad surat al-Bayyinah ayat 1-8 dan siswa bersama-sama dengan menekankan pada lafad yang mengandung bacaan mim sukun
9) Setelah selesai membaca surat al-Bayyinah Guru menyajikan papan lafad surat al-Kafirun ayat 1-6 dan siswa diminta untuk membaca bersama-sama dengan menekankan pada lafad yang mengandung bacaan mim sukun
10) Guru menugaskan siswa untuk mencari hukum bacaan mim sukun pada surat al-Bayyinah dan al-Kafirun (10 lafadz)
11) Guru mengajak siswa untuk mencocokan hasil dari pencarian lafadz surat al-Bayyinah dan al-Kafiru yang mengandung bacaan م‘
Penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi i
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
G.penilaian
G.1 Teknik = Tes tulis
G.2 Bentuk = Pertanyaan tulis
G.3 Instrument
a) Buatlah peta konsep tentang hukum bacaan mim sukun
b) Carilah 10 bacaan mim sukun yang di update dari surat al-Bayyinah 1-8 dan al-Kafirun 1-6 dengan menggunakan table
G.4 Pedoman penilaian
a. 1) peta konsep sempurna nilai 100
2) peta konsep kurang sempurna nilai 90
3) peta konsep tidak sempurna nilai 70
b. Setiap nomor betul di skor 1
1) skor maksimal 10
2) nilai siswa = skor perolehan × 100
Skor maksimal
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip19706142000032002 NIM 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2
(RPP)
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas :VII
Semester :Genap
Standar Kompetensi ;Membaca surat pendek pilihan
Kompetensi dasar ;Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam QS al-Bayyinah dan al-Kafirun
Indikator :Mengaplikasikan bacaan mim sukun dalam surat QS al-Bayyina dan al-Kafirun
Waktu : 2x 40 menit
C. Tujuan pembelajaran:
C.1 Mampu mengaplikasikan bacaan mim sukun dalam surat QS al-Bayyina dan al-Kafirun
D. Materi pembelajaran:
D.1 Surah al-Bayyinah 1-8
• • • •
D.2 Surah al-Kafirun 1-6
•
C.Sumber pembelajar
C.1 Buku paket Al-Quran Hadist kelas VII karangan T.Ibrahim dan H.Darsono hal 70-78
C.2 LKS Insan cendekia hal 1-5
C.3 Buku lain yang releven
C.4 Juz Amma karangan K.H.M Syafii
D. Media pembelajaran
D.1 Papan lafad Surah al-Bayyinah dan surah al-Kafirun
E.Metode Pembelajaran:
E.1 Ceramah
E.2 Drill
E.3 Tanya jawab
F.Skenario pembelajaran
No Kegiatan Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin Ceramah 20 menit
2 Kegiatan inti
1). Guru menyuruh siswa membaca materi hal 3-4 selama kurang lebih 15 menit
2). Guru memanggil siswa menurut no absen Kemudian siswa di suruh membaca surah al-Bayyinah dan al-Kafirun.
3). Guru memberi beberapa pertanyaan kepada siswa mengenai hukum mim sukun
Drill dan penugasan 40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi i
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan tanya jawab 20 menit
G.penilaian
G.1 Teknik = Tes tulis
G.2 Bentuk = Pertanyaan tulis
G.3 Instrument
a) Membaca surat al-Bayyinah dan surat al-Kafirun
b) Carilah 10 bacaan mim sukun yang di update dari surat al-Bayyinah 1-8 dan al-Kafirun 1-6
G.4 Pedoman penilaian
a. 1) membaca baik dan benar , jawaban sempurna nilai 100
2) membaca baik dan benar , jawaban kurang sempurna nilai 90
3) membaca baik dan benar ,jawaban tidak sempurna nilai 70
b. Setiap nomor betul di skor 1
1) skor maksimal 10
2) nilai siswa = skor perolehan × 100
Skor maksimal
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip19706142000032002 NIM 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3
(RPP)
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas :VII
Semester :Genap
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang toleransi
Kompetensi dasar :Memahami isi kandungan surat Al-Bayyinah dan Al-Kafirun tentang toleransi
Indikator :1.Menerjemahkan QS al-Bayyinah dan Al-Kafirun
2.Memilah ayat dalam QS al-Bayyinah dan Al-Kafirun yang berkaitan dengan toleransi
3.Menjelaskan isi kandungan QS al-Bayyina dan AL-Kafirun tentang toleransi
Waktu : 4x 40 menit
A.Tujuan pembelajaran:
A.1 Mampu menerjemahakan QS al-Bayyinah dan Al-Kafirun
A.2 Mampu memilah ayat QS al-Bayyinah dan Al-Kafirun yang berkaitan dengan toleransi
A.3 Mampu menjelaskan isi kandungan QS al-Bayyina dan AL-Kafirun tentang toleransi
B.Materi pembelajaran:
B.1 Pengertian fanatik dan toleransi:
Fanatik ialah teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran (politik,agama dan sebagainya).Dengan demikian,orang yang fanatik dalam beragama berarti memiliki keyakinan yang kuat dan mantap dalam hati terhadap agamanya.Keyakinan itu akan mempengaruhi dalam sikap hidupnya sehari-hari.Di dalam islam,sikap fanatik terhadap ajaran agama disebut istiqomah.Muslim yang tidak fanatik terhadap ajaran agama disebut munafik,tidak memiliki peganggan hidup yang mantap
Toleransi:ialah sifat atau sikap suka menenggang (menghargai,membiarkan,membolehkan)pendirian(pendapat,pandangan,kepercayaan,kebiasaan,kelakuan dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendiriannya sendiri.
B.2 Surah al-Kafirun 1-6
•
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
B.3 Asbabul Nuzul
1. Ada beberapa riwayat yang menjelaskan sebab-sebab turunya surah al-Kafirun.Salah satu riwayat menyebutkan bahwa sekelompok pemuka kafir Qurais datang menemui Rasullulah SAW.Mereka adalah al-Walid bin Mugirah,Al Ash bin Wail,al-Aswad bin al Mutholib,dan umayyah bin Khalaf,mereka mengajak Rasulullah SAW,bersekutu dalam segala hal termasuk dalam hal peribadahan,.Menurut riwayat ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Mina
2. Pada surah al-Kafirun ayat 2-4,Rasuullah saw.Menegaskan bahwa beliau tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang disembah orang kafir yakni berhala
3. Pada ayat 3 dan 5 Rasulullah juga menegaskan bahwa orang kafir pun tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang beliau sembah,yakni Allah awt
4. Pada ayat 6 ,Rasululalah saw .Menegaskan bahwa orang kafir tetap pada agamanya dan beliau bersama kaum muslimin juga tetap pada agama tauhid.
5. Pada surah al-Kafirun dan al-Bayyinah mempunyai keterkaitan sangat erat yang saling melengkapi.Surah al-Kafirun ayat 2-5 ada al-Bayyinah ayat 1-2 sebagai landasan hukum wajibnya memiliki fanatisme atau istiqomah dalam beragama.Keyakinan yang telah dipilih harus diperjuangkan dengan segala kemampuan dan kekuatan
6. Pada suarah al-Bayyinah 1-2 dijelaskan sikap tegas yang dimiliki oleh orang-orang kafir dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik
B.4 Surah al-Bayyinah 1-8
• • • •
1. orang-orang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-Kitab yang lurus
4. dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
B.5 Asbabul nuzul
Surah al-Bayyinah yang berkaitan dengan toleransi adalah ayat 1 dan 2.kedua ayat ini menjelaskan sikap tegas yang dimiliki oleh orang-kafir dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musrik.Mereka menyatakan tidak akan meninggalkan ajaran agama mereka sampai datang keterangan yang nyata.Keterangan itu adalah nabi akhir zaman yang mereka dambahkan akan membacakan lembaran-lembaran suci sebagai pedoman hidup.Mereka mengaggap bahwa peribadatan yang mereka lakukan saat itu benar sehingga mereka mempertahankannya.Sikap tegas mereka sebagai bukti dimilikinya fanatisme beragama.Mereka sangat berharap nabi akhir zaman yang mereka tunggu-tunggu itu berasal dari golongan mereka,yaitu Bani Israil.Manusia punya rencana dan Allah swt.pun demikian.Rencana Allah swt,berbeda dengan kehendak manusia.Allah mengutus nabi yang terakhir bukan dari golongan Bani Israil,tetapi dari Bani Ismail.Ketika mengetahui bahwa nabi itu bukan dari golongan Bani Israil,muncullah rasa iri pada diri mereka.Demikian besar rasa iri mereka sehingga berkembang menjadi dengki.Upaya untuk membunuh Rasulullah saw,dan menghancurkan umat islam selalu mereka lakukan.Hal ini berlangsung hingga akhir zaman
C.Sumber pembelajaran
C.1 Buku paket Al-Quran Hadist kelas VII karangan T.Ibrahim dan H.Darsono hal 70-78
C.2 LKS Insan cendekia
C.3 Buku lain yang releven
C.4 Al-Qur’an dan terjemah
D.Media pembelajaran
D.1 Kertas Hvs
D.2 Spidol/pulpen
D.3 Papan tulis
E.Metode Pembelajaran:
E.1 Ceramah
E.2 Kelompok
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan pertama )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
3).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu isi kandungan surah al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan
4).Guru mengajak siswa untuk bersama-sama membaca surat al-Bayyinah beserta terjemnaya
Apersepsi
Pemberian informasi
Drill
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru membagi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 5 kelompok tentang isi kandungan dan memilah surah al-Bayyinah tentang toleransi dan fanatik
2).Guru menunjuk tiap-tiap kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas tentang isi kandungan dan memilah surah al-Bayyinah tentang toleransi dan fanatik
3).Guru mengklarifikasi hasil diskusi tiap-tiap kelompok dengan membenahi hasil jawaban siswa
Penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
Skenario Pembelajaran (pertemuan kedua )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
3).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu isi kandungan surah al-Kafirun tentang toleransi dalam kehidupan
4).Guru mengajak siswa untuk bersama-sama membaca surat al-Kafirun beserta terjemnaya
Apersepsi
Pemberian informasi
Drill
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru membagi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 5 kelompok tentang isi kandungan dan memilah surah al-Kafirun tentang toleransi dan fanatik
2).Guru menunjuk tiap-tiap kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas tentang isi kandungan dan memilah surah al-Kafirun tentang toleransi dan fanatik
3).Guru mengklarifikasi hasil diskusi tiap-tiap kelompok dengan membenahi hasil jawaban siswa
Penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
G.penilaian
G.1 Penilaian proses
a) Tes tulis
b) Kerja sama
Nilai Skor A = 90-80 B =80-70 C =70-60
G.2 Bentuk penilain/Essay
G.3 Instrumen
1.Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah membicarakan tentang sikap....................
2.Landasan hukum fanatic beragama antara lain terungkap dalam surah al-kafirun ayat…………………………………………………………..
3.Surah al-kafirun ayat 5 berisi tentang……………………………………
4.Surah al-Kafirun ayat 6 berisi tentang .............……………………………..
5.Dalam surat al-Bayyinah.orang-orang kafir dan ahli kitab dan musrik menyatakan tidak akan.............................................................................
G.4 Pedoman penilain
1. Skor maksimal 10
2. Nilai siswa=skor perolehan ×100
Skor maksimal
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip19706142000032002 NIM 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan tentang toleransi
Kompetensi Dasar :Memahami keterkaitan isi kandungan Surah al-Kafirun dan Al- Bayinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan
Indikator :Menjelaskan cara membangun kehidupan umat beragama dalam ajaran Islam
Menyebutkan contoh keragaman kehidupan umat beragama
:Mengkaitkan isi kandungan Qs al-Kafirun dan Al- Bayinah dengan kehidupan umat beragama
:Mengamalkan isi kandungan kandungan surah Al-Kafirun dan Al- Bayinah dalam membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan sehari-hari
Waktu : 4x 40 menit
A.Tujuan Pembelajaran
A.1 mampu menjelaskan cara membangun kehidupan umat beragam dalam ajaran Islam
A.2 mampu menyebutkan contoh keragaman kehidupan umat beragama
A.3 mampu mengkaitkan isi kandungan surah Al-Kafirun dan Al-Bayinah dengan kehidupan umat baragama
B.Materi Pembelajaran
Surah al-Kafirun dan al-Bayyinah mempunyai keterkaitan sangat erat yang saling melengkapi. Surah al-Kafirun al-Kafirun ayat 2-5 dan al-Bayyinah ayat 1-2 ebagai landasan hukum wajibnya memiliki fanatime atau itiqomah dalam beragama. Keyakinanyang telah dipilih harus diperjuangkan dengan segala kemampuan dan kekuatan,keyakinan itu tidak akan mudah goyah oleh pengaruh keyakinan yang lain. Keyakinan itu haru ditanamkan terhadap seluruh anggota keluarga.
Dalam kaitannya dengan toleransi antar umat beragama, toleransi hendaknya dapat dimaknai sebagai suatu sikap untuk dapat hidup bersama masyarakat penganut agama lain, dengan memiliki kebebasan untuk menjalankan prinsip-prinsip keagamaan (ibadah) masing-masing, tanpa adanya paksaan dan tekanan, baik untuk beribadah maupun tidak beribadah, dari satu pihakl ke pihak lain. Hal demikian dalam tingkat praktek-praktek social dapat dimulai dari sikap bertetangga, karena toleransi yang paling hakiki adalah sikap kebersamaan antara penganut keagamaan dalam praktek social, kehidupan bertetangga dan bermasyarakat, serta bukan hanya sekedar pada tataran logika dan wacana.
Sikap toleransi antar umat beragama bisa dimulai dari hidup bertetangga baik dengan tetangga yang seiman dengan kita atau tidak. Sikap toleransi itu direfleksikan dengan cara saling menghormati, saling memuliakan dan saling tolong-menolong. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. ketika suatu saat beliau dan para sahabat sedang berkumpul, lewatlah rombongan orang Yahudi yang mengantar jenazah. Nabi saw. langsung berdiri memberikan penghormatan. Seorang sahabat berkata: “Bukankah mereka orang Yahudi wahai rasul?” Nabi saw. menjawab “Ya, tapi mereka manusia juga”. Jadi sudah jelas, bahwa sisi akidah atau teologi bukanlah urusan manusia, melainkan Tuhan SWT dan tidak ada kompromi serta sikap toleran di dalamnya. Sedangkan kita bermu’amalah dari sisi kemanusiaan kita.
Mengenai system keyakinan dan agama yang berbeda-beda, al-Qur’an menjelaskan pada ayat terakhir surat al-kafirun:
Bahwa perinsip menganut agama tunggal merupakan suatu keniscayaan. Tidak mungkin manusia menganut beberapa agama dalam waktu yang sama; atau mengamalkan ajaran dari berbagai agama secara simultan. Oleh sebab itu, al-Qur’an menegaskan bahwa umat islam tetap berpegang teguh pada system ke-Esaan Allah secara mutlak; sedabgkan orang kafir pada ajaran ketuhanan yang ditetapkannya sendiri. Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan tentang prinsip dimana setiap pemeluk agama mempunyai system dan ajaran masing-masing sehingga tidak perlu saling hujat menghujat.
Pada taraf ini konsepsi tidak menyinggung agama kita dan agama selain kita, juga sebaliknya. Dalam masa kehidupan dunia, dan untuk urusan dunia, semua haruslah kerjasama untuk mencapai keadilan, persamaan dan kesejahteraan manusia. Sedangkan untuk urusan akhirat, urusan petunjuk dan hidayah adalah hak mutlak Tuhan SWT. Maka dengan sendirinya kita tidak sah memaksa kehendak kita kepada orang lain untuk menganut agama kita.
Al-Qur’an juga menganjurkan agar mencari titik temu dan titik singgung antar pemeluk agama. Al-Qur’an menganjurkan agar dalam interaksi social, bila tidak dotemukan persamaan, hendaknya masing-masing mengakui keberadaan pihak lain dan tidak perlu saling menyalahkan:
Bahkan al-Qur’an mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw. dan ummatnya untuk menyampaikan kepada penganut agama lain setelah kalimat sawa’ (titik temu) tidak dicapai (QS. Saba:24-26):
Jalinan persaudaraan dan toleransi antara umat beragama sama sekali tidak dilarang oleh Islam, selama masih dalam tataran kemanusiaan dan kedua belah pihak saling menghormati hak-haknya masing-masing (QS. Al-Mumtahanah: 8):
Al-Qur’an juga berpesan dalam QS 16: 125 agar masing-masing agama mendakwahkan agamanya dengan cara-cara yang bijak.
C.Sumber Pembelajaran
C.1 Buku pemahaman Al-Quran dan Hadis untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
C.2 LKS PAI Madrasah Tsanawiyah
C.3 Buku lain yang relevan
C.4 Al-Qur’an dan terjemah
D.Media Pembelajaran
D.1 Sort card
D.2 Internet
D.3 Koran/majalah
D.4 Gambar
E.Metode Pembelajaran
E.1 Ceramah
E.2 Tanya jawab
E.3 Penugasan
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan pertama )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu keterkaitan isi kandungan al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 13
2) Guru menjelaskan cara membangun kehidupan umat beragama dalam ajaran Islam
3).Guru menyebutkan contoh keragaman kehidupan umat beragama
4).Guru mengaitkan isi kandungan surah al-Bayyinah dan al-Kafirun dengan kehidupan umat beragama
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan kedua)
NO Langkah Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu keterkaitan isi kandungan al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 13
2) Guru menempelkan kertas di papan tulis
3).Guru menugaskan sebagian siswa secara acak untuk mencari gambar tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan yaitu gambar fanatik dan gambar toleransi
4).Guru bersama siswa mencocokan hasil gambar yang ditempelkan di kertas /papan tulis
5).Guru menyimpulkan gambar toleransi dan gambar fanatic yang ditempelkan di papan tulis/dikertas
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
G.Penilaian
G.1 Teknik: Tes tulis
G.2 Bentuk;pertanyaan tulis
G.3 Bentuk Instrumen
a) Carilah gambar-gambar membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan yaitu 5 gambar fanatic dan 5 gambar toleransi antar agama
G.4 Pedoman penilaian
1. a) mencari 10 -8 gambar nilai 100
b) mencari 8-6 gambar nilai 90
c) mencari 6-4 gambar nilai 80
d) mencari 4-2 gambar nilai 70
2. Setiap gambar betul di skor 1
a) Skor maksimal 10
b) Nilai siswa = skor perolehan × 100
skor maksimal
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip:19706142000032002 NIM : 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 5
(RPP)
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas :VII
Semester :Genap
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang toleransi
Kompetensi dasar :Menerapkan kandungan surat Al-Bayyinah dan Al-Kafirun dalam kehidupan sehari-hari
Indikator :1.Menentukan ciri prilaku orang yang bertoleransi dalam beragama
2.Menunjukan contoh prilaku oraang yang bertoleransi dalam beragama
Waktu : 4x 40 menit
A. Tujuan pembelajaran:
A.1 Mampu menentukan ciri prilaku orang yang bertoleransi dalam beragama
A.2 Mampu menunjukan contoh prilaku oraang yang bertoleransi dalam beragama
B. Materi pembelajaran:
B.1 Pengertian fanatik dan toleransi:
Sikap fanatic beragama dan toleran harus dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Diantara wujud fanatisme dan toleransi menrut kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah adalah sebagai berikut:
Fanatik
a) Sebagai seorang muslim kita harus mempertahankan keyakinan sampai akhir hayat,sebagai firman Allah swt
• •
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.
b) Tidak mudah terpengaruhi oleh keyakinan lain karena kita yakin bahwa hanya agama Islam yang benar.Allah swt berfirman
•
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.
c) Tidak mengorbankan keyakinan demi keuntungan dunia kerena kita tahu bahwa perbuatan itu akan membawa pada kerugian,sebagaiman firman swt
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.
B.2 Toleransi atau tasamuh
a) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain karena tidak dibenarkan agama dan akal sehat.Hal itu sesuai dengan firman Allah swt
••
tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Islam disebut dengan ar-rusydu (yang benar) sedangkan selain Islam disebut al-gayyu (tidak benar). Manusia telah diberi akal,pikiran,dan perasaan yang dapat digunakan untuk memilih jalan hidupnya.Mereka dipersilakan memilih jalan yang diridhai Allah swt.,yakni Islam atau jalan yang tidak diridhoi-nya,yakni non islam.Allah swt,berfirman
dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir.
b) Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang yang mendustakan Islam,sebagaiman rasul terdahulu.Tugas seorang dai atau mubaligh hanyalah menyampaikan islma kepada manusia dan mengajak untuk menjalankannya.Seorang dai tidak bertanggung jawab terhadap iman atau tidaknya orang yang diseru.Seorang dai kadang harus menanggung beban dihina atau didustakan.Ia harus sabar menerimahnya,sebagaiman firman Allah
•
dan Sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka
Dalam ayat lain,Allah swt berfirman
bersabarlah (hai Muhammad) dan Tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu daya mereka rencanakan
c) Bersahaja dalam melaksanakan dakwa,tidak mengikuti jalan pikiran objek dakwa. Seorang dai tidak seharusnya hanya mengikuti kemauan objek dakwa dalam menyampaikan dakwanya.Semua harus dikembalikan kepada ajaran Allah swt,dan Rasul-nya.Dengan demikian,dia tidak akan membuat-buat ajaran sendiri untuk memutuskan pendengarannya.Allah swt berfirman
•
dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
d) Bebas menjalin hubungan dengan non-muslim selamatidak menyangkut masalah akidah dan ibadah,sebgaimana firman Allah
•
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil
B.3 Hikmah fanatic dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
Sikap fanatic dan toleransi berdampak positif bagi dalam kehidupan masyarakat.Diantara dampak positif sikap fanatic ialah:
Memilik keyakinan yang kuat sehingga lebih mantab dalam melaksanakan agama
Memiliki harga diri sehingga diperhintunggkan pihak lain
Terpuji dalam pandangan Allah swt
B.4 Adapun dampak positif dari sifat toleransi ,antara lain
Terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai
Terwujudnya keamanan dan ketentraman hidup sesame anggota masyarakat
Terpenunya hak-hak setiap anggota masyarakat sehingga menimbulkan kepuasan batin
Menumbuhkaan persatuan dan rasa kebersamaan
C.Sumber pembelajaran
C.1 Buku paket Al-Quran Hadist kelas VII karangan T.Ibrahim dan H.Darsono hal 70-78
C.2 LKS Insan cendekia
C.3 Buku lain yang releven
C.4 Al-Qur’an dan terjemah
D.Media pembelajaran
D.1 Peta konsep
D.2 Papan lafad surah ali Imron;103,19,85 dan surah Q.S al-Baqarah;256, al-Kahfi 29, al-An,am;34, an-Nahl:127, al-Isra;36, al-Mumtahanah;8
D.3 Spidol/pulpen
D.4 Papan tulis
E.Metode Pembelajaran:
E.1 Ceramah
E.2 Driil
E.3 Penugasan
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan pertama)
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan pentingnya mempelajari materi yang akan di pelajari yaitu menerapkan kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah dalam kehidupan sehari-hari
Apersepsi
Pemberian informasi
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 14,15,16
2).Guru meminta siswa menulis ayat-ayat al-Qur’an tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari
3).Guru mengedril beberapa contoh bacaan ayat al-Qur’an tentang fanatic dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
Penugasan
Drill
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan Tanya jawab
20 menit
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan kedua )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan pentingnya mempelajari materi yang akan di pelajari yaitu menerapkan kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah dalam kehidupan sehari-hari
Apersepsi
Pemberian informasi
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 14,15,16
2).Guru menunjuk seorang siswa untuk membuat peta konsep yang sangat sederhana tentang toleransi dan fanatic dalam kehidupan sehari-hari
3) Guru menunjuk seorang siswa untuk melengkapi peta konsep yang belum terlengkapi
4).Guru melengkapi peta konsep yang belum terlengkapi
5) Guru mengedril beberapa contoh bacaan ayat al-Qur’an tentang fanatic dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
Penugasan
Penugasan
Maping
Drill
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan Tanya jawab
20 menit
G.penilaian
G.1 Teknik = Tes tulis
G.2 Bentuk = pertanyaan tulis
G.3 Instrumen
a) Buatlah peta konsep tentang menerapkan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari
b) Carilah 4 ayat AL-Qur’an yang berhubungan dengan fanatic dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
G.4 Pedoman Penilaian
a) 1) Peta konsep sempurna nilai 100
2) Peta konsep kurang sempurna 90
3) Peta konsep tidak sempurna 70
b) Setiap nomor betul di skor 1
1) skor maksimal 10
2) Nilai siswa = SKOR PEROLEHA ×100
SKOR MAKSIMAL
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip:19706142000032002 NIM: 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 6
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surat pendek pilihan dalam kehidupan tentang problematika dakwa
Kompetensi Dasar Memahami isi kandungan Surah Al-Lahab dan An-Nasr tentang problematika da’wa
Indikator :Menerjemahkan QS al-Lahab dan Qs an-Nasr
:Menjelaskan isi kandungan QS al-Lahab dan QS an-Nasr tentang problematika dakwa
Waktu : 4x 40 menit
A.Tujuan Pembelajaran
1. Mampu menerjemahkan QS al-Lahab dan Qs an-Nasr
2. Mampu menjelaskan isi kandungan QS al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika dakwa
B.Materi Pembelajaran
Da’wa ialah menyeruh agar mau melaksanakan ajaran islam dan menjahui larangan-larangannya. Dalam berda’wa,diperlukan langkah-langkah khusus sesuai dengan objek dakwa yang dihadapi.untuk itu para da’I harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum berdakwa
Dakwa islam mempunyai cirri khas yang berbeda dengan agama lain, Dalam islam,dakwa tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tertentu. Dakwa wajib dilakukan oleh setiap orang Islam.Hal ini telah dibuktikan sejak zaman Nabi Muhammad saw,hingga sekarang.
Setiap melaksanakan da’wah,tentu menghadapi problematika yang bebeda-beda.Semua itu tergantung keadaan lingkungan dan objek dakwa yang dihadapi.Pada pelajaran kali ini kita akan membahas surah al-Lahab dan an-Nasr tentang problematika dakwa.
Dakwa dan Problematikanya
Dakwa dan problematikanya adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan.Dalam dakwa pasti akan selalu diikuti adanya berbagai macam problematika
B.1 Dakwah
Menurt bahasa ,dakwa berarti ajakan,seruan dan panggilan.Menurut istilah islam da’wa berarti setiap kegiatan yang bersifat menyeruh,mengajak,dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah swt. Sesuai garis aqidah,syariat dan akhlak islamiah. Orang yang berdakwah disebut dai,sedangkan orang yang menjadi objek da’wah disebut mad;u
Selain kata da’wa,kita juga mengenal kata tabligh.Menurut bahasa ,tabligh berarti penyampaian.Menurut istilah,tabligh berarti menyampaikan ajaran-ajaran islam kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup dan dilakukan agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.Orang yang bertabligh disebut mubaligh
Dalam kehidupan sehari-hari,antara dakwa dan tablig diartikan sama.Hal ini disebabkan tujuan kedua kegiatan tersebut sama,yaitu mengajak orang agar mau mengamalkan ajaran islam
Allah swt.Memerintahkan kita berda’wah,diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini
•
dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.Dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Selain menjelaskan tentang perintah berda’wah,ayat diatas menjelaskan bentuk-bentuk da’wa,yakni amar ma’ruf nahi munkar.Amar ma’ruf berarti menyuruh berbuat makruf(kebaikan) sedangkan nahi munkar berarti mencegah dari perbuatan mungkar.Pada kenyataan,da’wah pada masa sekarang lebih banyak pada amar ma’ruf
• •
serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Selain berda’wah dalam surah an-Nahl ayat 125 ,ayat tersebut juga memberikan metode dalam berda’wa. Metode itu adalah bil-hikma,bil-mau’izah hasanah,dan bil-jidal
Dakwah bil-hikmah (dengan bijaksana),artinya perkataan tegas dan benar yang dapat membedahkan antara hak dan bathil.Dakwah harus disampaikan dengan keterangan yang tegas dan jelas,tidak ragu atau bimbang.Dengan demikian,objek dakwa dapat mengetahui ajaran islam dengan sebenarnya tanpa keraguan.
Dakwah bil-mau’izah hasanah,artinya dakwa dengan memberikan nasehat yang baik. Objek dakwa adalah manusia yang memiliki akal dan pikiran.Oleh sebab itu da’i harus memiliki sifat terpuji,sopan dan santun di hadapan objek dakwa.Sifat-sifat tersebut dapat menarik simpati dari para objek da’wah akhirnya mereka mau mengikuti seruan da’wah,Dengan demikian insy Allah dakwah dapat berjalan denga baik
Da’wah bil-jida,artinya da’wah secara dialogis.Jika objek da’wah kaum terpelajar,da’wah ini akan lebih menarik.Seseorang da’I harus memiliki wawasan yang luas sehingga tidak menutup kemungkinan seorang da’i harus memiliki pengetahuan di bidang umum.Dengan demikian seorang tidak hanya menjawab masalah kehidupan agama.Lebih jauh dari itu ,ia mampu menjawab permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain ketiga metode tersebut,ada da’wah yang tidak kalah pentingnya,yakni da’wah bil-hal.Da’wah ini lebih mengedepankan keteladanan,Selain berda;wah secarah lesan seorang da’I dituntut memberikan contoh riil dalam kehidupan sehari-hari.Contoh da’wah bil-hal antara lain memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang mendapat musibah
B.2 Problematika Da’wah
Problematika berarti permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan da’wah. Permasalahan seputar pelaksanaan da’wah dipengaruhi oleh dua factor,yakni kondisi intern dan kondisi ekstern
Kondisi intern lebih bertumpuh pada diri seorang da’I diantaranya:
Seorang da’i yang tidak menguasai materi da’wah
Belum mampu melaksanakan ajaran syariat dalam kehidupannya
Dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sering menjadikan da’wah tidak dapat diterima dengan baik oleh objek da’wah
Seorang da’I benar-benar dituntut menguasai materi
Kondisi ekstern adalah kondisi yang terjadi dari luarseperti
Lingkungan
Media
Dan pengaruh orang lain
Banyak acara TV yang cenderung memberikan gaya hidup yang tidak mendidik seperti:hidup konsumtif,mode pakaian yang tidak sesuai dengan syariat dan pergaulan bebas.Lingkungan yang kurang mendukung penerapan ajaran agama Islam dan tidak memperdulikan perkembangan anak juga mempengaruhi proses da’wah.Belum lagi kegiatan misionaris agama lain yang setiap saat mengancam
B.3 Surah al-Lahab
Surah al-Lahab merupakan salah satu surah yang membicarakan tentang sikap seorang muslim terhadap orang non muslim
•
1. binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa
2. tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
5. yang di lehernya ada tali dari sabut.
B.4 Asbabul Nuzul
Surah an-Nasr trun berkaitan dengan kedatangan Rasulullah saw.bersama 12.000 pasukan muslim di Mekkah.Pada waktu itu,Rasullah saw,menugasan panglima Khalid bin Walid untuk memasuki Kota Mekkah dari dataran rendah.Karena ada pasukan kafir Quraisy yang menyerang mereka,terpaksa Khalid bin Walid menggempur pasukan tersebut.Khalid bin Walid memperoleh kemenangan yang gemilang dan berhasil melucuti senjata mereka.Hala ini membawa dampak positif.Orang-orang Quraisy berbondong-bondong masuk Islam.Pada saat itulah turun surah an-Nasr.Surah ini berisi perintah agar Rasulullah saw bersama kaum muslimin bersyukur dan bertasbih serta memohon ampun atas segala kesalahan (Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dari Ma’mar dengan sumber az-Zuhri
Penjelasan ayat
Penaklukan Kota Mekkah terjadi pada tahun Hijriyah.Rasulullah saw,membagi pasukan muslim menjadi empat
Pasukan pertama (pasukan sayap kiri) dipimpin oleh Zubair bin Awwam.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah utara
Pasukan kedua (pasukan sayap kanan) dipimpin oleh Khalid bin Walid.Mereka memasuki Kota Mekkah dari hilir (bawah/selatan)
Pasukan ketiga terdiri atas kaum Ansar yang dipimpin oleh Sa’ad bin Ubadah.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah barat
Pasuka keempat terdiri atas kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah Bukit Hindi
Pada waktu itu,Rasulullah saw,berpesan agar pasukan muslim tidak memerangi,kecuali kepada orang-orang yang memerangi mereka
Keempat pasukan berjalan memasuki kota Mekkah dengan aman,kecuali pasukan Khalid bin Walid.Mereka terpaksa harus berhadapan dengan pasukan kafir yang menyerang terlebih dahulu.Pasukan kafir yang dipimpin oleh Suhail bin Amr,Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Jahal.Ketiga tokoh itulah yang merusak perdamaian Hudaibiyah dan membujuk Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza’ah.Kedua peristiwa tersebut menjadi penyebab penaklukan Kota Mekkah oleh kaum Muslimin
B.5 Problematika Dakwah yang muncul
Problematika yang dihadapi kaum muslimin berkaitan dengan kemenangan atas kota Mekkah ialah
Sikap permusuhan kaum kafir Quraisy,khususnya sejak awal da’wah
Dirusaknya perdamaian Hudaibiyah oleh Suhail bin Amr, Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Jahal
Perlawanan pasukan kafir yang dipimpin oleh Suhail bin Amr,Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Juahail terhadap pasukan Khalid bin Walid
B.6 Surah an-Nasr
Surah an-Nasr merupakan salah satu surah yang membicarakan tentang sikap seorang muslim terhadap orang non muslim
••
1. apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
B.7 Asbabul Nuzul
Surah an-Nasr trun berkaitan dengan kedatangan Rasulullah saw.bersama 12.000 pasukan muslim di Mekkah.Pada waktu itu,Rasullah saw,menugasan panglima Khalid bin Walid untuk memasuki Kota Mekkah dari dataran rendah.Karena ada pasukan kafir Quraisy yang menyerang mereka,terpaksa Khalid bin Walid menggempur pasukan tersebut.Khalid bin Walid memperoleh kemenangan yang gemilang dan berhasil melucuti senjata mereka.Hala ini membawa dampak positif.Orang-orang Quraisy berbondong-bondong masuk Islam.Pada saat itulah turun surah an-Nasr.Surah ini berisi perintah agar Rasulullah saw bersama kaum muslimin bersyukur dan bertasbih serta memohon ampun atas segala kesalahan (Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dari Ma’mar dengan sumber az-Zuhri
Penjelasan ayat
Penaklukan Kota Mekkah terjadi pada tahun Hijriyah.Rasulullah saw,membagi pasukan muslim menjadi empat
Pasukan pertama (pasukan sayap kiri) dipimpin oleh Zubair bin Awwam.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah utara
Pasukan kedua (pasukan sayap kanan) dipimpin oleh Khalid bin Walid.Mereka memasuki Kota Mekkah dari hilir (bawah/selatan)
Pasukan ketiga terdiri atas kaum Ansar yang dipimpin oleh Sa’ad bin Ubadah.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah barat
Pasuka keempat terdiri atas kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.Mereka memasuki Kota Mekkah dari arah Bukit Hindi
Pada waktu itu,Rasulullah saw,berpesan agar pasukan muslim tidak memerangi,kecuali kepada orang-orang yang memerangi mereka
Keempat pasukan berjalan memasuki kota Mekkah dengan aman,kecuali pasukan Khalid bin Walid.Mereka terpaksa harus berhadapan dengan pasukan kafir yang menyerang terlebih dahulu.Pasukan kafir yang dipimpin oleh Suhail bin Amr,Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Jahal.Ketiga tokoh itulah yang merusak perdamaian Hudaibiyah dan membujuk Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza’ah.Kedua peristiwa tersebut menjadi penyebab penaklukan Kota Mekkah oleh kaum Muslimin
B.8 Problematika Dakwah yang muncul
Problematika yang dihadapi kaum muslimin berkaitan dengan kemenangan atas kota Mekkah ialah
Sikap permusuhan kaum kafir Quraisy,khususnya sejak awal da’wah
Dirusaknya perdamaian Hudaibiyah oleh Suhail bin Amr, Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Jahal
Perlawanan pasukan kafir yang dipimpin oleh Suhail bin Amr,Safyan bin Umayyah,dan Ikrimah bin Abu Juahail terhadap pasukan Khalid bin Walid
C.Sumber Pembelajaran
C.1 Buku pemahaman Al-Quran dan Hadis untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
C.2 LKS PAI Madrasah Tsanawiyah
C.3 Juz Ammah karangan K.H.M Syafii
C.4 Buku lain yang relevan
D.Media Pembelajaran
D.1.LCD
D.2.Papan lafad surah al-Lahab 1-5 dan an-Nasr ayat 1-3
E.Metode Pembelajaran
E.1 Ceramah
E.2 Tanya jawab
E.3 Penugasan
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan pertama )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan pentingnya mempelajari materi da’wah melalui kutipan firman Allah yaitu Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeruh kepada kebajikan, menyeruh (berbuat) yang makruf, dan memcegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (Q.S.Ali ‘Imron/3:104)
Ceramah
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 25-30
2) Guru menempelkan kertas surat al-Lahab di papan tulis
3).Guru menunjuk sebagian siswa secara acak untuk membaca surah al-Lahab1-5
4). Guru menugaskan siswa untuk menulis dan menerjemahkan al-Lahab dan problematika da’wa apa saja yang terjadi dalam Surah al-Lahab
5).Guru bersama siswa mencocokan hasil dari pencarian menulis,menerjemahkan al-Lahab tentang problematika da’wah
Penugasan
Sord card
Drill
Penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung meliputi kelemahan,kelebihan,maupun kesulitan yang dihadapi oleh siswa
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap
Semangat belajar Ceramah dan tanya jawab 20 menit
Skenario Pembelajaran (pertemuan kedua )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan pentingnya mempelajari materi da’wah melalui kutipan firman Allah yaitu Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeruh kepada kebajikan, menyeruh (berbuat) yang makruf, dan memcegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (Q.S.Ali ‘Imron/3:104) Ceramah
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 25-30
2) Guru menempelkan kertas surat an-Nasr di papan tulis
3).Guru menunjuk sebagian siswa secara acak untuk membaca surah an-Nasr ayat 1-3
4). Guru menugaskan siswa untuk menulis dan menerjemahkan surah an-Nasr problematika da’wa apa saja yang terjadi dalam surah al-Lahab
5).Guru bersama siswa mencocokan hasil dari pencarian menulis,menerjemahkan an-Nasr tentang problematika da’wah
Penugasan
Sord card
Drill
Penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung meliputi kelemahan,kelebihan,maupun kesulitan yang dihadapi oleh siswa
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap
Semangat belajar Ceramah dan tanya jawab
G.Penilaian
G.1 Teknik: Tes tulis
G.2 Bentuk;pertanyaan tulis
G.3 Bentuk Instrumen
a.Tulis dan terjemahkan surah al-Lahab dan an-Nasr
b.Carilah 5 problematika da’wah yang muncul dalam surah al-Lahab dan an-Nasr
G.4 Pedoman penilaian
1) jawaban sempurna (5) nilai 100
2) jawaban kurang sempurna (4) nilai 90
3) jawaban tidak sempurna nilai(3) nilai 70
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip:19706142000032002 NIM :07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 7
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surat pendek pilihan dalam kehidupan tentang problematika dakwa
Kompetensi Dasar :menerapkan kandungan Surah Al-Lahab dan An-Nasr dalam kehidupan sehari-hari
Indikator Hafalan Surat Al-Lahab dan An-Nasr
Waktu : 4 x 40 menit
A.Tujuan Pembelajaran
A.1Mampu membaca surah al-Lahab dan an-Nasr dengan baik dan benar
B.Materi Pembelajaran
B.1 Surah al-Lahab
•
B.2 Surah an-Nasr
••
C.Sumber Pembelajaran
C.1Buku pemahaman Al-Quran dan Hadis untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
C.2 LKS PAI Madrasah Tsanawiyah
C.3 Juz Ammah karangan K.H.M Syafii
C.4 Buku lain yang relevan
D.Media Pembelajaran
D.1 Papan lafad surah al-Lahab dan an-Nasr
E.Metode Pembelajaran
E.1 Ceramah
E.2 Tanya jawab
E.3 Penugasan
F.Skenario pembelajaran ( pertemuan pertama )
No Kegiatan Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin Ceramah 20 menit
2 Kegiatan inti
1). Guru menyuruh siswa membaca materi hal 28-29 selama kurang lebih 15 menit
2). Guru memanggil siswa menurut no absen Kemudian siswa di suruh hafalan/membaca surah al-Lahab dan an-Nasr
penugasan 40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi i
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan tanya jawab 20 menit
F.Skenario pembelajaran ( pertemuan kedua )
No Kegiatan Metode Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin Ceramah 20 menit
2 Kegiatan inti
1). Guru memanggil siswa yang belum dipanggil pada pertemuan yang lalu/kemarin
penugasan 40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi i
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan tanya jawab 20 menit
G.penilaian
G.1 Teknik = Tes lesan
G.2 Bentuk = Pertanyaan lesan
G.3 Instrument
a) Menghafal surat al-Lahab dan surat an-Nasr
No. Nama siswa Kemampuan Membaca
1 1 2 3 4 5
dst
Keterangan: Skor Test Lisan
1. Membaca lancar dan baik = 80 – 90 = A
2. Membaca lancar kurang baik = 70 – 79 = B
3. Membaca terbata-bata = 60 – 69 = C
4. Membaca terbata-bata dengan bantuan guru = 50 – 59 = D
5. Tidak dapat membaca = kurang dari 50 = E
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip19706142000032002 NIM 07110102
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 8
Sekolah : MTs Negeri Tumpang
Mata Pelajaran : Al-Quran dan Hadis
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi :Menerapakan Al-Qur’an surat pendek pilihan dalam kehidupan tentang problematika dakwa
Kompetensi Dasar menerapkan kandungan Surah Al-Lahab dan An-Nasr dalam kehidupan sehari-hari
Indikator :Mencari contoh-contoh perbuatan yang menolak ajaran Rasulullah
;Menunjukkan cara Allah memberi pertolongan
:Mengidenfikasi pertolongan Allah dan yang bukan pertolongan Allah
:Mencari contoh pertolongan Allah yang terjadi saat ini
Waktu : 4 x 40 menit
A.Tujuan Pembelajaran
A.1Mampu mencari contoh-contoh perbuatan yang menolak ajaran Rasulullah
A.2 Mampu menunjukkan cara Allah memberi pertolongan
A.3Mampu mengindentifikasi pertolongan Allah dan yang bukan pertolongan Allah
A.4 Mampu mencari contoh pertolongan Allah yang terjadi saat ini
B.Materi Pembelajaran
Da’wa ialah menyeruh agar mau melaksanakan ajaran islam dan menjahui larangan-larangannya. Dalama berda’wa,diperlukan langkah-langkah khusus sesuai dengan objek dakwa yang dihadapi.untuk itu para da’I harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum berdakwa
Dakwa islam mempunyai ciri khas yang berbeda dengan agama lain, Dalam islam,dakwa tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tertentu. Dakwa wajib dilakukan oleh setiap orang Islam.Hal ini telah dibuktikan sejak zaman Nabi Muhammad saw,hingga sekarang.
B.1 Dakwah
Menurt bahasa ,dakwa berarti ajakan,seruan dan panggilan.Menurut istilah islam da’wa berarti setiap kegiatan yang bersifat menyeruh,mengajak,dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah swt. Sesuai garis aqidah,syariat dan akhlak islamiah. Orang yang berdakwah disebut dai,sedangkan orang yang menjadi objek da’wah disebut mad;u
Dalam kehidupan sehari-hari,antara dakwa dan tablig diartikan sama.Hal ini disebabkan tujuan kedua kegiatan tersebut sama,yaitu mengajak orang agar mau mengamalkan ajaran islam
Allah swt.Memerintahkan kita berda’wah,diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini
•
dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.Dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Selain menjelaskan tentang perintah berda’wah,ayat diatas menjelaskan bentuk-bentuk da’wa,yakni amar ma’ruf nahi munkar.Amar ma’ruf berarti menyuruh berbuat makruf(kebaikan) sedangkan nahi munkar berarti mencegah dari perbuatan mungkar.Pada kenyataan,da’wah pada masa sekarang lebih banyak pada amar ma’ruf
B.2 Menerapka Kandungan Surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan Sehari-hari
Sebagai seorang muslim,setelah memahami surah al-Lahab dan an-Nasr hendaknya siswa-siswi mampu menerapkan kandungan kedua surah tersebut.Diantaranya penerapan kedua surah tersebut dalam kehidupan sehari-hari ialah :
1. Senantiasa berdakwa meskipun menghadapi rintangan,sebagaimana yang dihadapi Rasulullah Saw
2. Melakukan hijrah apabilah masyarakat yang menjadi objek dakwah sudah tidak bisa diharapkan,sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw
3. Bersabar diri menghadapi sikap tidak bersahabat dari objek da’wah,sebagaimana Rasulullah saw. Menghadapi cemoohan Abu Lahab dan anak buahnya
4. Pandai-pandai menjaga diri agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacuhan di masyarakat sesuai pesan Rasulullah saw. Kepada pasukan muslim yang memasuku kota Mekkah
5. Siap berkorban dalam membela islam dan menjaga wibawa kaum muslimin,sebagaimana yang dilakukan Khalid bin Walid dalam menghadapi pasukan kafir Qurasy
C.Sumber Pembelajaran
C.1 Buku pemahaman Al-Quran dan Hadis untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah terbitan PT.Tiga Serangkai Solo
C.2 LKS PAI Madrasah Tsanawiyah
C.3 Buku lain yang relevan
D.Media Pembelajaran
D.1 Peta konsep
D.2 Short card
D.3 gambar
E.Metode Pembelajaran
E.1 Ceramah
E.2 Tanya jawab
E.3 Penugasan
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan pertama )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Ansr dalam kehidupan sehari-hari
Ceramah
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 25-31
2).Guru meminta siswa mencari cintoh-contoh perbuatan yang menolak ajaran Rasulullah saw,cara member pertolongan dan mencari pertolongan Allah yang terjadi saat ini
penugasan
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat Ceramah dan tanya jawab 20 menit
F.Skenario Pembelajaran (pertemuan kedua )
NO Langkah Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1).Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2).Guru menanyakan kabar siswa dan mengabsen
3).Guru merefleksi materi yang kemarin
4).Guru menjelaskan materi yang akan di pelajari yaitu menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Ansr dalam kehidupan sehari-hari
20 menit
2 Kegiatan Inti
1).Guru meminta siswa untuk membaca materi dalam LKS hal 25-31
2).Guru menunjuk seorang siswa untuk membuat peta konsep yang sangat sederhana tentang menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari
3).Guru menugaskan sebagian siswa secara acak untuk mencari gambar tentang menerapkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari
4).Guru bersama siswa mencocokan hasil gambar yang ditempelkan di kertas /papan tulis
5).Guru menyimpulkan kandungan surah al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari
40 menit
3 Penutup
1).Guru bersama siswa merefleksi hasil pembelajaran yang baru saja berlangsung
2).Guru memberikan tugas kepada siswa
3).Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
Siswa hari ini dan memotivasi siswa untuk tetap bersemanga
Semangat
20 menit
G. Penilaian
G.1 Teknik: Tes tulis
G.2 Bentuk;pertanyaan tulis
G.3 Bentuk Instrumen
a) Buatlah peta konsep tentang menerapkan surah al-Lahab dan an-Nasr tentang menerapkan kandungan da’wah dalam kehidupan sehari-hari
G.4 Pedoman Penilaian
1) Peta konsep sempurna nilai 100
2) Peta konsep kurang sempurna 90
3) Peta konsep tidak sempurna 70
b) Setiap nomor betul di skor 1
1) skor maksimal 10
2) Nilai siswa = SKOR PEROLEHAN ×100
SKOR MAKSIMAL
Guru Pamong Guru praktikan
Fatonah Sulistyowati S.pdI M Imron R
Nip:19706142000032002 NIM :07110102
BAB II
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Pertemuan I
Pertemuan pertama terlaksana pada hari sabtu tanggal 29 Januari 2011 , pada pertemuan ini merupakan pertemuan awal praktikan di MTs Negeri Tumang di kelas VII D. Dalam pertemuan pertama ini sebelum memulai pada materi diisi dengan perkenalan dengan siswa. Karena ketepatan praktik di kelas VII D , maka pada hari itu juga saya memperkenalkan diri kepada siswa/siswi dan juga mereka memperkenalkna diri satu persatu dengan cara berdiri di bangku mereka masing-masing dan memperkenalkan nama dan alamat. Dan pada pertemuan ini setelah perkenalan selesai, maka langsung pada proses belajar mengajar. Karena gambaran materi yang akan disampaikan sudah dipaparkan oleh bu Fatona Sulistyowati selaku guru Al-Qur’an Hadist dikelas D atau guru pamong, maka materi langsung disampaikan ke siswa/siswi
Proses belajar mengajar dimulai dan langsung masuk ke materi dan materi pertama tentang Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun. Pada materi ini siswa/siswi mengikuti dengan baik, dan mereka terlihat mendengar dengan seksama dan tidak ramai. Dan bahkan salah satu siswa/siswi yang memeliki antusiasme lebih tinggi dari siswa/siswi yang lainnya akan merespon penjelasan yang mereka tidak pahami dengan menyela penjelasan dan langsung melempar pertanyaan tentang apa yang tidak mereka pahami tersebut.
Pada proses belajar dalam bentuk kelompok dengan cara membagi kertas yang berisi kategori yang sama untuk 9 siswa/siswi, terlihat antusiasme siswa/siswi untuk mencari pasangan kelompok mereka dan segera membuat lingkaran, meskipun terlihat ada beberapa siswa khususnya siswi yang masih malu untuk berkumpul dengan teman siswa mereka.Namun ketika mereka berkumpul terlihat kekompakan mereka untuk mencari jawaban dari pertanyaaan yang telah dijelaskan dengan berdiskusi bersama teman kelompok masing-masing.
Setelah proses belajar mengajar berlangsung sekitar 80 menit dengan menggunakan metode ceramah singkat, card sort, peta konsep ( maping ) dan Tanya jawab. Guru mengulas kembali materi secara singkat dan kemudian menutup pelajaran.
B. Pertemuan II
Pada pertemuan kedua tanggal 5 Februari 2011, materi yang disampaikan adalah topic Menghafal surah al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang mim sukun dalam proses kegiatan pembelajaran tersebut semua siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran karena materinya menghafal surah al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang mim sukun Dalam materi ini sebagian siswa sudah lancar dan benar dalam membaca al-qur’an dan melafalkannya. Evaluasinya bagus, Karena ada sebagian siswa sudah hafal dan mengerti bacaan mim sukun dan pada kali ini guru menggunakan metode Shord Card, metode tanya jawab
Proses belajar mengajar pada pertemuan kali ini sebagaian siswa lebih ramai dengan berbicara sendiri dengan teman sebangkunya, sehingga guru banyak mengingatkan siswa untuk tidak berbicara yang tidak sesuai dengan materi. Namun banyank siswa/siswi yang merespon dengan baik ketika mendapat perintah untuk maju kedepan kelas. Setelah proses menghafal selesai salah satu dari perwakilan siswa maju untuk menjelaskan kedepan, dan guru memberikan kesimpulan akhir. Dan beberapa siswa bertanya mengenai apa yang tidak mereka pahami. Dan evaluasi berjalan dengan baik. Setelah evaluasi selesai guru menutup pelajaran dan mengingatkan siswa utnuk tidak lupa belajar tentang materi yang sudah disampiakn atau belum disampaikan.
C. Pertemuan III
Pada pertemuan ketiga ini tanggal 12 Februari 2011,SK 1 selesai sehingga digunakan evaluasi guru memberikan ulangan bab 1 tentang membaca surah pendek pilihan dengan durasi waktu 80 menit dengan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Pada saat evaluasi/ ulangan harian berlangsung siswa/siswi bersikap tenang, namun masih ada beberapa anak yang sibuk dengan bertanya kepada temannya, namun jika di beri peringatan langsung bersikap diam
D. Pertemuan ke IV
Pada pertemuan ke empat terlaksana pada tanggal 19 Februari 2011 dan pada pertemuan ini membahas tentang materi memahami isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi. Pada pertemuan kali ini siswa terlihat lebih bersemangat dari pertemuan ke III, siswa/siswi banyak yang antusias untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Terlihat banyaknya respon (bertanya) siswa/siswi ketika guru menjelaskan materi tentang memahami isi kandungan surah al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi, karena saya menggunakan media short card. Dengan cekatan mereka mencocokkan antara dalil dan artinya sesuai dengan kategori yang ada. Setelah mereka menemukan pasangan antara dalil dan artinya, mereka menempelkannya di papan tulis, dan meletakkannya pada kategori yang telah lebih dahulu ditempelkan di papan tulis. Setelah selesai, saya mulai menjelaskan tentang maksud dan pengertian dari dalil-dalil yang telah mereka cocokkan sebelumnya.Guru mengulas kembali materi secara singkat dan kemudian menutup pelajaran
E. Pertemuan ke V
Pada pertemuan ke lima terlaksana pada tanggal 26 Februari 2011, dan pada pertemuan ini membahas memahami keterkaitan isi kandungan surah al-Bayyinah dan al-Kafirun tentang membangun kehidupan antar umat beragama dalam fenomena kehidupan. Dalam proses pembelajaran kondisi siswa dikelas VII-D saat itu ramai akan tetapi ketika guru praktikan masuk ke dalam kelas para siswa bisa tenang dan siap mengikuti pelajaran pada hari itu. Setelah salam salam guru praktikan tidak langsung memberikan materi. Guru praktikan memberikan game untuk menguji konsentrasi siswa. Dengan cara ini dapat berjalan lancar dan siswa menjadi senang dan antusias dalam mengikuti pelajaran. Suasana kelas sangat kondusif siswa tidak terlihat bosan di kelas dan siap untuk memulai pelajaran. Siswa disuruh membaca dan mencoba memahami materi sebisa mungkin terlebih dahulu kurang lebih 15 menit. Setelah itu guru menggunakan metode Shord Card dan metode peta konsep kepada siswa. Dengan cara demikian siswa dituntut aktiv di dalam kelas. Setelah siswa menjawab guru memberi tanggapan sekaligus menerangkan materi sesuai pertanyaan yang diajukan kepada siswa.Karena materi pelajaran agak sulit banyak siswa yang kurang memahami pelajaran tentang materi yang disampaikan guru
F. Pertemuan ke VI
Pertemuan ke VI ini terlaksana pada tanggal 12 Maret dan pada pertemun ini membahas tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajaran ini siswa belum bisa menerima pelajaran lagi, karena banyak yang mengeluh capek habis ulangan. Suasana di kelas pun masih belum terkondisi, ada yang mondar mandir, ngobrol sendiri, dan ada yang tidur-tiduran. Akan tetapi guru bisa mengkondisikan semua siswa untuk memulai pelajaran lagi. Setelah guru menjelaskan materi siswa mulai berantusias untuk bertanya karena kali ini membahas tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode Shord Card dan metode information search Guru mengulas kembali materi secara singkat dan kemudian menutup pelajaran.
G. Pertemuan ke VII
Pada pertemuan ketiga ini tanggal 19 Maret 2011,SK 2 selesai sehingga digunakan evaluasi guru memberikan ulangan bab 2 tentang menerapkan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang toleransi dengan durasi waktu 80 menit dengan 10 soal essay. Pada saat evaluasi/ ulangan harian berlangsung siswa/siswi bersikap tenang, namun masih ada beberapa anak yang sibuk dengan bertanya kepada temannya, namun jika di beri peringatan langsung bersikap diam
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam kegiatan proses pembelajaran dan hasil usaha di atas dapat disimpulkan bahwa:
1) Dalam proses kegiatan belajar mengajar atas pembelajaran akan terlaksana dengan baik, apabila selalu ada interaksi dan komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik.
2) Penggunaan media dan metode yang tepat dalam kegiatan pembelajaran adalah kunci keberhasilan penyampaian materi yang dilakukan dalam proses kegiatan belajar sehingga dapat diserap oleh peserta didik dengan baik.
3) Dalam setiap kegiatan pembelajaran seorang pendidik harus mempunyai perencanaan dan persiapan dalam pengelolaan kelas untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam kegiatan pembelajaran.
B. Saran
Untuk menunjang proses pembelajaran yang meningkatkan keefektifan pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadist pengaturan kondisi kelas harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) Variasi metode pembelajaran, dengan adanya variasi metode pembelajaran efektifitas pembelajaran akan lebih tercapai
2) Interaksi, dengan adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik arah pembelajaran dikelas akan lebih variatif dan efektif.
3) Referensi atau bacaan yang memadai agar mudah memahami materi.
Demikianlah laporan kegiatan pembelajaran pada PPL II UIN Maulana Malik Ibrahim Malang fakultas Tarbiyah MTs N Tumpang. Dengan adanya PPL II ini semoga proses transfer knowledge dan penggunaan media pendidikan yang terbaru dan pengayaan pengalaman dapat terlaksana dengan baik. Dan akhirnya penulis mengharapkan adanya saran konstrutif dalam membuat laporan agar lebih baik.
BAB MIM SUKUN
Sebelum mengerjakan baca doa dahulu
Berilah tanda silang (X) pada hruf a,b,c,atau d di depan jawaban yang paling benar!
1. Menurut bahasa,tajwid berarti……………
a. membenarkan
b. membaguskan
c. menyelamatkan
d. menerapkan
2. Ilmu tajwid menekankan pada…………
a. Lagu bacaan
b. Teori bacaan yang benar
c. Kemerduan bacaan
d. Kecepatan membaca
3. Hukum mempelajari hukum tajwid ialah……….
a. Fardu kifayah
b. Fardu ain
c. Sunah
d. Mubah
4. Idham mimi sering juga disebut……………
a. Idham mutajanisain
b. Idham mutaqaribain
c. Idham mutamasilain
d. Idham bigunnah
5. Hukum bacaan mim sukun yang bertemu huruf hijaiyah ada………….
a. Dua c. lima
b. Tiga d. enam
6. Berikut ini lafal yang mengandung bacaan idham mimi ialah…………
a. اضر ب بعصا ك
b. يلهث ذ لك
c. هم بعذا ب
d. لهم مغفرة
7. Mim sukun dalam lafal اموا لهم dibaca…………….
a. samar-samar
b. mendengung
c. jelas
d. memantul
8. Dalam membaca idgam mimi harus dengan…………………..
a.samar-samar c.jelas
b.mendengung d.memantul
9. Mim sukun dalam lafalا موا لهم dibaca……………………………..
a. jelas c. membalik
b. samar-samar d. mendengung
10. Yang termasuk huruf ikhfak syafawi ialah……………………..
a. م c.و
b. ب d.ث
11. Lafal-lafal berikut ini yang mengandung bacaan ikfak syafawi ialah……..
a.ويمكرون
b.ما لهم به
c.لكم دينكم
d.كعصف ماكول
12. Pada saat mengucapkan bacaan izhar syafawi,posisi bibir………
a. rapat dengan mendengung c. agak menjorok
b. rapat tanpa mendengung d. terbuka
13. Dalam membaca ayat Al-Quran, panjang pendeknya bacaan………………….
a. Menjadikan bacaan lebih indah c. mempengaruhi arti
b. Menurut napas pembaca d. merupakan cirikhusus
14. Ilmu tajwid besar artinya dalam membaca Al-Quran karena………………
a. Dengan ilmu tajwid,bacaan menjadi merdu
b. Dengan ilmu tajwid,seseorang paham tata cara membaca Al-Quran
c. Tanpa ilmu tajwid,orang tidak akan mengenal tulisan Arab
d. Dengan ilmu tajwid,bacaan Al-Quran menjadi benar
15. Lafal dibawa yang mengandung bacaan izhar syafawi ialah……
a.انعمت
b.الحمد
c.وما هم بمؤ منين
d.ولهم عذاب
B. Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan benar!
1.Mengapa dalam membaca Al-Quran diperlukan ilmu tajwid?
2.Ada berapa Jumlah hukum bacaan izhar syafawi yang terdapat pada ayat di bawah ini dan sebutkan?
•
3.Ada berapa hukum bacaan mim sukun?sebutkan!
4.Berilah tiga contoh bacaan yang mengandung idgam mimi!
5.Bagaiman membaca idgam mimi?
Selamat mengerjakan!!!!!!
NB: Soal tidak boleh dicoret-coret
Selesai mengerjakan, soal harap dikembalikan lagi
PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
SEMESTER / TAHUN PELAJARAN : GENAP / 2010/2011
A. PERBAIKAN
NO. Kelas/ Semester Jumlah Siswa SK/KD Pelaksanaan KET
1 VII A 12 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Individu mengerjakan soal yang sama individu
2 VII B 14 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Individu mengerjakan soal yang sama individu
3 V II C 21 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Individu mengerjakan soal yang sama individu
4 VII D 21 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Individu mengerjakan soal yang sama individu
B. PENGAYAAN
NO. Kelas/ Semester Jumlah Siswa SK/KD Pelaksanaan KET
1 VII A 15 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Mengerjakan LKS individu
2 VII B 16 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Menegrjakan LKS individu
3 V II C 9 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Menegrjakan LKS individu
4 VII D 9 Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam surah al-Bayyinah dan al-Kafirun Menegrjakan LKS individu
Mengetahui,
Guru Pamong Guru Praktikan
ANALISIS HASIL BELAJAR
PELAJARAN :Al-Qur'an Hadis POKOK PEMBAHASAN : Mim Sukun
KELAS : VII /A SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG No soal Uraian Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R P
1 AFIF MAMDANI 58,5 v
2 AGUS UMAR SAID 65,7 v
3 AHMAD MUBARAOK 70 v
4 ALVINA NURUL IZZA 70 v
5 ANIQUROIFAH 70 v
6 AYU RIZKI CAHYANI 77,5 v
7 AZZA LAUINDANA F R 77,5 v
8 BASORI 82,5 v
9 BAYU ABI PAMUNGKAS 85 v
10 CHASIB IDRIS 75 v
11 DEVIT IIM NOR KHSNAH 6,7 v
12 DEWI WULANSARI 61,5 v
13 DIMYATHI ACMAD AN 57 v
14 FEMY ANDRIANI PUTRI 75 v
15 GITA RAHAYU 63,5 v
16 HENDRI RIZALIL ULUM 53,5 v
17 IFA MASRUFAH 32 v
18 IHSANIA YULITA NOTRI 73,5 v
19 M RIZAL A 46 v
20 MOH SAIFIL HADI 58,5 v
21 MOH YUSRIL IZZA M 63,5 v
22 MUHAMMAD SYARUL H 82,5 v
23 NIMATUS SHOLLIKHAH 77,5 v
24 NOVA LUCKY AFANDI 49,5 v
25 SAIFUDIN ZUHRI 77,5 v
26 SAMSUL ADZIM 70 v
27 SINTA NURDIANA N 53,5 v
28 ILHAM AL IKHSAN 73,5 v
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Jumlah Benar
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) 12 16
ANALISIS HASIL BELAJAR
PELAJARAN : Al-Qur'an Hadis POKOK PEMBAHASAN : Mim Sukun
KELAS : VII /B SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG No soal Uraian Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 R P
1 AHMAD NUR M x x x x x x 74,5 v
2 ANI NUR ALFIANTI x x x x x x 67,5 v
3 AZZATUS SHOLIKHA x x x x x x x x 60 v
4 DEWI RATNA SARI x x x x x x x 65 v
5 FARIZ SETIAWAN L x x x x x x x 66,5 v
6 HADI KUSUMA x x x x x x x x x x x 49 v
7 INSIYAH x x x x 75 v
8 KENTY RATNA SARI x x x x x 76 v
9 LAILATIL AZIZAH x x x x x x 66 v
10 M ANTON HADIANTO x x x x x x x 55 v
11 M ARIF MUZAQI x x x x x x 68,5 v
12 M RIZKI ZUNAIDI x x x x x x x x x x x x x 39 v
13 M SAHRUL HERMAWAN x x x x x x 68,5 v
14 MARCELINO x x x x x 70 v
15 MIFTAKHUL ALIM x x x x x x 68,5 v
16 MOKHAMAD ZUDA M x x x x x x 70 v
17 MUHAMMAD ARIF H x x x x 67 v
18 MUHAMAD NASRULLAH x x x x x 67,5 v
19 MUHAMAD WILDAN M x x x x x x x x x x x x x 34,5 v
20 MUHAMAD AUVA R x x x x x 72,5 v
21 MUNJIDATUS SAADAH x x x x x x x x 58,5 v
22 NAIFATUL HIKMAH x x x x x 76 v
23 NURUL HUDA x x x x x x x x x 51 v
24 RIZKI HIDAYAT x x x x x x x x x 50,5 v
25 SITI AZIZA x x x x x x x x 58,5 v
26 SITI MUNAWAROH x x x x x x 63,5 v
27 SITI NUR ALIFAH x x x x 80 v
28 SOFIAN SAURI x x x x x x x x 58,5 v
29 SRI KHAMIDAH x x x x x x x 66 v
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Jumlah Benar 20 3 9 2 3 2 26 27 7 6 13 19 21 16 1 4 2 5 14
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) SL MD MD MD MD MD SL SL MD MD MD SL SL MD SL MD MD MD MD SL 14 15
ANALISIS HASIL BELAJAR
pelajaran : Al-Qur'an Hadist POKOK PEMBAHASAN : Mim Sukun
KELAS : VII/ C SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG No soal Uraian Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R P
1 ANA HAYBATUS S x x x x x x x x x 57 v
2 ANDIKA RIZKI PUTRA P x x x x x x x x x x 60 v
3 ARIFUDIN x x x x x x x x 58,5 v
4 CANDAR SETIAWAN x x x x x x x x x x x x 35,5 v
5 FITROTUL AZIZAH x x x x x x x x x x x 54,5 v
6 HERU SETIAWAN x x x x x x x 63 v
7 ISMI WAHYULIANI x x x x x x 68,5 v
8 KHONITATUL KHASANA x x x x x x x 58,5 v
9 KURMIAWAN x x x x x x x x 57,5 v
10 LISA AFIKA F
11 LUKMANUL HUDA x x x x x 72,5 v
12 M SAIFUDIN ZUHRI x x x x x x x 63,5 v
13 M SIFAK MASHUDI x x 90 v
14 MAR'ATUR R x x x x x x 57,5 v
15 MUCHAMAD ZAINUR R x x x x x x 67,5 v
16 MUHAMAD BADRUS Z x x x x x x x x x x 53 v
17 MUHAMAD BY DHOFI x x x x x x 70 v
18 MUHAMAD FAIS AL F x x x x x x x x x x x x x 32 v
19 MUHAMAD YASKUR x x x x x x x 62,5 v
20 MUHAMAD SOFIAN HADI x x x x x x x 57 v
21 RIKA ISTIYAWATI x x x x x x x x 61 v
22 RISKI MEI WULANDARI x x x x x 70 v
23 SIGIT TRI WAHYUDI x x x x x x x x x 50 v
24 SITI QOMARIYAH DWI x x x x x x x 62,5 v
25 SOFIATUL MUTOHARO x x x x x x x 62,5 v
26 SONI WIJAYA x x x x x x x x x 60 v
27 SOVIN DAHNI ROLLIS x x x x x x x x x x x 45,5 v
28 WINASIH x x x x x x 70 v
29 ROHMATULLAH x x x x x 75 v
30 NUR CAFID 50 v
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Jumlah benar 32 2 17 1 11 8 19 15 9 10 14 22 13 3 11 1 2 6 8 10
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) SL MD SL MD MD MD SL SL MD MD MD MD MD MD MD SD SD SD SD SD 21 9
ANALISIS HASIL BELAJAR
pelajaran : Al-Qur'an Hadist POKOK PEMBAHASAN : Mim Sukun
KELAS : VII/ D SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG No soal Uraian Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 R P
1 A MISBACHUDIN AZIZ × × X X X X X X X X X 45,5 v
2 ADELIA MUTIARA F X X X X X X 67,5 v
3 ALFIAN WAHYU P X X X X X X X X 58,5 v
4 ALFIN NUR HUDA X X X X X X 65 v
5 DEWI RAHMAWATI X X X X X X X 66 v
6 FENDI ARIANTO X X X X X X X X X X X 42 v
7 HALIMATUS SADIKYA X X X X X X X X X X 38,5 v
8 HARDIAN BAYU IRAWAN X X X X X X 60 v
9 IZZATUL FITRI X X X X X X X X 60 v
10 M ABDUL KARIM X X X X X X 63,5 v
11 M AL ANAM H X X X X X X X X X X X X 38,5 v
12 M KHOIRUL HUDA X X X X X X 68,5 v
13 MAFRUKHATUL KHASAN X X X X X X 70 v
14 MEFI OKTAVIA PUTRA
15 MOHAMAD BAHRUL A.R X X X X X X X X X X 49,5 v
16 MUHAMAD HANIF N R X X X X X X X X X X X X X X X 30 V
17 MUHAMAD CHIIRUL R X X X X X X X X X X 47 v
18 MUHAMAD IWAN H X X X X X X X X X 48,5 v
19 MUHAMAD MUDHOFAR X X X X X 77 v
20 MUHAMAD NUR RIZKI X X X X X X X X X X 53 v
21 NAFIATUL UMMAH
22 NOVI WULAN SARI X X X X X X X 61 v
23 PRADANA ADITYA X X X X X X 60 v
24 SANDIK IRAWAN X X X X X X X X X X 47,5 v
25 TITIN YUNINGSIH X X X X X X X 65 v
26 VINA MESTIANTI X X X X X X X 66 v
27 ZAINAL KHOSIIN X X X X X X X X X X X 42 v
28
29
30
Jumlah benar 21 1 20 2 10 8 19 15 9 10 14 22 13 3 11 1 2 6 8 10
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) SL MD SL MD MD MD SL SL MD MD MD MD MD MD MD MD MD MD MD MD 21 9
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII A Mim Sukun
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 AFIF HAMDANI L 8 7 11 58,5
2 AGUS UMAR SAID L 5 5 13 67,5
3 AHMAD MUBAROK NH L 7 5 17 67
4 ALVINA NURUL IZZA P 8 8 17 70
5 ANIQURIFAH P 8 8 18 75
6 AYU RIZKI CAHYANI P 8 8 12 77,5
7 AZZA LAU’INDANA F S P 8 8 15 77,5
8 BASORI L 8 7 11 82,5
9 BAYU ABI PAMUNGKAS L 8 7 16 85
10 CHASIB IDRIS L 7 7 17 75
11 DEVIT IIM NOR KHASANAH P 7 7 11 -
12 DEWI WULAN SARI P 8 8 15 61,5
13 DIMYATI ACHMAD L 8 8 15 57
14 FEMY ANDRIANI PUTRI P 8 7 16 75
15 GITA RAHAYU P 8 8 17 67,5
16 HENDRI RIZALUL ULUM L 7 7 11 53,5
17 IFA MASRUFAH P 8 8 13 32
18 IHSHANIA YULITA NATORY P 8 8 16 73,5
19 M RIZAL A L 8 8 15 46
20 M SAFUL HADI L 8 7 16 67
21 M YUSRIL IHZA MAULANA L 8 8 16 62,5
22 M SAHRUL HIDAYAT L 8 7 17 82,5
23 NIKMATUS SHOLIKHA P 8 8 17 77,5
24 NOVA LUCKY A L 8 6 15 49,5
25 SAIFUDIN ZUHRI L 8 8 17 77,5
26 SAMSUL ADZIM L 8 8 16 70
27 SINTA NURDIANA NUR HADI P 8 8 16 67
28 ILHAM AL-IKHSAN L 8 7 11 73,5
29
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
ABSENSI KELAS VII A
MTs N Tumpang
SEMESTER Genap
NO Induk NAMA PERTEMUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 AFIF HAMDANI . . . . . . .
2 AGUS UMAR SAID . . .I S. I. . . .
3 AHMAD MUBAROK .A . . . . .
4 ALVINA NURUL IZZA . . . . . . . .
5 ANIQURIFAH . . . . . . . .
6 AYU RIZKI CAHYANI . . . . . . . .
7 AZZA LAU’INDANA F S . . . . . . . .
8 BASORI . . . . . . . .
9 BAYU ABI PAMUNGKAS . . . . . . . .
10 CHASIB IDRIS . A . . . . .
11 DEVIT IIM NOR KHASANAH . .S . . . . . .
12 DEWI WULAN SARI . . . . . . .
13 DIMYATI ACHMAD . . . . . . .
14 FEMY ANDRIANI PUTRI . . . . . . . .
15 GITA RAHAYU . . . . . . .
16 HENDRI RIZALUL ULUM . .S . .
17 IFA MASRUFAH . . . . . . . .
18 IHSHANIA YULITA NATORY . . . . . . . .
19 M RIZAL A . . . . . . . .
20 M SAFUL HADI . . . . . . . .
21 M YUSRIL IHZA MAULANA . . . . . . .
22 M SAHRUL HIDAYAT . . . . . . .
23 NIKMATUS SHOLIKHA . . . . . .
24 NOVA LUCKY A . . . . . . . .
25 SAIFUDIN ZUHRI . . . . . .
26 SAMSUL ADZIM . . . . . . .
27 SINTA NURDIANA NUR HADI . . . . . . . .
28 ILHAM AL-IKHSAN . . . . . . . .
29 . . . . . . . .
30 . . . . . . . .
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII B Mim Sukun
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 AHMAD NUR MUTOLIB L 8 8 2 11 74,5
2 ANI NUR ALFIANTI P 8 8 3 11 75
3 AZZATUS SHOLIKHA P 8 7 3 17 67
4 DEWI RATNA SARI P 7 7 3 17 67
5 FARIS SETIAWAN L L 8 7 17 67
6 HADI KUSUMA L 7 6 8 49
7 INSIYAH P 8 8 4 16 75
8 KENTY RATNA SARI P 8 8 4 16 76
9 LAILATUL AZIZAH P 7 7 2 16 67
10 M ANTON HADIANTO L 8 8 2 17 67
11 M ARIF MUZAQI L 8 7 2 16 68,5
12 M RIZKI JUNAIDI L 8 8 16 67
13 M SAHRUL HERMAWAN L 8 8 2 15 68,5
14 MARCELINO L 7 6 2 10 70
15 MIFTAKHUL ALIM L 8 8 17 68,5
16 M ZUDA MARTA L 8 7 17 70
17 M ARIF HIDAYATULLAH L 8 7 10 67
18 M NASRULLAH L 8 7 2 14 67,5
19 M WILDAN M L 8 7 3 10 67
20 M AUVA ROMADHON L 8 8 4 17 72,5
21 MUNJIDHATUS SA’ADAH P 8 7 4 14 67
22 NAIFATUL HIKMAH P 8 7 4 17 76
23 NURUL HUDA L 7 8 10 67
24 RIZKI HIDAYAT L 5 5 2 10 50,5
25 SITI AZIZAH P 8 8 4 16 67
26 SITI MUNAWAROH P 8 7 4 16 67
27 SITI NUR ALIFAH P 8 8 3 17 80
28 SOFIAN SAURI L 8 7 4 17 67
29 SRI KHAMIDAH P 8 8 2 17 67
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
ABSENSI KELAS VII B
MTs N Tumpang
SEMESTER Genap
NO Induk NAMA PERTEMUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 AHMAD NUR MUTOLIB . . . . . . .
2 ANI NUR ALFIANTI . . . . . . . .
3 AZZATUS SHOLIKHA . . . . . .
4 DEWI RATNA SARI . . .S . . . . .
5 FARIS SETIAWAN L . . . . . . . .
6 HADI KUSUMA . . . . . . . .
7 INSIYAH . . . . . . . .
8 KENTY RATNA SARI . . . . . . . .
9 LAILATUL AZIZAH .S . . . . . . .
10 M ANTON HADIANTO . . . . . .
11 M ARIF MUZAQI . . . . . . . .
12 M RIZKI JUNAIDI . . . . . . .
13 M SAHRUL HERMAWAN . . . . . . .
14 MARCELINO . . . .S . . . .
15 MIFTAKHUL ALIM . . . . . . .
16 M ZUDA MARTA . . . .
17 M ARIF HIDAYATULLAH . . . . . . . .
18 M NASRULLAH . . . . . . . .
19 M WILDAN M . . . . . . . .
20 M AUVA ROMADHON . . . . . . . .
21 MUNJIDHATUS SA’ADAH . . . . . . .
22 NAIFATUL HIKMAH . . . . . . .
23 NURUL HUDA . A. . . . .
24 RIZKI HIDAYAT . . . .A . .A .A .
25 SITI AZIZAH . . . . . .
26 SITI MUNAWAROH . . . . . . .
27 SITI NUR ALIFAH . . . . . . . .
28 SOFIAN SAURI . . . . . . . .
29 SRI KHAMIDAH . . . . . . . .
30 . . . . . . . .
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII C Mim Sukun
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 ANA HAYBATUS S P 8 7 3 11 74,5
2 ANDIKA RIZKI PUTRA L 6 7 2 11 75
3 ARIFUDIN L 8 6 3 17 67
4 CANDRA SETIAWAN L 7 6 3 17 67
5 FITROTUL AZIZAH P 8 7 3 17 67
6 HERU SETIAWAN L 7 8 3 8 67
7 ISMI WAHYU LIANI P 8 7 3 16 75
8 KHONITATUL KHASANA P 8 7 3 16 76
9 KURMIAWAN L 7 6 3 16 67
10 KELUAR MTs
11 LUKMANUL HUDA L 8 8 3 16 68,5
12 M SAIFUDDIN ZUHRI L 7 6 2 16 67
13 M SIFAK MASUDI L 6 8 2 15 68,5
14 MAR’ATUS ROUDLOTUM M J P 7 7 3 10 70
15 MUCH ZAINUR ROZIKIN L 8 6 3 17 68,5
16 M BADRUS ZAMAN L 7 7 3 17 70
17 MUHAMMAD BY DHOFI L 8 6 2 10 67
18 M FAISAL AL FARID L 8 6 3 14 67,5
19 M YASKUR L 8 6 3 10 67
20 M SOFIAN HADI L 8 7 3 17 72,5
21 RIKA ISTIYAWATI P 8 7 3 14 67
22 RIZKI MEI W P 8 7 3 17 76
23 SIGIT TRI WAHYUDI L 7 6 3 10 67
24 SITI QOMARIYAH DWI AYU P 5 7 3 10 67
25 SOFIATUL M P 8 8 3 16 67
26 SONI WIJAYA L 8 7 3 16 67
27 SOVIN DHANI ROLLIS L 7 6 3 17 80
28 WINASIH P 8 7 3 17 67
29 RAHMATULLAH WILDANI L 8 6 3 17 67
30 M KHAFID L 8 6 3 16 50
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
ABSENSI KELAS VII C
MTs N Tumpang
SEMESTER Genap
NO Induk NAMA PERTEMUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 ANA HAYBATUS S . . . . . . .
2 ANDIKA RIZKI PUTRA . . . . . .S . .I
3 ARIFUDIN . . . . . .
4 CANDRA SETIAWAN . . . . . . . .
5 FITROTUL AZIZAH . . . . . . . .
6 HERU SETIAWAN . . . . . . . .
7 ISMI WAHYU LIANI . . . . . . . .
8 KHONITATUL KHASANA . . . . . . . .
9 KURMIAWAN . . . . . . . .
10 KELUAR MTs . . . . . .
11 LUKMANUL HUDA . . . . . . . .
12 M SAIFUDDIN ZUHRI . . . .I . . .
13 M SIFAK MASUDI . . . . .S .S .
14 MAR’ATUS ROUDLOTUM M J . . . . . . .A .
15 MUCH ZAINUR ROZIKIN . . . . . . .
16 M BADRUS ZAMAN . . .S .
17 MUHAMMAD BY DHOFI . . . . . . . .
18 M FAISAL AL FARID . . . . . . . .
19 M YASKUR . . . . . . . .
20 M SOFIAN HADI . . . . . . . .
21 RIKA ISTIYAWATI . . . . . . .
22 RIZKI MEI W . . . . . . .
23 SIGIT TRI WAHYUDI . . . . . .
24 SITI QOMARIYAH DWI AYU . . . . . . . .
25 SOFIATUL M . . . . . .
26 SONI WIJAYA . . . . . . .
27 SOVIN DHANI ROLLIS . . . . . . . .A
28 WINASIH . . . . . . . .
29 RAHMATULLAH WILDANI . . . . . . . .
30 M KHAFID . . . . . . . .
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII D Mim Sukun
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 A MISBACHUDIN AZIZ L 8 7 11 74
2 ADELIA MUTIARA F L 6 7 11 75
3 ALFIAN WAHYU PRADANA L 8 6 16 67
4 ALFIN NUR HUDA L 7 6 17 67
5 DEWI RAHMAWATI P 8 7 17 67
6 FENDI ARIANTO L 7 8 11 67
7 HALIMATUS SADIKYA P 8 7 16 75
8 HARDIAN BAYU IRAWAN L 8 7 16 76
9 IZZATUL FITRI P 7 6 16 67
10 M ABDUL KARIM L 7 7 11 67
11 M AL ANAM HENDIYANTO L 8 8 16 68,5
12 M KHOIRUL HUDA L 7 6 16 67
13 MA’RUFATUL KHASANA P 6 8 15 68,5
14 MEFI OKTAVIA SARI P 7 7 10 70
15 M BAHRUL AINUR ROZIKIN L 8 6 17 68,5
16 M HANIF NUR ROFIQ L 7 7 17 70
17 M CHOIRUL RIZAL L 8 6 10 67
18 M IWAN HAMDANI L 8 6 14 67,5
19 M MUDHOFAR L 8 6 10 67
20 M NUR RIZKI L 8 7 17 72,5
21 NAIFATUL HIKMAH P 8 7 14 67
22 NOVI WULAN SARI P 8 7 17 76
23 PRANA ADITYA L 7 6 10 67
24 SANDIK IRAWAN L 5 7 10 67
25 TITIN YUNINGSIH P 8 8 16 67
26 VINA MESTIANTI P 8 7 16 67
27 ZAINAL KHOSIIN L 7 6 11 80
28 M MISBAKHUUDIN AZIZ L 8 7 17 67
29
30
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
ABSENSI KELAS VII D
MTs N Tumpang
SEMESTER Genap
NO Induk NAMA PERTEMUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 A MISBACHUDIN AZIZ . . . . . . .
2 ADELIA MUTIARA F . . . . . . . .
3 ALFIAN WAHYU PRADANA . . . . . .
4 ALFIN NUR HUDA . . . . . . . .
5 DEWI RAHMAWATI . . . . . . . .
6 FENDI ARIANTO . . . . . . . .
7 HALIMATUS SADIKYA . . . . . . . .
8 HARDIAN BAYU IRAWAN . . . . . . . .
9 IZZATUL FITRI . . . . . . . .
10 M ABDUL KARIM . .S . . . .
11 M AL ANAM HENDIYANTO . . . . . . . .
12 M KHOIRUL HUDA . . . . . . .
13 MA’RUFATUL KHASANA . . . . . . .
14 MEFI OKTAVIA SARI . .S .S . . . . .
15 M BAHRUL AINUR ROZIKIN . . . . . . .
16 M HANIF NUR ROFIQ . . . .
17 M CHOIRUL RIZAL . . . . . . . .
18 M IWAN HAMDANI . . . . . . . .
19 M MUDHOFAR . . . . . . . .
20 M NUR RIZKI . . . . . . . .
21 NAIFATUL HIKMAH . . . . . . .
22 NOVI WULAN SARI . . . . . . .
23 PRANA ADITYA . . . . . .
24 SANDIK IRAWAN . . . . . . . .
25 TITIN YUNINGSIH . . . . . .
26 VINA MESTIANTI . . . . . . .
27 ZAINAL KHOSIIN . . . . . . . .
28 M MISBAKHUUDIN AZIZ . . . . . . . .
29 . . . . . . . .
30 . . . . . . . .
ULANGAN BAB TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN
Sebelum mengerjakan baca doa dahulu
Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan benar!
1) Apakah yang dimaksud toleransi? Berikan 2 contohnya...........................
2) Apakah yang dimaksud dengan fanatic? Berikan 2 contonya...............
3) Surah al-Kafirun ayat 2-5 dan al-Bayyinah ayat 1-2 sebagai landasan hukum sikap............................................................
4) Surah al-Kafirun ayat 6 sebagai landasan hukum sikap..............................
5) Bagaimana cara kita menyikapi hidup berdampingan dengan bermacam pemeluk agama..........
6) Sebutkan 3 manfaat sikap fanatic dalam beragama........................
7) Sebutkan ciri-ciri fanatic dalam kehidupan sehari-hari........................
8) Sebutkan ciri-ciri toleransi dalam kehidupan sehari-hari......................
9) Sebutkan 3 manfaat sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat.............
10) Mengapa sikap fanatic dalam beragama harus ditumbuhkan...................
Selamat mengerjakan!!!!!!
NB: Soal tidak boleh dicoret-coret
Selesai mengerjakan, soal harap dikembalikan lagi
PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
SEMESTER / TAHUN PELAJARAN : GENAP / 2010/2011
A. PERBAIKAN
NO. Kelas/ Semester Jumlah Siswa SK/KD Pelaksanaan KET
1 VII A 4 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari Individu mengerjakan soal yang sama individu
2 VII B 12 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari Individu mengerjakan soal yang sama individu
3 V II C 14 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari Individu mengerjakan soal yang sama individu
4 VII D 20 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari Individu mengerjakan soal yang sama individu
B. PENGAYAAN
NO. Kelas/ Semester Jumlah Siswa SK/KD Pelaksanaan KET
1 VII A 24 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari merangkum BAB 2 individu
2 VII B 17 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari merangkum BAB 2 individu
3 V II C 15 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari merangkum BAB 2 individu
4 VII D 6 Menerapkan Al-Qur'an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari merangkum BAB 2 individu
Mengetahui,
Guru Pamong Guru Praktikan
Fatonah Sulistyowaty S P d I M Imron R
NIP : 197606142000032002 NIM: 07110102
ANALISIS HASIL BELAJAR
PELAJARAN :Al-Qur'an Hadis POKOK PEMBAHASAN : TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN
KELAS : VII /A SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 P
1 AFIF MAMDANI 8 8 10 10 0 10 0 8 10 5 69 V
2 AGUS UMAR SAID 2 2 2 10 10 6 5 2 10 10 59 v
3 AHMAD MUBARAOK 10 10 10 10 6 10 8 10 6 10 90 V
4 ALVINA NURUL IZZA 10 10 10 10 2 10 10 10 10 10 92 v
5 ANIQUROIFAH 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 v
6 AYU RIZKI CAHYANI 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 95 v
7 AZZA LAUINDANA F R 10 10 10 10 10 10 10 10 10 6 96 v
8 BASORI 10 10 10 10 10 10 2 10 6 4 82 v
9 BAYU ABI PAMUNGKAS 10 10 10 10 10 6 10 10 10 10 96 v
10 CHASIB IDRIS 10 10 10 10 10 10 10 5 10 10 95 v
11 DEVIT IIM NOR KHSNAH 8 10 10 10 10 6 10 10 10 4 88 V
12 DEWI WULANSARI 10 10 10 10 10 2 5 10 6 10 83 V
13 DIMYATHI ACMAD AN 10 10 10 10 10 10 6 10 10 10 96 V
14 FEMY ANDRIANI PUTRI 10 10 10 10 8 10 10 10 10 10 98 v
15 GITA RAHAYU 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 V
16 HENDRI RIZALIL ULUM 10 8 10 10 0 2 0 0 10 10 60 v
17 IFA MASRUFAH 8 10 10 10 10 6 10 10 6 2 82 V
18 IHSANIA YULITA NOTRI 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 v
19 M RIZAL A 10 10 10 10 10 10 10 10 3 4 87 V
20 MOH SAIFIL HADI 4 4 10 10 10 10 2 5 10 10 75 V
21 MOH YUSRIL IZZA M 10 10 10 10 5 10 10 10 10 85 V
22 MUHAMMAD SYARUL H 8 10 10 10 2 3 2 3 10 58 V
23 NIMATUS SHOLLIKHAH 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 v
24 NOVA LUCKY AFANDI 10 2 2 2 10 6 4 10 8 10 64 v
25 SAIFUDIN ZUHRI 10 10 10 10 10 10 10 10 10 8 98 v
26 SAMSUL ADZIM 8 10 10 10 10 10 10 10 10 10 98 v
27 SINTA NURDIANA N 10 10 5 10 10 10 10 10 10 10 95 V
28 ILHAM AL IKHSAN 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 v
29
30
Jumlah Benar 2 3 3 1 5 3 8 5 2 6
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) MD MD MD MD SL MD SL SL MD SL 4 24
ANALISIS HASIL BELAJAR
PELAJARAN : Al-Qur'an Hadis POKOK PEMBAHASAN : TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN
KELAS : VII /B SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R P
1 AHMAD NUR M 2 2 2 2 10 2 2 8 2 4 36 V
2 ANI NUR ALFIANTI 10 8 10 2 10 3 10 10 4 2 69 v
3 AZZATUS SHOLIKHA 10 8 10 2 10 10 2 2 10 10 74 V
4 DEWI RATNA SARI 6 8 10 2 10 10 5 10 2 10 73 V
5 FARIZ SETIAWAN L 6 6 10 10 10 8 2 8 5 10 75 V
6 HADI KUSUMA 4 6 0 0 10 2 6 4 2 6 40 v
7 INSIYAH 8 10 10 10 10 10 10 10 6 0 84 V
8 KENTY RATNA SARI 8 8 10 10 10 10 10 8 10 10 94 V
9 LAILATIL AZIZAH 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 95 v
10 M ANTON HADIANTO 8 8 10 2 10 2 2 2 8 4 66 v
11 M ARIF MUZAQI 3 3 10 10 8 10 2 4 6 10 66 V
12 M RIZKI ZUNAIDI 0 0 10 10 10 3 2 0 0 2 37 v
13 M SAHRUL HERMAWAN 8 8 2 10 10 2 8 8 10 10 76 v
14 MARCELINO 2 2 10 10 10 8 2 4 2 8 58 V
15 MIFTAKHUL ALIM 8 8 10 10 10 6 2 2 10 2 66 V
16 MOKHAMAD ZUDA M 2 4 2 2 10 2 2 2 8 2 36 V
17 MUHAMMAD ARIF H 8 2 10 10 10 10 2 6 6 10 74 v
18 MUHAMAD NASRULLAH 6 8 2 10 10 10 2 6 6 10 70 v
19 MUHAMAD WILDAN M 6 4 2 2 8 10 2 8 8 6 56 v
20 MUHAMAD AUVA R 10 10 2 10 10 7 10 10 8 10 87 v
21 MUNJIDATUS SAADAH 8 8 10 8 10 10 2 10 10 10 86 V
22 NAIFATUL HIKMAH 10 2 10 10 10 4 2 2 10 10 68 v
23 NURUL HUDA 6 2 10 10 2 10 10 6 6 10 72 V
24 RIZKI HIDAYAT v
25 SITI AZIZA 8 8 10 10 10 6 4 2 3 10 71 V
26 SITI MUNAWAROH 8 8 10 10 2 10 0 0 10 8 66 V
27 SITI NUR ALIFAH 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 95 v
28 SOFIAN SAURI 6 6 10 10 10 6 2 4 3 4 61 v
29 SRI KHAMIDAH 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 V
30
31
Jumlah Benar 7 10 8 10 3 9 19 13 10 10
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) MD SL MD SL MD MD SL SL SL SL 12 17
ANALISIS HASIL BELAJAR
pelajaran : Al-Qur'an Hadist POKOK PEMBAHASAN : TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN
KELAS : VII/ C SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R P
1 ANA HAYBATUS S 2 8 2 10 10 10 10 2 10 10 74 V
2 ANDIKA RIZKI PUTRA P 8 8 10 10 10 8 10 10 2 10 86 V
3 ARIFUDIN 8 10 10 10 10 8 2 2 10 8 78 V
4 CANDAR SETIAWAN 6 6 2 2 4 10 10 4 4 10 58 V
5 FITROTUL AZIZAH 4 6 10 10 2 2 10 2 2 10 58 V
6 HERU SETIAWAN 8 8 2 2 10 10 10 6 10 2 68 V
7 ISMI WAHYULIANI 8 10 2 2 8 8 6 6 4 10 80 V
8 KHONITATUL KHASANA 6 10 2 2 8 10 10 10 10 8 76 V
9 KURMIAWAN 8 8 2 2 10 6 10 10 6 10 72 V
10 LISA AFIKA F
11 LUKMANUL HUDA 2 2 10 10 10 10 10 6 10 8 78 V
12 M SAIFUDIN ZUHRI 2 8 2 2 2 10 10 2 10 2 50 V
13 M SIFAK MASHUDI 10 8 5 5 10 10 10 10 10 10 88 V
14 MAR'ATUR R 2 2 10 10 10 0 0 8 3 10 55 V
15 MUCHAMAD ZAINUR R 8 8 2 2 6 8 10 10 8 10 72 V
16 MUHAMAD BADRUS Z 8 8 5 5 10 10 8 10 8 10 82 V
17 MUHAMAD BY DHOFI 4 2 10 2 10 10 10 4 53 V
18 MUHAMAD FAIS AL F 2 2 2 10 5 2 8 6 2 39 V
19 MUHAMAD YASKUR 8 8 10 10 8 8 10 10 2 10 74 V
20 MUHAMAD SOFIAN HADI 8 8 10 10 10 10 2 2 8 6 74 V
21 RIKA ISTIYAWATI 10 10 2 2 4 10 10 10 10 10 78 V
22 RISKI MEI WULANDARI 3 5 10 10 10 10 2 2 3 8 63 V
23 SIGIT TRI WAHYUDI 4 4 2 10 10 8 10 10 2 2 62 V
24 SITI QOMARIYAH DWI 6 4 10 10 2 6 10 2 2 6 58 V
25 SOFIATUL MUTOHARO 10 10 2 10 10 10 10 10 8 10 90 V
26 SONI WIJAYA 2 2 10 10 4 2 2 2 6 10 50 V
27 SOVIN DAHNI ROLLIS 4 6 2 10 2 2 2 4 4 4 40 V
28 WINASIH 4 2 10 10 10 4 4 2 2 10 58 V
29 ROHMATULLAH 2 2 10 2 10 6 10 6 2 6 56 V
30 NUR CAFID 8 6 2 10 10 10 10 2 5 2 65 V
31
Jumlah benar 13 10 16 13 7 7 8 12 14 7
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) SL SL SL SL MD MD MD SL SL MD 14 15
ANALISIS HASIL BELAJAR
pelajaran : Al-Qur'an Hadist POKOK PEMBAHASAN : TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN
KELAS : VII/ D SEMESTER : Genap
No. NAMA NO Soal PG Nilai % REKOMENDASI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R P
1 A MISBACHUDIN AZIZ 0 V
2 ADELIA MUTIARA F x 92 V
3 ALFIAN WAHYU P X x X x X 67 V
4 ALFIN NUR HUDA X x x X 67 V
5 DEWI RAHMAWATI x X 94 V
6 FENDI ARIANTO x X 74 V
7 HALIMATUS SADIKYA 0 V
8 HARDIAN BAYU IRAWAN x x X 74 V
9 IZZATUL FITRI X X X X 67 V
10 M ABDUL KARIM x X x X 84 V
11 M AL ANAM H X x X X X 78 V
12 M KHOIRUL HUDA X x x X 80 V
13 MAFRUKHATUL KHASAN x x 92 V
14 MEFI OKTAVIA PUTRA X X 90 V
15 MOHAMAD BAHRUL A.R 0 V V
16 MUHAMAD HANIF N R 0 V
17 MUHAMAD CHIIRUL R x x X X 72 V
18 MUHAMAD IWAN H X X X X x 67 V
19 MUHAMAD MUDHOFAR 0 V
20 MUHAMAD NUR RIZKI X x X 67 V
21 NAFIATUL UMMAH x x x x 80 V
22 NOVI WULAN SARI X x 88 V
23 PRADANA ADITYA X x X x 74 V
24 SANDIK IRAWAN x X X 86 V
25 TITIN YUNINGSIH x 87 V
26 VINA MESTIANTI X X 86 V
27 ZAINAL KHOSIIN 0 V
28 M MISBAKHUDIN AZIZ X X X X X 67 V
29
30
Jumlah benar 12 3 6 1 16 12 9 3 3 5
% Benar
Kategori Soal (Sukar,Sedang,Mudah) SL MD MD MD SL SL MD MD MD MD
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VIIA BAB 2 Toleransi dalam kehidupan
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 AFIF HAMDANI L 8 7 1 69
2 AGUS UMAR SAID L 5 5 2 59
3 AHMAD MUBAROK NH L 7 5 2 90
4 ALVINA NURUL IZZA P 8 8 4 92
5 ANIQURIFAH P 8 8 4 100
6 AYU RIZKI CAHYANI P 8 8 3 96
7 AZZA LAU’INDANA F S P 8 8 3 92
8 BASORI L 8 7 2 82
9 BAYU ABI PAMUNGKAS L 8 7 3 96
10 CHASIB IDRIS L 7 7 4 95
11 DEVIT IIM NOR KHASANAH P 7 7 2 88
12 DEWI WULAN SARI P 8 8 83
13 DIMYATI ACHMAD L 8 8 4 96
14 FEMY ANDRIANI PUTRI P 8 7 3 98
15 GITA RAHAYU P 8 8 4 100
16 HENDRI RIZALUL ULUM L 7 7 4 67
17 IFA MASRUFAH P 8 8 3 82
18 IHSHANIA YULITA NATORY P 8 8 2 100
19 M RIZAL A L 8 8 3 87
20 M SAFUL HADI L 8 7 4 75
21 M YUSRIL IHZA MAULANA L 8 8 4 85
22 M SAHRUL HIDAYAT L 8 7 4 58
23 NIKMATUS SHOLIKHA P 8 8 4 100
24 NOVA LUCKY A L 8 6 1 64
25 SAIFUDIN ZUHRI L 8 8 4 98
26 SAMSUL ADZIM L 8 8 3 98
27 SINTA NURDIANA NUR HADI P 8 8 4 95
28 ILHAM AL-IKHSAN L 8 7 2 100
29
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII B BAB 2 Toleransi dalam kehidupan
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 AHMAD NUR MUTOLIB L 8 8 2 36
2 ANI NUR ALFIANTI P 8 8 3 69
3 AZZATUS SHOLIKHA P 8 7 3 74
4 DEWI RATNA SARI P 7 7 3 73
5 FARIS SETIAWAN L L 8 7 75
6 HADI KUSUMA L 7 6 40
7 INSIYAH P 8 8 4 84
8 KENTY RATNA SARI P 8 8 4 94
9 LAILATUL AZIZAH P 7 7 2 95
10 M ANTON HADIANTO L 8 8 2 66
11 M ARIF MUZAQI L 8 7 2 66
12 M RIZKI JUNAIDI L 8 8 37
13 M SAHRUL HERMAWAN L 8 8 2 76
14 MARCELINO L 7 6 2 58
15 MIFTAKHUL ALIM L 8 8 66
16 M ZUDA MARTA L 8 7 36
17 M ARIF HIDAYATULLAH L 8 7 74
18 M NASRULLAH L 8 7 2 70
19 M WILDAN M L 8 7 3 56
20 M AUVA ROMADHON L 8 8 4 87
21 MUNJIDHATUS SA’ADAH P 8 7 4 86
22 NAIFATUL HIKMAH P 8 7 4 68
23 NURUL HUDA L 7 8 72
24 RIZKI HIDAYAT L 5 5 2
25 SITI AZIZAH P 8 8 4 71
26 SITI MUNAWAROH P 8 7 4 67
27 SITI NUR ALIFAH P 8 8 3 95
28 SOFIAN SAURI L 8 7 4 61
29 SRI KHAMIDAH P 8 8 2 100
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII C BAB 2 Toleransi dalam kehidupan
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 ANA HAYBATUS S P 8 7 3 74
2 ANDIKA RIZKI PUTRA L 6 7 2 86
3 ARIFUDIN L 8 6 3 78
4 CANDRA SETIAWAN L 7 6 3 67
5 FITROTUL AZIZAH P 8 7 3 58
6 HERU SETIAWAN L 7 8 3 68
7 ISMI WAHYU LIANI P 8 7 3 80
8 KHONITATUL KHASANA P 8 7 3 76
9 KURMIAWAN L 7 6 3 72
10 KELUAR MTs
11 LUKMANUL HUDA L 8 8 3 78
12 M SAIFUDDIN ZUHRI L 7 6 2 50
13 M SIFAK MASUDI L 6 8 2 88
14 MAR’ATUS ROUDLOTUM M J P 7 7 3 55
15 MUCH ZAINUR ROZIKIN L 8 6 3 72
16 M BADRUS ZAMAN L 7 7 3 82
17 MUHAMMAD BY DHOFI L 8 6 2 53
18 M FAISAL AL FARID L 8 6 3 39
19 M YASKUR L 8 6 3 74
20 M SOFIAN HADI L 8 7 3 74
21 RIKA ISTIYAWATI P 8 7 3 78
22 RIZKI MEI W P 8 7 3 63
23 SIGIT TRI WAHYUDI L 7 6 3 62
24 SITI QOMARIYAH DWI AYU P 5 7 3 58
25 SOFIATUL M P 8 8 3 90
26 SONI WIJAYA L 8 7 3 50
27 SOVIN DHANI ROLLIS L 7 6 3 40
28 WINASIH P 8 7 3 58
29 RAHMATULLAH WILDANI L 8 6 3 67
30 M KHAFID L 8 6 3 65
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
Daftar Nilai Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Semester Genap
Siswa Kelas VII MTs Negeri Tumpang
Tahun Pelajaran 2010-2011
KELAS VII D BAB 2 Toleransi dalam kehidupan
NOMOR
NAMA SISWA P/L NILAI
Urt Induk A B C D UH
1 A MISBACHUDIN AZIZ L 8 7 1 0
2 ADELIA MUTIARA F L 6 7 3 92
3 ALFIAN WAHYU PRADANA L 8 6 2 67
4 ALFIN NUR HUDA L 8 6 2 67
5 DEWI RAHMAWATI P 8 7 2 94
6 FENDI ARIANTO L 8 8 2 74
7 HALIMATUS SADIKYA P 8 7 3 0
8 HARDIAN BAYU IRAWAN L 8 7 2 74
9 IZZATUL FITRI P 8 6 3 67
10 M ABDUL KARIM L 7 7 2 84
11 M AL ANAM HENDIYANTO L 8 8 2 78
12 M KHOIRUL HUDA L 8 6 2 80
13 MA’RUFATUL KHASANA P 8 8 2 92
14 MEFI OKTAVIA SARI P 7 7 1 90
15 M BAHRUL AINUR ROZIKIN L 8 6 2 0
16 M HANIF NUR ROFIQ L 8 7 2 0
17 M CHOIRUL RIZAL L 8 6 2 72
18 M IWAN HAMDANI L 8 6 2 67
19 M MUDHOFAR L 8 6 1 0
20 M NUR RIZKI L 8 7 2 67
21 NAIFATUL HIKMAH P 8 7 3 80
22 NOVI WULAN SARI P 8 7 2 88
23 PRANA ADITYA L 8 7 3 74
24 SANDIK IRAWAN L 8 7 2 86
25 TITIN YUNINGSIH P 8 8 3 87
26 VINA MESTIANTI P 8 7 3 86
27 ZAINAL KHOSIIN L 8 7 2 0
28 M MISBAKHUUDIN AZIZ L 8 7 1 67
29
30
Keterangan:
A : Kehadiran (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8)
B : Respon (1, 2, 3, 4, 5,6,7,8 )
C : Tugas/Catatan (1, 2, 3, 4, )
D : Kriteria Hafalan
17-20 : Sangat Baik
13-16 : Baik
11-12 : Cukup
1-10 : Kurang
UH : Ulangan Harian
Karena dengan membuat blog membantu calon guru pendidikan agama Islam (PAI) mempersiapkan kompetensi dirinya (saya) terutama dalam bidang jurnalistik sebagai komponen yang penting menuju guru PAI professional.disamping tugas wajib UAS,Karena ingin menamba wawasan dan pengetahuan tentang dunia blog( jurnalistik),Karena ingin mengembangkan bakat tulis menulis di blog( jurnalistik),Karena ironis sekali jika waktu terbuang sia-sia mending di salurkan untuk tulis-menulis
Rabu, 27 April 2011
Senin, 31 Januari 2011
metode pembelajaran CTL
A.Pengertian
Kata kontekstual (contektual) berasal dari kata context yang berarti “hubungan ,konteks, suasana dan keadaan(konteks)”(KUBI,2002:519). Sehingga Contekstual Teeaching and learning(CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan Susana tertentu. Secara umum contekstual mengandung arti :yang berkenan,releven,mengikuti konteks,yang membawa maksud,makna,dan kepentingan.
Adapun pengertian CTL menurut Depdiknas (2003:5) adalah sebagai berikut: ”Kontekstual(Contekstual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Sedangkan menurut Johnson CTL adalah proses (pembelajaran) yang bertujuan memmbantu siswa melihat maknah dalam bahan yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari
Dari definisi diatas,dapat dijelaskan bahwa pembelajaran kontekstual atau Contekstual Teaching and Learning adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan tersebut dari konteks yang terbatas,sedikit demi sedikit melalui proses mengkontruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya di masyarakat. Cara belejar yang terbaik dalam model atau pendekatan ini adalah siswa mengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.
B.Konsep Dasar Strategi Pembelajaran CTL
CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterkibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep diatas terdapat tiga hal yang harus kita pahami:
1. CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi,artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung
2. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata,artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting,sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata,bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional,akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa,sehingga tidak akan mudah dilupakan
3. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan,artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswadapat memahami materi yang dipelajarinya,akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalamkehidupan sehari-hari.(Depdiknas,2003:6)
Dalam contekstual Teaching and Learning(CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka,bukan menghafal fakta. Disamping itu belajar melalui mengalami bukan menghafal,mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikontruksikan oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman
C.Karakteristik CTL
Karakteristik contektual teaching learning adalah sebagagai berikut:
1. Kerja sama antar peserta didik dan guru (cooperative)
2. Saling membantu antar peserta didik dan guru (assist)
3. Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning)
4. Menggunakan multi media dan sumber belajar
5. Cara belajar siswa active (student active learning)
6. Sharing bersama teman (take and give)
7. Siswa kritis dan guru kreatif
8. Laporan siswa bukan hanya raport,tetapi juga hasil karya siswa,laporan hasil praktikum,karangan siswa dan sebagainya
Kata kontekstual (contektual) berasal dari kata context yang berarti “hubungan ,konteks, suasana dan keadaan(konteks)”(KUBI,2002:519). Sehingga Contekstual Teeaching and learning(CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan Susana tertentu. Secara umum contekstual mengandung arti :yang berkenan,releven,mengikuti konteks,yang membawa maksud,makna,dan kepentingan.
Adapun pengertian CTL menurut Depdiknas (2003:5) adalah sebagai berikut: ”Kontekstual(Contekstual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Sedangkan menurut Johnson CTL adalah proses (pembelajaran) yang bertujuan memmbantu siswa melihat maknah dalam bahan yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari
Dari definisi diatas,dapat dijelaskan bahwa pembelajaran kontekstual atau Contekstual Teaching and Learning adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan tersebut dari konteks yang terbatas,sedikit demi sedikit melalui proses mengkontruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya di masyarakat. Cara belejar yang terbaik dalam model atau pendekatan ini adalah siswa mengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.
B.Konsep Dasar Strategi Pembelajaran CTL
CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterkibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep diatas terdapat tiga hal yang harus kita pahami:
1. CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi,artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung
2. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata,artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting,sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata,bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional,akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa,sehingga tidak akan mudah dilupakan
3. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan,artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswadapat memahami materi yang dipelajarinya,akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalamkehidupan sehari-hari.(Depdiknas,2003:6)
Dalam contekstual Teaching and Learning(CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka,bukan menghafal fakta. Disamping itu belajar melalui mengalami bukan menghafal,mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikontruksikan oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman
C.Karakteristik CTL
Karakteristik contektual teaching learning adalah sebagagai berikut:
1. Kerja sama antar peserta didik dan guru (cooperative)
2. Saling membantu antar peserta didik dan guru (assist)
3. Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning)
4. Menggunakan multi media dan sumber belajar
5. Cara belajar siswa active (student active learning)
6. Sharing bersama teman (take and give)
7. Siswa kritis dan guru kreatif
8. Laporan siswa bukan hanya raport,tetapi juga hasil karya siswa,laporan hasil praktikum,karangan siswa dan sebagainya
metode pembelajaran CTL
A.Pengertian
Kata kontekstual (contektual) berasal dari kata context yang berarti “hubungan ,konteks, suasana dan keadaan(konteks)”(KUBI,2002:519). Sehingga Contekstual Teeaching and learning(CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan Susana tertentu. Secara umum contekstual mengandung arti :yang berkenan,releven,mengikuti konteks,yang membawa maksud,makna,dan kepentingan.
Adapun pengertian CTL menurut Depdiknas (2003:5) adalah sebagai berikut: ”Kontekstual(Contekstual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Sedangkan menurut Johnson CTL adalah proses (pembelajaran) yang bertujuan memmbantu siswa melihat maknah dalam bahan yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari
Dari definisi diatas,dapat dijelaskan bahwa pembelajaran kontekstual atau Contekstual Teaching and Learning adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan tersebut dari konteks yang terbatas,sedikit demi sedikit melalui proses mengkontruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya di masyarakat. Cara belejar yang terbaik dalam model atau pendekatan ini adalah siswa mengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.
B.Konsep Dasar Strategi Pembelajaran CTL
CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterkibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep diatas terdapat tiga hal yang harus kita pahami:
1. CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi,artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung
2. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata,artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting,sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata,bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional,akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa,sehingga tidak akan mudah dilupakan
3. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan,artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswadapat memahami materi yang dipelajarinya,akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalamkehidupan sehari-hari.(Depdiknas,2003:6)
Dalam contekstual Teaching and Learning(CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka,bukan menghafal fakta. Disamping itu belajar melalui mengalami bukan menghafal,mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikontruksikan oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman
C.Karakteristik CTL
Karakteristik contektual teaching learning adalah sebagagai berikut:
1. Kerja sama antar peserta didik dan guru (cooperative)
2. Saling membantu antar peserta didik dan guru (assist)
3. Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning)
4. Menggunakan multi media dan sumber belajar
5. Cara belajar siswa active (student active learning)
6. Sharing bersama teman (take and give)
7. Siswa kritis dan guru kreatif
8. Laporan siswa bukan hanya raport,tetapi juga hasil karya siswa,laporan hasil praktikum,karangan siswa dan sebagainya
Kata kontekstual (contektual) berasal dari kata context yang berarti “hubungan ,konteks, suasana dan keadaan(konteks)”(KUBI,2002:519). Sehingga Contekstual Teeaching and learning(CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan Susana tertentu. Secara umum contekstual mengandung arti :yang berkenan,releven,mengikuti konteks,yang membawa maksud,makna,dan kepentingan.
Adapun pengertian CTL menurut Depdiknas (2003:5) adalah sebagai berikut: ”Kontekstual(Contekstual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Sedangkan menurut Johnson CTL adalah proses (pembelajaran) yang bertujuan memmbantu siswa melihat maknah dalam bahan yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari
Dari definisi diatas,dapat dijelaskan bahwa pembelajaran kontekstual atau Contekstual Teaching and Learning adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan tersebut dari konteks yang terbatas,sedikit demi sedikit melalui proses mengkontruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya di masyarakat. Cara belejar yang terbaik dalam model atau pendekatan ini adalah siswa mengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.
B.Konsep Dasar Strategi Pembelajaran CTL
CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterkibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep diatas terdapat tiga hal yang harus kita pahami:
1. CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi,artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung
2. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata,artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting,sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata,bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional,akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa,sehingga tidak akan mudah dilupakan
3. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan,artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswadapat memahami materi yang dipelajarinya,akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalamkehidupan sehari-hari.(Depdiknas,2003:6)
Dalam contekstual Teaching and Learning(CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka,bukan menghafal fakta. Disamping itu belajar melalui mengalami bukan menghafal,mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikontruksikan oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman
C.Karakteristik CTL
Karakteristik contektual teaching learning adalah sebagagai berikut:
1. Kerja sama antar peserta didik dan guru (cooperative)
2. Saling membantu antar peserta didik dan guru (assist)
3. Belajar dengan bergairah (enjoyfull learning)
4. Menggunakan multi media dan sumber belajar
5. Cara belajar siswa active (student active learning)
6. Sharing bersama teman (take and give)
7. Siswa kritis dan guru kreatif
8. Laporan siswa bukan hanya raport,tetapi juga hasil karya siswa,laporan hasil praktikum,karangan siswa dan sebagainya
karakter@ kewirausahaan
Karakteristik Wirausahawan
Kata wirausahawan merupakan terjemahan dari kata enterpreneur. Kata tersebut berasal dari bahasa perancis enterpendre yang berarti “ bertanggung jawab”. Wirausahawan adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyusun, mengelola dan mengukur resiko suatu usaha bisnis . Pada masa sekarang wirausahawan melakukan berbagai hal sehingga definisinya manjadi luas. Wirausahawan adalah inovator yang mampu memanfaatkan dan mengubah kesempatan jadi ide yang dapat dijual atau dipasarkan, memberikan nilai tambah dengan memanfaatkan upaya, waktu, biaya, atau kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan . Mereka adalah pemikir mandiri yang memiliki keberanian untuk berbeda latar belakang dalam berbagai hal yang bersifat umum. Mereka adalah pembawa perubahan dalam dunia bisnis yang tidak mudah menyerah dalam berbagai kesulitan untuk mengejar keberhasilan usaha ynag dirintis secara terencana. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir perjuangan, melainkan dianggap sebagai suatu bahan kajian yang harus dipelajari demi tercapainya target.
Seorang wirausawan adalah pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil resiko untuk memulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba. Karena itu ia lebih memilih menjadi pemimipin dari pada menjadi pengikut, untuk itu seorang wirausawan memilki rasa percaya diri yang kuat dan mempertahankan diri ketika menghadapi tantangan pada saat merintis usaha bisnis . Dalam menghadapi berbagai permasalahan, seorang wirausahawan senantiasa dituntut untuk kreatif. Ia mengetahui cara mencapai tujuan yang direncanakan, dan mampu berkonsentrasi serta berinisiatif memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengatur langkah sesuai dengan rencana yang telah dibuat menuju target.
Wirausahawan perlu mempunyai desain produk, strategi pemasaran, dan solusi dalam mengatasi problem menejerial yang kreatif untuk bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Seoarang wirausahawan adalah seorang pemburu yang mengorganisir, mengelola, dan mengasumsikan segala resiko pada saat dia memulai usahanya untuk mendapatkan keuntungan.
Selain sifat-sifat kewirausahaan seperti tersebut di atas, diperlikan kemampuan menejerial untuk mengorganisisr sebuah perusahaan, mengmbangkan srategi operasi, mendapatkan dana untuk modal usaha, dan mengelola aktifitas bisnis. Pengetahuan teknis juga diperlukan untuk mewujudkan ide. Misalnya, seorang wirausahawan mempunyai ide yang baik tentang program komputer tetapi dia tidak memiliki pengetahuan yang rinci tentang hal itu, idenya tidak mungkin akan terwujud .
1. Pengembangan Kepribadian
Seseorang tidak akan pernah mengalami perkembangan tanpa menggunakan upaya pikir dan fisik untuk menciptakan suatu rekayasa positif demi suatu perubahan. Seorang wirausahawan senantiasa berupaya melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan. Dalam melakuakn pencarian hal-hal yang baru dia selalu memperhatikan efektifitas dan efesiensi, serta kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan.
Seorang wirausahawan memilki beberapa ciri kepribadian sebagai berikut:
• mengetahui target sasaran yang diinginkan
• Mempunyai daya ingat yang baik
• Tenang dalam reaksi
• Optimistis dalam berusaha
• Diplomatis dalam berbicara
• Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
• Bersikap ramah dan sopan
• Tegas
• Berpengetahuan luas
2. Profil Wirausahawan
Selain kepribadian sebagaimana disebutkan di atas, ciri seorag wirausahawan juga ditunjukkan dengan profil pribadi sebagai berikut :
a. Mengejar prestasi
Wirausahawan bercirikan senantiasa menginginkan prestasi prima. Untuk itu mereka lebih melimilih bekerja dengan pakar ketika menghadapi problema dan cenderung untuk berfikir cermat serta fokus pada visi jangka panjang tentang bisnis.
b. Berani mengambil resiko
Wirausahawan tidak takut menjalani pekerjaan yang disertai resiko dengan memperhitungkan besar kecilnya resiko. Dalam setiap kesempatan wirausahawan senantiasa menghindari resiko tinggi. Mereka menyadari bahwa prestasi yang lebih besar hanya mungkin dicapai jika mereka bersedia menerima resiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan.
c. Mampu memecahkan permasalahan
Wirausahawan adalah orang yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami dan pada umumnya lebih capat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi. Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang sahih, mereka dengan segera memberikan alternatif pendekatan pemecahan permasalahan.
d. Rendah hati
Wirausahawan mendapatkan kepuasan dalam lambang-lambang keberhasilan yang diluar dirinya. Mereka senang usaha yang mereka bangun dipuji orang, namun mereka menolak apabila pujian itu ditujukan kepada diri mereka. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai wirausaha yang meskipun sukses dalam bisnis, tetap tampil bersahaja, misalnya berkendaraan mobil yang tidak tegolong mewah atau bahkan mobil bekas.
e. Bersemangat
Wirausahawan secara fisik senantiasa tampak lincah dan berbadan sehat. Mereka mampu bekerja melebihi jam kerja rata-rata yang dilakukan orang lain ketika merintis usaha. Untuk itu mereka selalu berusaha menjaga stamina.
f. Memiliki rasa percaya diri
Wirausahawan adalah orang yang memilki rasa percaya diri yang sangat tinggi dan tidak meragukan kecakapan dan kemampuannya. Mereka berfikir bahwa tindakan mereka akan mampu mengubah kejadian dan percaya bahwa mereka adalah pemimipin bagi mdiri mereka sendiri. Mereka melawan pendapat yang mengatakan bahwa kejaidian lain dapat mempengaruhi dorongan untuk mencapai prestasi dan kesuksesan.
g. Menghindari sifat cengeng
Wirausahawan senantiasa menghindari sifat cengeng dalam membentuk pribadi mandiri sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam membentuk ikatan emosional yang kental dengan konsekuensi kurang terjalinnya hubungan akrab dengan kawan atau anggota keluarga. Sehingga seringkali mereka lebih mengutamakan pekerjaan .
h. Mencari kepuasan diri
Karena wirausahawan termotivasi oleh kebutuhan untuk mewjudkan prestasi diri, mereka seringkali kurang berminat terhadap struktur organisasi. Mereka mengabaikan aktifitas menejemen organisasi tradisional sehingga pada umumnya mereka mengalami kesulitan dengan waktu kerja apabila bekerja untuk suatu perusahaan besar.
3. Faktor-Faktor Pembawa Keberhasilan
Dari waktu kewaktu banya orang yang membuka usaha. Beberapa diantara mereka mampu bertahan dan bahkan berkembang, tetapisebagian besar mengalami kegagala. Alasan perusahaan yang bermula dengan keberhasilan bukan karena pendirinya mempunya modal besar pada saat mengawali usaha mereka, hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan mereka dikelola oleh wirausahawan yang mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Wirausahawan tidak bersedia bekerja dengan baik dalam sebuah organisasi yang diatur menurut struktur organisasi karena mereka tidak suka diatur oleh orng lain. Pada umumnya wirausahawan percaya bahwa mereka mampu bekerja lebih baik daripada orang lain dan akan berusaha keras dengan tanggung jawab penuh. Sekali tujuan tercapai, mereka akan segera menggantikannya dengan tujuan yang lebih besar.
Wirausahan ciri yang dominan, yakni ras percaya diri dan kemampuan yang lebih abik dari pada teman sekerja ataupun atasannya. Mereka memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan.
Karakterisyik wirausahawan sebagai berikut :
• Wirausahawan memiliki kepercayaan dan pengendalian diri pada saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan. Mereka mampu mengatasi permasalahan dengan cepat dan gigih dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan selalu mencari aktifitas. Mereka tidak dapat duduk menunggu aktifitas yang akan diberikan orang lain kepada mereka. Diam tanpa aktifitas bukan sifat mereka.
• Wirausahawan mampu mengendalikan diri. Dalam olahraga mereka pada umumnya lebih menyukai jenis olahraga peroangan daripada permainan tim. Mereka menyukai permainan yang membuat otot dan otak mereka secara langsung berpengaruh pada hasil akhir dan kecepatan permainan. Mereka mempunya inisiatif, energik, dan tidak mengenal lelah dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan memngelola pekerjaan berdasarka tujuan. Mereka mampu memahami situasi rumit yang mungkin mencakup perencanaan, pengambilan keputusan strategis, dan yang mempengaruhi ide bisnis berganda secara simultan. Mereka senantiasa menyadari pentingnya perincian dan secara berkesinambungan segala kemungkinan demi tercapainya tujuan perusahaan.
• Wirausahawan adalah penganalisa kesempatan. Mereka akan menganalisa dengan cermat setiap kesempatan sebelum dapat meyakini manfaat kesempatan tersebut bagi dirinya.
• Wirausahawan adalah pemikir yang kreatif. Mereka tidak mengikuti cara berfikir yang telah menjadi kebiasaan dan dilakukan oleh orang pada umumnya. Hal yang telah menjadi kebiasaan tidak melahirkan solusi baru yang merupakan tuntutan usaha kecil pada masa dewasa ini.
• Wirausahawan adalah orang yang mampu memecahkan persoalan. Mereka mempunya pemahaman yang jelas tentang suatu yang ingin mereka capai dan dengan cepat mengatasi permasalahan dengan cara yang mereka tempuh.
• Wirausahawan adalah pemikir yang obyektif. Ketika seorang wirausahawan menemukan solusi atas suatu permasalahan, ia akan bertukar pikiran dengan orang-orang yang berkompeten untuk menghindari pengambilan keputusan sendiri. Mereka akan menerima modifikasi solusi yang logis dan akan mengubah solusi mereka sesuai dengan alternatif yang lebih baik. Wirausahawan tidak membiarkan sifat mementingkan diri mengesampingkan obyektivitas.
3. Faktor-Faktor Pembawa Keberhasilan
Dari waktu kewaktu banya orang yang membuka usaha. Beberapa diantara mereka mampu bertahan dan bahkan berkembang, tetapisebagian besar mengalami kegagala. Alasan perusahaan yang bermula dengan keberhasilan bukan karena pendirinya mempunya modal besar pada saat mengawali usaha mereka, hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan mereka dikelola oleh wirausahawan yang mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Wirausahawan tidak bersedia bekerja dengan baik dalam sebuah organisasi yang diatur menurut struktur organisasi karena mereka tidak suka diatur oleh orng lain. Pada umumnya wirausahawan percaya bahwa mereka mampu bekerja lebih baik daripada orang lain dan akan berusaha keras dengan tanggung jawab penuh. Sekali tujuan tercapai, mereka akan segera menggantikannya dengan tujuan yang lebih besar.
Wirausahan ciri yang dominan, yakni ras percaya diri dan kemampuan yang lebih abik dari pada teman sekerja ataupun atasannya. Mereka memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan.
Karakteristik wirausahawan sebagai berikut :
• Wirausahawan memiliki kepercayaan dan pengendalian diri pada saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan. Mereka mampu mengatasi permasalahan dengan cepat dan gigih dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan selalu mencari aktifitas. Mereka tidak dapat duduk menunggu aktifitas yang akan diberikan orang lain kepada mereka. Diam tanpa aktifitas bukan sifat mereka.
• Wirausahawan mampu mengendalikan diri. Dalam olahraga mereka pada umumnya lebih menyukai jenis olahraga peroangan daripada permainan tim. Mereka menyukai permainan yang membuat otot dan otak mereka secara langsung berpengaruh pada hasil akhir dan kecepatan permainan. Mereka mempunya inisiatif, energik, dan tidak mengenal lelah dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan memngelola pekerjaan berdasarka tujuan. Mereka mampu memahami situasi rumit yang mungkin mencakup perencanaan, pengambilan keputusan strategis, dan yang mempengaruhi ide bisnis berganda secara simultan. Mereka senantiasa menyadari pentingnya perincian dan secara berkesinambungan segala kemungkinan demi tercapainya tujuan perusahaan.
• Wirausahawan adalah penganalisa kesempatan. Mereka akan menganalisa dengan cermat setiap kesempatan sebelum dapat meyakini manfaat kesempatan tersebut bagi dirinya.
• Wirausahawan adalah pemikir yang kreatif. Mereka tidak mengikuti cara berfikir yang telah menjadi kebiasaan dan dilakukan oleh orang pada umumnya. Hal yang telah menjadi kebiasaan tidak melahirkan solusi baru yang merupakan tuntutan usaha kecil pada masa dewasa ini.
• Wirausahawan adalah orang yang mampu memecahkan persoalan. Mereka mempunya pemahaman yang jelas tentang suatu yang ingin mereka capai dan dengan cepat mengatasi permasalahan dengan cara yang mereka tempuh.
• Wirausahawan adalah pemikir yang obyektif. Ketika seorang wirausahawan menemukan solusi atas suatu permasalahan, ia akan bertukar pikiran dengan orang-orang yang berkompeten untuk menghindari pengambilan keputusan sendiri. Mereka akan menerima modifikasi solusi yang logis dan akan mengubah solusi mereka sesuai dengan alternatif yang lebih baik. Wirausahawan tidak membiarkan sifat mementingkan diri mengesampingkan obyektivitas.
Kata wirausahawan merupakan terjemahan dari kata enterpreneur. Kata tersebut berasal dari bahasa perancis enterpendre yang berarti “ bertanggung jawab”. Wirausahawan adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyusun, mengelola dan mengukur resiko suatu usaha bisnis . Pada masa sekarang wirausahawan melakukan berbagai hal sehingga definisinya manjadi luas. Wirausahawan adalah inovator yang mampu memanfaatkan dan mengubah kesempatan jadi ide yang dapat dijual atau dipasarkan, memberikan nilai tambah dengan memanfaatkan upaya, waktu, biaya, atau kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan . Mereka adalah pemikir mandiri yang memiliki keberanian untuk berbeda latar belakang dalam berbagai hal yang bersifat umum. Mereka adalah pembawa perubahan dalam dunia bisnis yang tidak mudah menyerah dalam berbagai kesulitan untuk mengejar keberhasilan usaha ynag dirintis secara terencana. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir perjuangan, melainkan dianggap sebagai suatu bahan kajian yang harus dipelajari demi tercapainya target.
Seorang wirausawan adalah pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil resiko untuk memulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba. Karena itu ia lebih memilih menjadi pemimipin dari pada menjadi pengikut, untuk itu seorang wirausawan memilki rasa percaya diri yang kuat dan mempertahankan diri ketika menghadapi tantangan pada saat merintis usaha bisnis . Dalam menghadapi berbagai permasalahan, seorang wirausahawan senantiasa dituntut untuk kreatif. Ia mengetahui cara mencapai tujuan yang direncanakan, dan mampu berkonsentrasi serta berinisiatif memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengatur langkah sesuai dengan rencana yang telah dibuat menuju target.
Wirausahawan perlu mempunyai desain produk, strategi pemasaran, dan solusi dalam mengatasi problem menejerial yang kreatif untuk bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Seoarang wirausahawan adalah seorang pemburu yang mengorganisir, mengelola, dan mengasumsikan segala resiko pada saat dia memulai usahanya untuk mendapatkan keuntungan.
Selain sifat-sifat kewirausahaan seperti tersebut di atas, diperlikan kemampuan menejerial untuk mengorganisisr sebuah perusahaan, mengmbangkan srategi operasi, mendapatkan dana untuk modal usaha, dan mengelola aktifitas bisnis. Pengetahuan teknis juga diperlukan untuk mewujudkan ide. Misalnya, seorang wirausahawan mempunyai ide yang baik tentang program komputer tetapi dia tidak memiliki pengetahuan yang rinci tentang hal itu, idenya tidak mungkin akan terwujud .
1. Pengembangan Kepribadian
Seseorang tidak akan pernah mengalami perkembangan tanpa menggunakan upaya pikir dan fisik untuk menciptakan suatu rekayasa positif demi suatu perubahan. Seorang wirausahawan senantiasa berupaya melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan. Dalam melakuakn pencarian hal-hal yang baru dia selalu memperhatikan efektifitas dan efesiensi, serta kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan.
Seorang wirausahawan memilki beberapa ciri kepribadian sebagai berikut:
• mengetahui target sasaran yang diinginkan
• Mempunyai daya ingat yang baik
• Tenang dalam reaksi
• Optimistis dalam berusaha
• Diplomatis dalam berbicara
• Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
• Bersikap ramah dan sopan
• Tegas
• Berpengetahuan luas
2. Profil Wirausahawan
Selain kepribadian sebagaimana disebutkan di atas, ciri seorag wirausahawan juga ditunjukkan dengan profil pribadi sebagai berikut :
a. Mengejar prestasi
Wirausahawan bercirikan senantiasa menginginkan prestasi prima. Untuk itu mereka lebih melimilih bekerja dengan pakar ketika menghadapi problema dan cenderung untuk berfikir cermat serta fokus pada visi jangka panjang tentang bisnis.
b. Berani mengambil resiko
Wirausahawan tidak takut menjalani pekerjaan yang disertai resiko dengan memperhitungkan besar kecilnya resiko. Dalam setiap kesempatan wirausahawan senantiasa menghindari resiko tinggi. Mereka menyadari bahwa prestasi yang lebih besar hanya mungkin dicapai jika mereka bersedia menerima resiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan.
c. Mampu memecahkan permasalahan
Wirausahawan adalah orang yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami dan pada umumnya lebih capat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi. Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang sahih, mereka dengan segera memberikan alternatif pendekatan pemecahan permasalahan.
d. Rendah hati
Wirausahawan mendapatkan kepuasan dalam lambang-lambang keberhasilan yang diluar dirinya. Mereka senang usaha yang mereka bangun dipuji orang, namun mereka menolak apabila pujian itu ditujukan kepada diri mereka. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai wirausaha yang meskipun sukses dalam bisnis, tetap tampil bersahaja, misalnya berkendaraan mobil yang tidak tegolong mewah atau bahkan mobil bekas.
e. Bersemangat
Wirausahawan secara fisik senantiasa tampak lincah dan berbadan sehat. Mereka mampu bekerja melebihi jam kerja rata-rata yang dilakukan orang lain ketika merintis usaha. Untuk itu mereka selalu berusaha menjaga stamina.
f. Memiliki rasa percaya diri
Wirausahawan adalah orang yang memilki rasa percaya diri yang sangat tinggi dan tidak meragukan kecakapan dan kemampuannya. Mereka berfikir bahwa tindakan mereka akan mampu mengubah kejadian dan percaya bahwa mereka adalah pemimipin bagi mdiri mereka sendiri. Mereka melawan pendapat yang mengatakan bahwa kejaidian lain dapat mempengaruhi dorongan untuk mencapai prestasi dan kesuksesan.
g. Menghindari sifat cengeng
Wirausahawan senantiasa menghindari sifat cengeng dalam membentuk pribadi mandiri sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam membentuk ikatan emosional yang kental dengan konsekuensi kurang terjalinnya hubungan akrab dengan kawan atau anggota keluarga. Sehingga seringkali mereka lebih mengutamakan pekerjaan .
h. Mencari kepuasan diri
Karena wirausahawan termotivasi oleh kebutuhan untuk mewjudkan prestasi diri, mereka seringkali kurang berminat terhadap struktur organisasi. Mereka mengabaikan aktifitas menejemen organisasi tradisional sehingga pada umumnya mereka mengalami kesulitan dengan waktu kerja apabila bekerja untuk suatu perusahaan besar.
3. Faktor-Faktor Pembawa Keberhasilan
Dari waktu kewaktu banya orang yang membuka usaha. Beberapa diantara mereka mampu bertahan dan bahkan berkembang, tetapisebagian besar mengalami kegagala. Alasan perusahaan yang bermula dengan keberhasilan bukan karena pendirinya mempunya modal besar pada saat mengawali usaha mereka, hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan mereka dikelola oleh wirausahawan yang mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Wirausahawan tidak bersedia bekerja dengan baik dalam sebuah organisasi yang diatur menurut struktur organisasi karena mereka tidak suka diatur oleh orng lain. Pada umumnya wirausahawan percaya bahwa mereka mampu bekerja lebih baik daripada orang lain dan akan berusaha keras dengan tanggung jawab penuh. Sekali tujuan tercapai, mereka akan segera menggantikannya dengan tujuan yang lebih besar.
Wirausahan ciri yang dominan, yakni ras percaya diri dan kemampuan yang lebih abik dari pada teman sekerja ataupun atasannya. Mereka memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan.
Karakterisyik wirausahawan sebagai berikut :
• Wirausahawan memiliki kepercayaan dan pengendalian diri pada saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan. Mereka mampu mengatasi permasalahan dengan cepat dan gigih dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan selalu mencari aktifitas. Mereka tidak dapat duduk menunggu aktifitas yang akan diberikan orang lain kepada mereka. Diam tanpa aktifitas bukan sifat mereka.
• Wirausahawan mampu mengendalikan diri. Dalam olahraga mereka pada umumnya lebih menyukai jenis olahraga peroangan daripada permainan tim. Mereka menyukai permainan yang membuat otot dan otak mereka secara langsung berpengaruh pada hasil akhir dan kecepatan permainan. Mereka mempunya inisiatif, energik, dan tidak mengenal lelah dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan memngelola pekerjaan berdasarka tujuan. Mereka mampu memahami situasi rumit yang mungkin mencakup perencanaan, pengambilan keputusan strategis, dan yang mempengaruhi ide bisnis berganda secara simultan. Mereka senantiasa menyadari pentingnya perincian dan secara berkesinambungan segala kemungkinan demi tercapainya tujuan perusahaan.
• Wirausahawan adalah penganalisa kesempatan. Mereka akan menganalisa dengan cermat setiap kesempatan sebelum dapat meyakini manfaat kesempatan tersebut bagi dirinya.
• Wirausahawan adalah pemikir yang kreatif. Mereka tidak mengikuti cara berfikir yang telah menjadi kebiasaan dan dilakukan oleh orang pada umumnya. Hal yang telah menjadi kebiasaan tidak melahirkan solusi baru yang merupakan tuntutan usaha kecil pada masa dewasa ini.
• Wirausahawan adalah orang yang mampu memecahkan persoalan. Mereka mempunya pemahaman yang jelas tentang suatu yang ingin mereka capai dan dengan cepat mengatasi permasalahan dengan cara yang mereka tempuh.
• Wirausahawan adalah pemikir yang obyektif. Ketika seorang wirausahawan menemukan solusi atas suatu permasalahan, ia akan bertukar pikiran dengan orang-orang yang berkompeten untuk menghindari pengambilan keputusan sendiri. Mereka akan menerima modifikasi solusi yang logis dan akan mengubah solusi mereka sesuai dengan alternatif yang lebih baik. Wirausahawan tidak membiarkan sifat mementingkan diri mengesampingkan obyektivitas.
3. Faktor-Faktor Pembawa Keberhasilan
Dari waktu kewaktu banya orang yang membuka usaha. Beberapa diantara mereka mampu bertahan dan bahkan berkembang, tetapisebagian besar mengalami kegagala. Alasan perusahaan yang bermula dengan keberhasilan bukan karena pendirinya mempunya modal besar pada saat mengawali usaha mereka, hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan mereka dikelola oleh wirausahawan yang mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Wirausahawan tidak bersedia bekerja dengan baik dalam sebuah organisasi yang diatur menurut struktur organisasi karena mereka tidak suka diatur oleh orng lain. Pada umumnya wirausahawan percaya bahwa mereka mampu bekerja lebih baik daripada orang lain dan akan berusaha keras dengan tanggung jawab penuh. Sekali tujuan tercapai, mereka akan segera menggantikannya dengan tujuan yang lebih besar.
Wirausahan ciri yang dominan, yakni ras percaya diri dan kemampuan yang lebih abik dari pada teman sekerja ataupun atasannya. Mereka memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan.
Karakteristik wirausahawan sebagai berikut :
• Wirausahawan memiliki kepercayaan dan pengendalian diri pada saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan. Mereka mampu mengatasi permasalahan dengan cepat dan gigih dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan selalu mencari aktifitas. Mereka tidak dapat duduk menunggu aktifitas yang akan diberikan orang lain kepada mereka. Diam tanpa aktifitas bukan sifat mereka.
• Wirausahawan mampu mengendalikan diri. Dalam olahraga mereka pada umumnya lebih menyukai jenis olahraga peroangan daripada permainan tim. Mereka menyukai permainan yang membuat otot dan otak mereka secara langsung berpengaruh pada hasil akhir dan kecepatan permainan. Mereka mempunya inisiatif, energik, dan tidak mengenal lelah dalam mengejar tujuan.
• Wirausahawan memngelola pekerjaan berdasarka tujuan. Mereka mampu memahami situasi rumit yang mungkin mencakup perencanaan, pengambilan keputusan strategis, dan yang mempengaruhi ide bisnis berganda secara simultan. Mereka senantiasa menyadari pentingnya perincian dan secara berkesinambungan segala kemungkinan demi tercapainya tujuan perusahaan.
• Wirausahawan adalah penganalisa kesempatan. Mereka akan menganalisa dengan cermat setiap kesempatan sebelum dapat meyakini manfaat kesempatan tersebut bagi dirinya.
• Wirausahawan adalah pemikir yang kreatif. Mereka tidak mengikuti cara berfikir yang telah menjadi kebiasaan dan dilakukan oleh orang pada umumnya. Hal yang telah menjadi kebiasaan tidak melahirkan solusi baru yang merupakan tuntutan usaha kecil pada masa dewasa ini.
• Wirausahawan adalah orang yang mampu memecahkan persoalan. Mereka mempunya pemahaman yang jelas tentang suatu yang ingin mereka capai dan dengan cepat mengatasi permasalahan dengan cara yang mereka tempuh.
• Wirausahawan adalah pemikir yang obyektif. Ketika seorang wirausahawan menemukan solusi atas suatu permasalahan, ia akan bertukar pikiran dengan orang-orang yang berkompeten untuk menghindari pengambilan keputusan sendiri. Mereka akan menerima modifikasi solusi yang logis dan akan mengubah solusi mereka sesuai dengan alternatif yang lebih baik. Wirausahawan tidak membiarkan sifat mementingkan diri mengesampingkan obyektivitas.
Rabu, 05 Januari 2011
kuliah jurnalistik uin malang
MENULIS ARTIKEL Di MEDIA MASSA
Menulis di Media Sulit?
v Rata-rata koran menerima 10-30 artikel per hari
v Persaingan antar-penulis tinggi.
v Tidak semua media menyediakan kiriman artikel dari luar
Bagaimana Menembus Media
v Cari tahu karakteristik media
v Cari momen yang tepat
v Cari tahu bagaimana media menerima artikel
v Pelajari apa model artikel yang diterima
Karakteristik Media
v Pelajari misi dan segmen pembacanya.
v Lihat model bahasa yang digunakan
v Lihat rubrikasi yang menerima tulisan dari luar.
Model-Model Artikel
v Artikel situasional
v Artikel aktualitas
v Artikel getaran
v Artikel misi
Memulai Menulis
v Memulai MenulisTidak punya ide menulis
v Punya ide tapi tak bisa memulai
v Bisa menulis tapi di tengah jalan macet
Mau Menulis Ide Buntu?
v Selalu berpikir pada: aktual, kedekatan, getaran kuat, ketokohan, situasional, sensasional, human interest, dan sesuatu yang baru.
v Baca, baca, dan baca…
v Hilangkan perasaan ragu
Sulit Memulai Menuliskan Ide
v Mulai dari hal-hal ringan
v Bisa kalaimat langsung atau tak langsung.
v Hilangkan perasaan takut menulis
Berita dan Penggalian Data
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih berita:
Ø Aktualitas
Berarti kehangatan. Semakin hangat yang diberitakan, semakin menarik berita tersebut. Saat ini, berkat kemajuan teknolagi, ukuran hangat tidaknya sebuah berita, hanya dalam hitungan jam
Ø Ketokohan.
Bila suatu peristiwa sama-sama menimpa seorang tokoh dan bukan tokoh, yang menimpa sang tokohlah yang lebih dikedepankan. Tokoh di sini bukan hanya tokoh formal, namun juga orang yang diakui ketokohannya oleh masyarakat.
Ø Unik.
John Bogart, editor masalah New York Sun, pernah mengatakan, ”Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; tapi, jika orang menggigit anjing, ini baru berita.” Pernyataan Bogart ini berkembang ke hal-hal lain.
Misalnya, pemain sepak bola Belanda Dennis Berkamp takut naik pesawat semenjak temannya mengalami kecelakaan udara. Karena itu, dia tidak ikut klubnya, Arsenal, maupun timnas Belanda bila bertanding di tempat yang jauh.
Ø Informatif
Terkait dengan informasi baru yang mengandung banyak manfaat bagi pembaca.Misalnya, kenaikan harga BBM, perubahan UU lalu lintas, atau penutupan jalan karena suatu acara.
Ø Trendi
Berarti gaya atau tradisi terbaru. Misalnya, kini banyak ABG mengenakan kacamata warna-warni. Begitu juga mode pakaian, gaya rambut, atau cara melangsingkan tubuh terbaru.
Ø Human interest
Artinya menyentuh atau menggugah perasaan pembaca. Contoh, derita mantan wanita panggilan kelas tinggi yang kini hanya bisa terbaring gara-gara AIDS. Sekarang dia telah bertobat. Namun, semua keluarganya tak sudi merawat dia. Hanya seorang keponakannya yang mau merawat. Itu pun lebih sering makian dan bentakan yang keluar dari mulut sang keponakan.
Ø Proximity
Yaitu kedekatan, peristiwa yangdekat dengan pembeca, maka akan lebih dibaca daripada peristiwa yang sama tapi jauh. Misalnya, di Amerika ada gunung meletus, korbannya seratus, kemudian di Malang juga ada gunung meletus, korbannya 50. maka berita yang ada di Malang ini akan lebih diutamakan dan menarik.
Menulis Berita
Berita yang baik mengandung unsur 5 W + 1 H.
Prinsip penulisan menggunakan piramida terbalik.
Ciri-ciri Bahasa berita
v Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
v Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami
v Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya.Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing,daerah,atau istilah ilmiah yang tidak dimengerti.Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya
v Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis: Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit
v Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya. Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat
v Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran
contoh kalimat bermakna ganda:Istri perwira yang ramah itu menyanyi(Yang ramah sang istri atau si perwira?)
v Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut: Sumpah Pemuda adalah merupakan Ribuan pemuda-pemud
Persiapan dan Teknik Wawancara
v Persiapan Material
1. Perlu disiapkan peralatan wawancara seperti alat tulis, tape recorder, atau kamera.
2. Siapkan data-data pendukung seperti dokumen persoalan atau masalah yang tertulis yang menunjang wawancara
3.Persiapan fisik. Kalau sampai sakit, kegiatan wawancara bisa terganggu dan tidak mencapai maksimal. Sebab, kegiatan wawancara tidak jarang juga memerlukan waktu cukup lama.
v Persiapan non material
1. Telusuri berita atau masalah yang hendak ada kembangkan dalam wawancara
2. Periksalah fakta-fakta seputar masalah yang akan Anda kembangkan. Lakukan persiapan dan riset.
3. Pertimbangkan keinginan tahu dan kebutuhan khalayak atau publik media Anda
4. Tentukan daftar dan alur pertanyaan
5. Jagalah pertanyaan Anda sesingkat mungkin.
6. Pertebal kepercayaan diri agar berani dan mampu mengajukan pertanyaan yang sulit dan controversial
7. Kejar semua asumsi yang dilontarkan narasumber
8. Kembangkan agar si narasumber dapat mengajukan contoh yang detail.
9. Jika dimungkinkan, kembangkan agar narasumber berbicara lebih personal.
10. Tunjukkan bahwa Anda mempunyai minat terhadap masalah yang Anda bahas serta perlihatkan bahwa Anda cukup mengetahui masalah tersebut.
11. Galilah semua informasi dari narasumber. Kendati ”tidak bersedia memberikan komentar atau tidak bersedia memberikan jawaban”, hal tersebut adalah berita.
12. Sebagai jurnalis, posisikan diri Anda justru di atas narasumber atau minimal sejajar
13. Hasil wawancara perlu segera ditulis selagi ingatan masih segar. Gunakan tape recorder jika memang sangat perlu dan khawatir dengan sebutan istilah yang salah. Jangan sungkan meminta narasumber menuliskan nama terang lengkap dengan titel atau jabatannya sendiri. Bila perlu, minta kartu namanya.
14. Kalau terjadi keraguan mengenai suatu hal dari wawancara tersebut, biasakan menanyakan kembali, mungkin melalui telepon.
Perhatikan:
• Semakin banyak narasumber, data yang Anda dapatkan semakin lengkap. Berarti pula, berita yang Anda tulis lebih bagus.
• Perhatikan penampilan jika ingin menjumpai narasumber. Sesuaikan dengan kondisi dan situasi.
• Penetapan Angle
• Menulis berita berbeda dengan menulis cerpen, novel, atau karangan-karangan lainnya. Menulis berita berarti memancing hasrat orang untuk terus membaca. Jadi, kalimat pembuka ibarat berfungsi sebagai ”kail” yang sulit untuk melepas ”buruannya”. Pendek kata, dalam berita, ketika orang membaca kalimat pertama, dia punya hasrat kuat membaca kalimat-kalimat berikutnya.
• Coba Anda identisifikasi beberapa fakta di bawah ini? Mana yang paling menarik?
1. Ada kecelakaan lalu lintas di Jl Veteran.
2. Peristiwa terjadi Sabtu sore pukul 17.00.
3. Antara mobil dan sepeda motor.
4. Pengendara sepeda motor tewas.
5. Korban tewas ternyata wali kota Malang.
6. Sepeda motor ringsek berat dan mobil penyok bodi depannya.
7. Polisi menyimpulkan pengemudi mobil bersalah karena ngebut dan memakan marka jalan.
8. Korban dilarikan ke rumah sakit.
9. Pengemudi mobil ditahan polisi.
10. Keluarga korban shock.
Sesi 1
Manajemen Lembaga Media
Ø Tiga Kerjaan Besar
Ø Manajemen Redaksi
Ø Manajemen Isu
Ø Manajemen Perusahaan
Ø Manajemen Redaksi
Ø Perencanaan:
Mengatur roda keredaksian sebagai produsen konten mediaInformasi utuh dan komprehensif.
Ø Pengorganisasian:Mengatur irama kerja organisasi redaksi
Ø Kontrol:Menjaga standar mutu produk redaksi.
Ø Evaluasi:Mengevaluasi pekerjaan tim redaksi
Tim Redaksi
Ø Pemimpin redaksi
Ø Redaktur Pelaksana
Ø Redaktur
Ø Koord Liputan
Ø Wartawan
Ø Pracetak
MANAJEMEN ISU
Merencanakan konten tulisan pada kurun waktu tertentu.
Membangun Isu
Ø Isu besar = tujuan besar
Ø Isu lebih besar menutupi isu besar.
Ø Isu besar terpolarisasi isu-isu kecil
Ø Isu besar diganggu isu-isu kecil
Sesi 2
SEPUTAR JURNALISTIK…….
Apa Itu Jurnalistik?
Banyak teori yang muncul. Namun singkatnya, jurnalistik adalah ilmu tentang menulis, khususnya menulis informasi/berita.
Lingkup Jurnalistik
Media (cetak: koran, majalah, buletin, tabloid dll. Elektronik: radio, TV, online, dll)
Konten (Non fiksi: berita, artikel, feature. Fiksi: novel, cerpen, puisi)
SDM (Pemred, Redaktur, Wartawan, Fotografer, Layoutman)
Berita (Selalu Baru)
Berita = news (mengandung info yang baru, info basi bukanlah berita)
Berita berasal dari data-data yang dikumpulkan reporter (’’tukang belanja’’) dan diolah oleh redaktur (’’koki’’), agar penyajian ke khalayak (’’penikmat’’) menjadi enak
APA ITU BERITA?
Kejadian luar biasa atas orang biasa (kebanyakan)
Kejadian biasa atas orang luar biasa (tokoh)
Kejadian luar biasa atas orang luar biasa
Peristiwa lain yang memenuhi anggapan orang tentang berita
JADI BERITA ADALAH….
Cerita yang diceritakan.
Cerita itu disajikan dalam bentuk tulisan atau visual.
Cerita itu tidak ditambah-tambahi dan dikurangi.
Cerita itu harus seimbang.
Reporter, Pencatat Sejarah
Asal kata reportare (Latin) membawa pulang dari suatu tempat
Informasi (berita) menentukan dalam perkembangan peradaban
Peradaban Islam juga mengenal beberapa ’’reporter’’ (peziarah yang mencatat perjalanannya)
Menuliskan Reportase
Resep klasik tetap berlaku: 5 W + 1 H
-what (apa yang terjadi
-when (kapan kejadiannya)
-who (siapa yang terlibat)
-where (di mana kejadian itu)
-why (mengapa sampai terjadi)
-how (bagaimana kejadiannya)
Hilang salah satu unsur itu berita tidak ’’berbunyi’’Mana yang didahulukan dalam lead (kepala) berita, tergantung mana yang paling penting di antara kelima unsur itu
Bangunan Berita
Hard news, spot news, straight news (’’berita keras’’) biasanya berstruktur piramida terbalik (yang terpenting di atas untuk memudahkan editing)
Struktur piramida terbalik, setelah judul, disusul lead (kepala berita) dan kemudian tubuh berita (uraian fakta)
Soft news, depth news, features, atau berita tokoh biasanya berstruktur lebih bebas, tapi bisa pula dengan piramida terbalik
Lead harus menarik, agar memancing orang membaca
Menggali Ide Membuat Berita Melalui RUKUN IMAN NEWS
Aktualitas
Magnitude
Proximity
Ketokohan
New
Modern
Human Interest
Dramatik
Sensasional
Inovatif
Unik
Situasional
MENGGALI DATA BERITA
Wawancara
Pengamatan plus
Angka
Knowledge Asset
ANGLE BERITA
Dalam sebuah berita, faktor ketertarikan pembaca adalah angle (sudut pandang) si reporter.Semakin bagus angle yang diambil, makin kelihatan kecerdasan seorang reporter.
Angle didapat setelah memperhatikan rukun iman membuat berita.
CONTOH PENG-ANGEL-AN
Peristiwa pembunuhan sore kemarin terjadi di Universitas Islam Negeri Malang. Dua mahasiswa jadi korban perampokan disertai kekerasan. Mereka Yudha, 19, dan Yudhi, 20.
(Angle berdasarkan rukun iman aktualitas)
Putra Bupati Antahberantah Yudha, kemarin sore jadi korban pembunuhan di Universitas Islam Negeri Malang. Lelaki 19 tahun ini terbunuh bersama temannya, Yudhi, 20, setelah dirampok oleh lima orang usai kuliah.
(Angle dari sudut ketokohan sang bupati)
Darah bercecer di ruang kelas 10 Universitas Negeri Malang. Sepotong tangan tergeletak di bawah meja. Jerit tangis pun menyelimuti kampus di Jl Surabaya itu. Itu terjadi setelah dua orang mahasiswa ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan. Keduanya adalah Yudha dan Yudhi.
(Ini angle dramatis atau bisa human interes).
MACAM FEATURES
Personal Features
Human Interest Features
Adventure Features
Features
adalah berita yang berisi gambaran/diskripsi tentang objek informasi.patut Diperhatikan…
Akurasi fakta-fakta (misal, beras beda dengan gabah atau padi, kertas beda dengan koran, orang beda dengan anak-anak, musala beda dengan masjid)
Ejaan yang konsisten (misal, apotik atau apotek, khawatir atau kuatir, praktek atau praktik, salat atau sholat)
Pemakaian tanda baca yang benar
Serius dan gigih sangat dihargai dalam mengumpulkan fakta-fakta (tidak gampang percaya), bila perlu dengan investigasi (Latin: vestigum=jejak kaki)
Banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca…
KESIMPULAN
Membuat berita tidak sulit….
Cari sudut pandang yang baik dan paling menarik.
Bingung mau nulis apa, kembalilah pada RUKUN IMAN
Perbanyak Knowledge Asset Anda.
Sering latihan.
Sesi 3
MENGUBAH PARADIGMA
• Mengubah Mind Set
• Menyadari Ada Lintas Generasi
• Memahami Keinginan Generasi
• Pelajaran apa yang dapat kita petik?
• Pelajaran apa yang dapat kita petik?
PROBLEM
• Tidak tahu keinginan generasi baru.
• Apriori
• Tidak percaya
• Terkejut
CHANGE
• Cara Pandang
• Cara Memperlakukan
• Cara Bekerja
• Cara Menyelesaikan Masalah
• Jangan Sombong
BAGAIMANA INDONESIA?
• Bagaimana kesiapan SDM?
• Bagaimana dukungan pemerintah?
• Bagaimana sikap ANDA sebagai generasi penerus?
• Bagaimana mencari dukungan media?
• Peran Media
• Penyeimbang
• Publikasi
• Kontrol
• Partner
• Peran sebagai Media
Sesi 4
SEPUTAR MANAJEMEN ISU
Apa Itu Manajemen Isu
Manajemen adalah proses untuk mengorganisasi secara efektif, efisien, dan optimal dengan menggunakan dan memanfaatkan semua resources.
Manajemen isu: proses untuk mengorganisasi secara efektif, efisien, dan optimal dengan menggunakan dan memanfaatkan semua resources.
Bangunan Manajemen Isu
Isu besar dibuat untuk tujuan besar
Isu lebih besar menutup isu besar
Isu besar dipolarisasi isu-isu sedang.
Isu besar diganggu isu-isu baru
Contoh Isu 1
29 Okt – 3 Nov = Gayus di Bali
26 kt – 2 Nov = Merapi dll
27 3 – 10 Nov= bencana
28 9 – 10 Nov= Obama
12 – 17 Nov = Gayus lagi
13 – 20Nov = TKW sumiati
17 – 19 Nov= TKW dead
Contoh Isu 2
23-24 nov = Premium Langka
24-26 nov = Bromo
26-27 nov = Sidang Ariel
= ketua KPK dan MA
Konstruksi Isu
Creative thinking
Show
Making
Creative Thinking
Menentukan objek isu
Mencari NAGA
Membuat NAGA
Menjual NAGA
Show
Menunjukkan sisi menarik
Membuat press release
Menunjukkan isu
Mencari sasaran timing isu.
MAKE ISSUE
Membuat grand desain isu
Membuat sub isu
Menentukan sumber
Membuat sasaran isu
Menulis uin sesi 1
KODE ETIK JURNALISTIK
FILOSOFI DASAR
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Penafsiran
Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.
Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Penafsiran
Cara-cara yang profesional adalah:
menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
menghormati hak privasi;
tidak menyuap;
menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;
rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.
Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Penafsiran
Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.
Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.
Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.
Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.
Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Penafsiran
Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk.
Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.
Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara.
Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Penafsiran
Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak.
Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.
Pasal 6
Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
Penafsiran
Menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.
Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.
Pasal 7
Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.
Penafsiran
Hak tolak adalak hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya.
Embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber.
Informasi latar belakang adalah segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya.
“Off the record” adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan.
Pasal 8
Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
Penafsiran
Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas.
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.
Pasal 9
Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
Penafsiran
Menghormati hak narasumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati.
Kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik.
Pasal 10
Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
Penafsiran
Segera berarti tindakan dalam waktu secepat mungkin, baik karena ada maupun tidak ada teguran dari pihak luar.
Permintaan maaf disampaikan apabila kesalahan terkait dengan substansi pokok.
Pasal 11
Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.
Penafsiran
Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.
Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.
Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.
Aturan Main
Ø penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers.
Ø Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh perusahaan pers.
Menulis uin sesi 2
Menulis Berita Itu Tidak Sulit
Aturan Main
Gunakan panca indera untuk mengamati ruangan gedung dan acara ini.
Saya akan berinteraksi dengan peserta, catat nama, jawaban, dan perhatikan.
Catat fakta-fakta apa saja yang Anda rasakan dari pengamatan, saya berinteraksi, dan pengetahuan dasar Anda.
Kumpulkan semua fakta itu di kertas kosong yang Anda pegang.
Makin banyak fakta makin bagus.
Berita, Makhluk Apa Itu?
Kumpulan dari fakta-fakta nyata
Informasi utuh dan komprehensif.
Wajib memiliki unsur 5 W 1 H.
Membuat Berita
How to get
How to comphare
How to write
How to expose
How to get?
Mencari dengan wawancara.
Mencari dengan pengamatan
Mencari angka-angka kuantitatif
Memaksimalkan knowledge asset
How to Comphare?
Memilah berdasarkan angle.
Menyatukan menjadi satu bahasan.
Angle Berita via News Value
Aktualitas
Kedekatan
Getaran
New
Ketokohan
Human interest
Dramatik
Situasional
Sensasional
Tren
How to Write?
Wajib ada 5 W 1 H
Menulis berita = bercerita
Gunakan bahasa sehari-hari dan mengalir.
Ada lead (kepala berita).
Berita Mengalir
Mengalir: A-A-B-B-B-C-C-D-D-D-E..dst
Tidak mengalir: A-A-B-B-B-C-C-A-D-D-C-E-E-B-B…dst
Lead (Kepala Berita)
Bukan kesimpulan.
Terletak di paragraf pertama.Fungsinya: menarik pembaca, berisi informasi awal.
Minimal ada 3 W-nya
Macam Berita
Strait news
Features (personal feature, dramatik feature, adventure feature, investigation feature)
Depth news
Ciri-ciri Bahasa berita
Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami.
Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya. Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing, daerah, atau istilah ilmiah yang tidak dimengerti. Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya.
Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis:Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit.
Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya.Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat.
Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran.contoh kalimat bermakna ganda:
Istri rektor yang ramah itu pandai menyanyi.
(Yang ramah istri rektor atau si rektornya?)
Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”
Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut:
Sumpah Pemuda adalah merupakan…
Ribuan pemuda-pemuda…
Menulis 1
Semua orang pada dasarnya bisa membuat karya tulis. Karena tidak ada bakat di sini, tapi keinginan dan kemauan.
Hampir semua orang sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mulai menulis, tapi mengapa mereka tidak melakukannya?
Faktor-Faktor Sulit Menulis
Tidak punya ide untuk menulis
Susah dari mana memulai menulis
Berhenti di jalan, dan tak bisa meneruskan.
1. Actuality
2. Proximity
3. Magnitude
4. Situasional
Susah Memulai, lalu???Mulailah dengan yang ringan.
1. Dari kutipan
2. Hasil pembicaraan
3. Angka-angka
4. Fakta panca indera.
Teguhkan Hati Bahwa Saya Bisa..
1. Mulai dengan keyakinan.
2. Jngan taku salah
Berhenti di Tengah So What?
1. Kembalilah pada ide awalnya.
2. Fokus pada permasalahan.
3. Bertanyalah, lalu jawablah.
4. Pupuk lagi kepercayaan diri.
Senang pada solusi
Kaya gagasan dan program
“Biarlah saya melakukan untuk Anda”
“Hal itu memang sulit, tapi pasti bisa dipecahkan”
Ringan mengakui kesalahan dan minta maaf
Senang pada intuisi dan imaginasi
“Jika orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa”
Cerdas membaca peluang
Berpikir sebelum bertindak
Tegas, tapi tidak menyakitkan
Memegang prinsip dan fleksibel
“Jangan melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin orang lain melakukannya terhadap anda”
Kreatif dan inovatif
Orientasi terhadap prestasi, bukan prestise
Writer, Not Looser Mentality
Bagian dari masalah
Miskin akan gagasan dan program
“Itu bukan tugas saya”
“Hal itu mungkin bisa, tetapi terlalu sulit dilaksanakan”
Susah mengakui kesalahan dan minta maaf
Miskin intuisi dan imaginasi
“Ah saya memang sudah ditakdirkan untuk gagal”
Tidak bisa membaca peluang
Bertindak baru berfikir kemudian
Tidak tegas dan sering menyakiti orang lain
Kaku (rigid)
Sering menyakiti orang lain tanpa menyadari tindakannya
Tidak kreatif dan inovatif
Orientasi terhadap prestise (gengsi) bukan prestasi
Berita dan Penggalian Data
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih berita:
Ø Aktualitas
Berarti kehangatan. Semakin hangat yang diberitakan, semakin menarik berita tersebut. Saat ini, berkat kemajuan teknolagi, ukuran hangat tidaknya sebuah berita, hanya dalam hitungan jam.
Ø Ketokohan.
Bila suatu peristiwa sama-sama menimpa seorang tokoh dan bukan tokoh, yang menimpa sang tokohlah yang lebih dikedepankan. Tokoh di sini bukan hanya tokoh formal, namun juga orang yang diakui ketokohannya oleh masyarakat.
Ø Unik.
John Bogart, editor masalah New York Sun, pernah mengatakan, ”Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; tapi, jika orang menggigit anjing, ini baru berita.” Pernyataan Bogart ini berkembang ke hal-hal lain.
Misalnya, pemain sepak bola Belanda Dennis Berkamp takut naik pesawat semenjak temannya mengalami kecelakaan udara. Karena itu, dia tidak ikut klubnya, Arsenal, maupun timnas Belanda bila bertanding di tempat yang jauh.
Ø Informatif
Terkait dengan informasi baru yang mengandung banyak manfaat bagi pembaca.Misalnya, kenaikan harga BBM, perubahan UU lalu lintas, atau penutupan jalan karena suatu acara.
Ø Trendi
Berarti gaya atau tradisi terbaru. Misalnya, kini banyak ABG mengenakan kacamata warna-warni. Begitu juga mode pakaian, gaya rambut, atau cara melangsingkan tubuh terbaru.
Ø Human interest
Artinya menyentuh atau menggugah perasaan pembaca. Contoh, derita mantan wanita panggilan kelas tinggi yang kini hanya bisa terbaring gara-gara AIDS. Sekarang dia telah bertobat. Namun, semua keluarganya tak sudi merawat dia. Hanya seorang keponakannya yang mau merawat. Itu pun lebih sering makian dan bentakan yang keluar dari mulut sang keponakan.
Ø Proximity
Yaitu kedekatan, peristiwa yangdekat dengan pembeca, maka akan lebih dibaca daripada peristiwa yang sama tapi jauh. Misalnya, di Amerika ada gunung meletus, korbannya seratus, kemudian di Malang juga ada gunung meletus, korbannya 50. maka berita yang ada di Malang ini akan lebih diutamakan dan menarik.
Menulis Berita
Berita yang baik mengandung unsur
5 W + 1 H.
Prinsip penulisan menggunakan piramida terbalik.
• Ciri-ciri Bahasa berita
• Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
• Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami.
§ Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya. Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing,daerah,atauistilahilmiah yangtidak dimengerti. Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya.
Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis: Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit.
§ Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya.Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat.
Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran.
contoh kalimat bermakna ganda: Istri perwira yang ramah itu menyanyi.(Yang ramah sang istri atau si perwira?)
Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”
Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut:
Sumpah Pemuda adalah merupakan…
Ribuan pemuda-pemuda…
Persiapan dan Teknik Wawancara
Persiapan Material
ü Perlu disiapkan peralatan wawancara seperti alat tulis, tape recorder, atau kamera
ü Siapkan data-data pendukung seperti dokumen persoalan atau masalah yang tertulis yang menunjang wawancara
ü Persiapan fisik. Kalau sampai sakit, kegiatan wawancara bisa terganggu dan tidak mencapai maksimal. Sebab, kegiatan wawancara tidak jarang juga memerlukan waktu cukup lama.
Persiapan non material
Telusuri berita atau masalah yang hendak ada kembangkan dalam wawancara.
1. Periksalah fakta-fakta seputar masalah yang akan Anda kembangkan. Lakukan persiapan dan riset.
2. Pertimbangkan keinginan tahu dan kebutuhan khalayak atau publik media Anda.
3. Tentukan daftar dan alur pertanyaan.
4. Jagalah pertanyaan Anda sesingkat mungkin.
6. Pertebal kepercayaan diri agar berani dan mampu mengajukan pertanyaan yang sulit dan kontroversial.
7. Kejar semua asumsi yang dilontarkan narasumber.
8. Kembangkan agar si narasumber dapat mengajukan contoh yang detail.
9. Jika dimungkinkan, kembangkan agar narasumber berbicara lebih personal.
10. Tunjukkan bahwa Anda mempunyai minat terhadap masalah yang Anda bahas serta perlihatkan bahwa Anda cukup mengetahui masalah tersebut.
11. . Galilah semua informasi dari narasumber. Kendati ”tidak bersedia memberikan komentar atau tidak bersedia memberikan jawaban”, hal tersebut adalah berita.
12. Sebagai jurnalis, posisikan diri Anda justru di atas narasumber atau minimal sejajar .
13. Hasil wawancara perlu segera ditulis selagi ingatan masih segar. Gunakan tape recorder jika memang sangat perlu dan khawatir dengan sebutan istilah yang salah. Jangan sungkan meminta narasumber menuliskan nama terang lengkap dengan titel atau jabatannya sendiri. Bila perlu, minta kartu namanya.
14. Kalau terjadi keraguan mengenai suatu hal dari wawancara tersebut, biasakan menanyakan kembali, mungkin melalui telepon.
• Perhatikan:
• Semakin banyak narasumber, data yang Anda dapatkan semakin lengkap. Berarti pula, berita yang Anda tulis lebih bagus.
• Perhatikan penampilan jika ingin menjumpai narasumber. Sesuaikan dengan kondisi dan situasi.
• Penetapan Angle
• Menulis berita berbeda dengan menulis cerpen, novel, atau karangan-karangan lainnya. Menulis berita berarti memancing hasrat orang untuk terus membaca. Jadi, kalimat pembuka ibarat berfungsi sebagai ”kail” yang sulit untuk melepas ”buruannya”. Pendek kata, dalam berita, ketika orang membaca kalimat pertama, dia punya hasrat kuat membaca kalimat-kalimat berikutnya.
• Coba Anda identisifikasi beberapa fakta di bawah ini? Mana yang paling menarik?
1. Ada kecelakaan lalu lintas di Jl Veteran.
2. Peristiwa terjadi Sabtu sore pukul 17.00.
3. Antara mobil dan sepeda motor.
4. Pengendara sepeda motor tewas.
5. Korban tewas ternyata wali kota Malang.
6. Sepeda motor ringsek berat dan mobil penyok bodi depannya.
7. Polisi menyimpulkan pengemudi mobil bersalah karena ngebut dan memakan marka jalan.
8. Korban dilarikan ke rumah sakit.
9. Pengemudi mobil ditahan polisi.
10. Keluarga korban shock.
Menulis di Media Sulit?
v Rata-rata koran menerima 10-30 artikel per hari
v Persaingan antar-penulis tinggi.
v Tidak semua media menyediakan kiriman artikel dari luar
Bagaimana Menembus Media
v Cari tahu karakteristik media
v Cari momen yang tepat
v Cari tahu bagaimana media menerima artikel
v Pelajari apa model artikel yang diterima
Karakteristik Media
v Pelajari misi dan segmen pembacanya.
v Lihat model bahasa yang digunakan
v Lihat rubrikasi yang menerima tulisan dari luar.
Model-Model Artikel
v Artikel situasional
v Artikel aktualitas
v Artikel getaran
v Artikel misi
Memulai Menulis
v Memulai MenulisTidak punya ide menulis
v Punya ide tapi tak bisa memulai
v Bisa menulis tapi di tengah jalan macet
Mau Menulis Ide Buntu?
v Selalu berpikir pada: aktual, kedekatan, getaran kuat, ketokohan, situasional, sensasional, human interest, dan sesuatu yang baru.
v Baca, baca, dan baca…
v Hilangkan perasaan ragu
Sulit Memulai Menuliskan Ide
v Mulai dari hal-hal ringan
v Bisa kalaimat langsung atau tak langsung.
v Hilangkan perasaan takut menulis
Berita dan Penggalian Data
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih berita:
Ø Aktualitas
Berarti kehangatan. Semakin hangat yang diberitakan, semakin menarik berita tersebut. Saat ini, berkat kemajuan teknolagi, ukuran hangat tidaknya sebuah berita, hanya dalam hitungan jam
Ø Ketokohan.
Bila suatu peristiwa sama-sama menimpa seorang tokoh dan bukan tokoh, yang menimpa sang tokohlah yang lebih dikedepankan. Tokoh di sini bukan hanya tokoh formal, namun juga orang yang diakui ketokohannya oleh masyarakat.
Ø Unik.
John Bogart, editor masalah New York Sun, pernah mengatakan, ”Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; tapi, jika orang menggigit anjing, ini baru berita.” Pernyataan Bogart ini berkembang ke hal-hal lain.
Misalnya, pemain sepak bola Belanda Dennis Berkamp takut naik pesawat semenjak temannya mengalami kecelakaan udara. Karena itu, dia tidak ikut klubnya, Arsenal, maupun timnas Belanda bila bertanding di tempat yang jauh.
Ø Informatif
Terkait dengan informasi baru yang mengandung banyak manfaat bagi pembaca.Misalnya, kenaikan harga BBM, perubahan UU lalu lintas, atau penutupan jalan karena suatu acara.
Ø Trendi
Berarti gaya atau tradisi terbaru. Misalnya, kini banyak ABG mengenakan kacamata warna-warni. Begitu juga mode pakaian, gaya rambut, atau cara melangsingkan tubuh terbaru.
Ø Human interest
Artinya menyentuh atau menggugah perasaan pembaca. Contoh, derita mantan wanita panggilan kelas tinggi yang kini hanya bisa terbaring gara-gara AIDS. Sekarang dia telah bertobat. Namun, semua keluarganya tak sudi merawat dia. Hanya seorang keponakannya yang mau merawat. Itu pun lebih sering makian dan bentakan yang keluar dari mulut sang keponakan.
Ø Proximity
Yaitu kedekatan, peristiwa yangdekat dengan pembeca, maka akan lebih dibaca daripada peristiwa yang sama tapi jauh. Misalnya, di Amerika ada gunung meletus, korbannya seratus, kemudian di Malang juga ada gunung meletus, korbannya 50. maka berita yang ada di Malang ini akan lebih diutamakan dan menarik.
Menulis Berita
Berita yang baik mengandung unsur 5 W + 1 H.
Prinsip penulisan menggunakan piramida terbalik.
Ciri-ciri Bahasa berita
v Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
v Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami
v Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya.Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing,daerah,atau istilah ilmiah yang tidak dimengerti.Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya
v Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis: Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit
v Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya. Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat
v Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran
contoh kalimat bermakna ganda:Istri perwira yang ramah itu menyanyi(Yang ramah sang istri atau si perwira?)
v Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut: Sumpah Pemuda adalah merupakan Ribuan pemuda-pemud
Persiapan dan Teknik Wawancara
v Persiapan Material
1. Perlu disiapkan peralatan wawancara seperti alat tulis, tape recorder, atau kamera.
2. Siapkan data-data pendukung seperti dokumen persoalan atau masalah yang tertulis yang menunjang wawancara
3.Persiapan fisik. Kalau sampai sakit, kegiatan wawancara bisa terganggu dan tidak mencapai maksimal. Sebab, kegiatan wawancara tidak jarang juga memerlukan waktu cukup lama.
v Persiapan non material
1. Telusuri berita atau masalah yang hendak ada kembangkan dalam wawancara
2. Periksalah fakta-fakta seputar masalah yang akan Anda kembangkan. Lakukan persiapan dan riset.
3. Pertimbangkan keinginan tahu dan kebutuhan khalayak atau publik media Anda
4. Tentukan daftar dan alur pertanyaan
5. Jagalah pertanyaan Anda sesingkat mungkin.
6. Pertebal kepercayaan diri agar berani dan mampu mengajukan pertanyaan yang sulit dan controversial
7. Kejar semua asumsi yang dilontarkan narasumber
8. Kembangkan agar si narasumber dapat mengajukan contoh yang detail.
9. Jika dimungkinkan, kembangkan agar narasumber berbicara lebih personal.
10. Tunjukkan bahwa Anda mempunyai minat terhadap masalah yang Anda bahas serta perlihatkan bahwa Anda cukup mengetahui masalah tersebut.
11. Galilah semua informasi dari narasumber. Kendati ”tidak bersedia memberikan komentar atau tidak bersedia memberikan jawaban”, hal tersebut adalah berita.
12. Sebagai jurnalis, posisikan diri Anda justru di atas narasumber atau minimal sejajar
13. Hasil wawancara perlu segera ditulis selagi ingatan masih segar. Gunakan tape recorder jika memang sangat perlu dan khawatir dengan sebutan istilah yang salah. Jangan sungkan meminta narasumber menuliskan nama terang lengkap dengan titel atau jabatannya sendiri. Bila perlu, minta kartu namanya.
14. Kalau terjadi keraguan mengenai suatu hal dari wawancara tersebut, biasakan menanyakan kembali, mungkin melalui telepon.
Perhatikan:
• Semakin banyak narasumber, data yang Anda dapatkan semakin lengkap. Berarti pula, berita yang Anda tulis lebih bagus.
• Perhatikan penampilan jika ingin menjumpai narasumber. Sesuaikan dengan kondisi dan situasi.
• Penetapan Angle
• Menulis berita berbeda dengan menulis cerpen, novel, atau karangan-karangan lainnya. Menulis berita berarti memancing hasrat orang untuk terus membaca. Jadi, kalimat pembuka ibarat berfungsi sebagai ”kail” yang sulit untuk melepas ”buruannya”. Pendek kata, dalam berita, ketika orang membaca kalimat pertama, dia punya hasrat kuat membaca kalimat-kalimat berikutnya.
• Coba Anda identisifikasi beberapa fakta di bawah ini? Mana yang paling menarik?
1. Ada kecelakaan lalu lintas di Jl Veteran.
2. Peristiwa terjadi Sabtu sore pukul 17.00.
3. Antara mobil dan sepeda motor.
4. Pengendara sepeda motor tewas.
5. Korban tewas ternyata wali kota Malang.
6. Sepeda motor ringsek berat dan mobil penyok bodi depannya.
7. Polisi menyimpulkan pengemudi mobil bersalah karena ngebut dan memakan marka jalan.
8. Korban dilarikan ke rumah sakit.
9. Pengemudi mobil ditahan polisi.
10. Keluarga korban shock.
Sesi 1
Manajemen Lembaga Media
Ø Tiga Kerjaan Besar
Ø Manajemen Redaksi
Ø Manajemen Isu
Ø Manajemen Perusahaan
Ø Manajemen Redaksi
Ø Perencanaan:
Mengatur roda keredaksian sebagai produsen konten mediaInformasi utuh dan komprehensif.
Ø Pengorganisasian:Mengatur irama kerja organisasi redaksi
Ø Kontrol:Menjaga standar mutu produk redaksi.
Ø Evaluasi:Mengevaluasi pekerjaan tim redaksi
Tim Redaksi
Ø Pemimpin redaksi
Ø Redaktur Pelaksana
Ø Redaktur
Ø Koord Liputan
Ø Wartawan
Ø Pracetak
MANAJEMEN ISU
Merencanakan konten tulisan pada kurun waktu tertentu.
Membangun Isu
Ø Isu besar = tujuan besar
Ø Isu lebih besar menutupi isu besar.
Ø Isu besar terpolarisasi isu-isu kecil
Ø Isu besar diganggu isu-isu kecil
Sesi 2
SEPUTAR JURNALISTIK…….
Apa Itu Jurnalistik?
Banyak teori yang muncul. Namun singkatnya, jurnalistik adalah ilmu tentang menulis, khususnya menulis informasi/berita.
Lingkup Jurnalistik
Media (cetak: koran, majalah, buletin, tabloid dll. Elektronik: radio, TV, online, dll)
Konten (Non fiksi: berita, artikel, feature. Fiksi: novel, cerpen, puisi)
SDM (Pemred, Redaktur, Wartawan, Fotografer, Layoutman)
Berita (Selalu Baru)
Berita = news (mengandung info yang baru, info basi bukanlah berita)
Berita berasal dari data-data yang dikumpulkan reporter (’’tukang belanja’’) dan diolah oleh redaktur (’’koki’’), agar penyajian ke khalayak (’’penikmat’’) menjadi enak
APA ITU BERITA?
Kejadian luar biasa atas orang biasa (kebanyakan)
Kejadian biasa atas orang luar biasa (tokoh)
Kejadian luar biasa atas orang luar biasa
Peristiwa lain yang memenuhi anggapan orang tentang berita
JADI BERITA ADALAH….
Cerita yang diceritakan.
Cerita itu disajikan dalam bentuk tulisan atau visual.
Cerita itu tidak ditambah-tambahi dan dikurangi.
Cerita itu harus seimbang.
Reporter, Pencatat Sejarah
Asal kata reportare (Latin) membawa pulang dari suatu tempat
Informasi (berita) menentukan dalam perkembangan peradaban
Peradaban Islam juga mengenal beberapa ’’reporter’’ (peziarah yang mencatat perjalanannya)
Menuliskan Reportase
Resep klasik tetap berlaku: 5 W + 1 H
-what (apa yang terjadi
-when (kapan kejadiannya)
-who (siapa yang terlibat)
-where (di mana kejadian itu)
-why (mengapa sampai terjadi)
-how (bagaimana kejadiannya)
Hilang salah satu unsur itu berita tidak ’’berbunyi’’Mana yang didahulukan dalam lead (kepala) berita, tergantung mana yang paling penting di antara kelima unsur itu
Bangunan Berita
Hard news, spot news, straight news (’’berita keras’’) biasanya berstruktur piramida terbalik (yang terpenting di atas untuk memudahkan editing)
Struktur piramida terbalik, setelah judul, disusul lead (kepala berita) dan kemudian tubuh berita (uraian fakta)
Soft news, depth news, features, atau berita tokoh biasanya berstruktur lebih bebas, tapi bisa pula dengan piramida terbalik
Lead harus menarik, agar memancing orang membaca
Menggali Ide Membuat Berita Melalui RUKUN IMAN NEWS
Aktualitas
Magnitude
Proximity
Ketokohan
New
Modern
Human Interest
Dramatik
Sensasional
Inovatif
Unik
Situasional
MENGGALI DATA BERITA
Wawancara
Pengamatan plus
Angka
Knowledge Asset
ANGLE BERITA
Dalam sebuah berita, faktor ketertarikan pembaca adalah angle (sudut pandang) si reporter.Semakin bagus angle yang diambil, makin kelihatan kecerdasan seorang reporter.
Angle didapat setelah memperhatikan rukun iman membuat berita.
CONTOH PENG-ANGEL-AN
Peristiwa pembunuhan sore kemarin terjadi di Universitas Islam Negeri Malang. Dua mahasiswa jadi korban perampokan disertai kekerasan. Mereka Yudha, 19, dan Yudhi, 20.
(Angle berdasarkan rukun iman aktualitas)
Putra Bupati Antahberantah Yudha, kemarin sore jadi korban pembunuhan di Universitas Islam Negeri Malang. Lelaki 19 tahun ini terbunuh bersama temannya, Yudhi, 20, setelah dirampok oleh lima orang usai kuliah.
(Angle dari sudut ketokohan sang bupati)
Darah bercecer di ruang kelas 10 Universitas Negeri Malang. Sepotong tangan tergeletak di bawah meja. Jerit tangis pun menyelimuti kampus di Jl Surabaya itu. Itu terjadi setelah dua orang mahasiswa ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan. Keduanya adalah Yudha dan Yudhi.
(Ini angle dramatis atau bisa human interes).
MACAM FEATURES
Personal Features
Human Interest Features
Adventure Features
Features
adalah berita yang berisi gambaran/diskripsi tentang objek informasi.patut Diperhatikan…
Akurasi fakta-fakta (misal, beras beda dengan gabah atau padi, kertas beda dengan koran, orang beda dengan anak-anak, musala beda dengan masjid)
Ejaan yang konsisten (misal, apotik atau apotek, khawatir atau kuatir, praktek atau praktik, salat atau sholat)
Pemakaian tanda baca yang benar
Serius dan gigih sangat dihargai dalam mengumpulkan fakta-fakta (tidak gampang percaya), bila perlu dengan investigasi (Latin: vestigum=jejak kaki)
Banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca…
KESIMPULAN
Membuat berita tidak sulit….
Cari sudut pandang yang baik dan paling menarik.
Bingung mau nulis apa, kembalilah pada RUKUN IMAN
Perbanyak Knowledge Asset Anda.
Sering latihan.
Sesi 3
MENGUBAH PARADIGMA
• Mengubah Mind Set
• Menyadari Ada Lintas Generasi
• Memahami Keinginan Generasi
• Pelajaran apa yang dapat kita petik?
• Pelajaran apa yang dapat kita petik?
PROBLEM
• Tidak tahu keinginan generasi baru.
• Apriori
• Tidak percaya
• Terkejut
CHANGE
• Cara Pandang
• Cara Memperlakukan
• Cara Bekerja
• Cara Menyelesaikan Masalah
• Jangan Sombong
BAGAIMANA INDONESIA?
• Bagaimana kesiapan SDM?
• Bagaimana dukungan pemerintah?
• Bagaimana sikap ANDA sebagai generasi penerus?
• Bagaimana mencari dukungan media?
• Peran Media
• Penyeimbang
• Publikasi
• Kontrol
• Partner
• Peran sebagai Media
Sesi 4
SEPUTAR MANAJEMEN ISU
Apa Itu Manajemen Isu
Manajemen adalah proses untuk mengorganisasi secara efektif, efisien, dan optimal dengan menggunakan dan memanfaatkan semua resources.
Manajemen isu: proses untuk mengorganisasi secara efektif, efisien, dan optimal dengan menggunakan dan memanfaatkan semua resources.
Bangunan Manajemen Isu
Isu besar dibuat untuk tujuan besar
Isu lebih besar menutup isu besar
Isu besar dipolarisasi isu-isu sedang.
Isu besar diganggu isu-isu baru
Contoh Isu 1
29 Okt – 3 Nov = Gayus di Bali
26 kt – 2 Nov = Merapi dll
27 3 – 10 Nov= bencana
28 9 – 10 Nov= Obama
12 – 17 Nov = Gayus lagi
13 – 20Nov = TKW sumiati
17 – 19 Nov= TKW dead
Contoh Isu 2
23-24 nov = Premium Langka
24-26 nov = Bromo
26-27 nov = Sidang Ariel
= ketua KPK dan MA
Konstruksi Isu
Creative thinking
Show
Making
Creative Thinking
Menentukan objek isu
Mencari NAGA
Membuat NAGA
Menjual NAGA
Show
Menunjukkan sisi menarik
Membuat press release
Menunjukkan isu
Mencari sasaran timing isu.
MAKE ISSUE
Membuat grand desain isu
Membuat sub isu
Menentukan sumber
Membuat sasaran isu
Menulis uin sesi 1
KODE ETIK JURNALISTIK
FILOSOFI DASAR
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Penafsiran
Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.
Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Penafsiran
Cara-cara yang profesional adalah:
menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
menghormati hak privasi;
tidak menyuap;
menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;
rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.
Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Penafsiran
Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.
Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.
Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.
Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.
Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Penafsiran
Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk.
Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.
Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara.
Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Penafsiran
Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak.
Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.
Pasal 6
Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
Penafsiran
Menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.
Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.
Pasal 7
Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.
Penafsiran
Hak tolak adalak hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya.
Embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber.
Informasi latar belakang adalah segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya.
“Off the record” adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan.
Pasal 8
Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
Penafsiran
Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas.
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.
Pasal 9
Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
Penafsiran
Menghormati hak narasumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati.
Kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik.
Pasal 10
Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
Penafsiran
Segera berarti tindakan dalam waktu secepat mungkin, baik karena ada maupun tidak ada teguran dari pihak luar.
Permintaan maaf disampaikan apabila kesalahan terkait dengan substansi pokok.
Pasal 11
Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.
Penafsiran
Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.
Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.
Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.
Aturan Main
Ø penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers.
Ø Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh perusahaan pers.
Menulis uin sesi 2
Menulis Berita Itu Tidak Sulit
Aturan Main
Gunakan panca indera untuk mengamati ruangan gedung dan acara ini.
Saya akan berinteraksi dengan peserta, catat nama, jawaban, dan perhatikan.
Catat fakta-fakta apa saja yang Anda rasakan dari pengamatan, saya berinteraksi, dan pengetahuan dasar Anda.
Kumpulkan semua fakta itu di kertas kosong yang Anda pegang.
Makin banyak fakta makin bagus.
Berita, Makhluk Apa Itu?
Kumpulan dari fakta-fakta nyata
Informasi utuh dan komprehensif.
Wajib memiliki unsur 5 W 1 H.
Membuat Berita
How to get
How to comphare
How to write
How to expose
How to get?
Mencari dengan wawancara.
Mencari dengan pengamatan
Mencari angka-angka kuantitatif
Memaksimalkan knowledge asset
How to Comphare?
Memilah berdasarkan angle.
Menyatukan menjadi satu bahasan.
Angle Berita via News Value
Aktualitas
Kedekatan
Getaran
New
Ketokohan
Human interest
Dramatik
Situasional
Sensasional
Tren
How to Write?
Wajib ada 5 W 1 H
Menulis berita = bercerita
Gunakan bahasa sehari-hari dan mengalir.
Ada lead (kepala berita).
Berita Mengalir
Mengalir: A-A-B-B-B-C-C-D-D-D-E..dst
Tidak mengalir: A-A-B-B-B-C-C-A-D-D-C-E-E-B-B…dst
Lead (Kepala Berita)
Bukan kesimpulan.
Terletak di paragraf pertama.Fungsinya: menarik pembaca, berisi informasi awal.
Minimal ada 3 W-nya
Macam Berita
Strait news
Features (personal feature, dramatik feature, adventure feature, investigation feature)
Depth news
Ciri-ciri Bahasa berita
Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami.
Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya. Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing, daerah, atau istilah ilmiah yang tidak dimengerti. Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya.
Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis:Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit.
Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya.Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat.
Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran.contoh kalimat bermakna ganda:
Istri rektor yang ramah itu pandai menyanyi.
(Yang ramah istri rektor atau si rektornya?)
Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”
Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut:
Sumpah Pemuda adalah merupakan…
Ribuan pemuda-pemuda…
Menulis 1
Semua orang pada dasarnya bisa membuat karya tulis. Karena tidak ada bakat di sini, tapi keinginan dan kemauan.
Hampir semua orang sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mulai menulis, tapi mengapa mereka tidak melakukannya?
Faktor-Faktor Sulit Menulis
Tidak punya ide untuk menulis
Susah dari mana memulai menulis
Berhenti di jalan, dan tak bisa meneruskan.
1. Actuality
2. Proximity
3. Magnitude
4. Situasional
Susah Memulai, lalu???Mulailah dengan yang ringan.
1. Dari kutipan
2. Hasil pembicaraan
3. Angka-angka
4. Fakta panca indera.
Teguhkan Hati Bahwa Saya Bisa..
1. Mulai dengan keyakinan.
2. Jngan taku salah
Berhenti di Tengah So What?
1. Kembalilah pada ide awalnya.
2. Fokus pada permasalahan.
3. Bertanyalah, lalu jawablah.
4. Pupuk lagi kepercayaan diri.
Senang pada solusi
Kaya gagasan dan program
“Biarlah saya melakukan untuk Anda”
“Hal itu memang sulit, tapi pasti bisa dipecahkan”
Ringan mengakui kesalahan dan minta maaf
Senang pada intuisi dan imaginasi
“Jika orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa”
Cerdas membaca peluang
Berpikir sebelum bertindak
Tegas, tapi tidak menyakitkan
Memegang prinsip dan fleksibel
“Jangan melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin orang lain melakukannya terhadap anda”
Kreatif dan inovatif
Orientasi terhadap prestasi, bukan prestise
Writer, Not Looser Mentality
Bagian dari masalah
Miskin akan gagasan dan program
“Itu bukan tugas saya”
“Hal itu mungkin bisa, tetapi terlalu sulit dilaksanakan”
Susah mengakui kesalahan dan minta maaf
Miskin intuisi dan imaginasi
“Ah saya memang sudah ditakdirkan untuk gagal”
Tidak bisa membaca peluang
Bertindak baru berfikir kemudian
Tidak tegas dan sering menyakiti orang lain
Kaku (rigid)
Sering menyakiti orang lain tanpa menyadari tindakannya
Tidak kreatif dan inovatif
Orientasi terhadap prestise (gengsi) bukan prestasi
Berita dan Penggalian Data
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih berita:
Ø Aktualitas
Berarti kehangatan. Semakin hangat yang diberitakan, semakin menarik berita tersebut. Saat ini, berkat kemajuan teknolagi, ukuran hangat tidaknya sebuah berita, hanya dalam hitungan jam.
Ø Ketokohan.
Bila suatu peristiwa sama-sama menimpa seorang tokoh dan bukan tokoh, yang menimpa sang tokohlah yang lebih dikedepankan. Tokoh di sini bukan hanya tokoh formal, namun juga orang yang diakui ketokohannya oleh masyarakat.
Ø Unik.
John Bogart, editor masalah New York Sun, pernah mengatakan, ”Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; tapi, jika orang menggigit anjing, ini baru berita.” Pernyataan Bogart ini berkembang ke hal-hal lain.
Misalnya, pemain sepak bola Belanda Dennis Berkamp takut naik pesawat semenjak temannya mengalami kecelakaan udara. Karena itu, dia tidak ikut klubnya, Arsenal, maupun timnas Belanda bila bertanding di tempat yang jauh.
Ø Informatif
Terkait dengan informasi baru yang mengandung banyak manfaat bagi pembaca.Misalnya, kenaikan harga BBM, perubahan UU lalu lintas, atau penutupan jalan karena suatu acara.
Ø Trendi
Berarti gaya atau tradisi terbaru. Misalnya, kini banyak ABG mengenakan kacamata warna-warni. Begitu juga mode pakaian, gaya rambut, atau cara melangsingkan tubuh terbaru.
Ø Human interest
Artinya menyentuh atau menggugah perasaan pembaca. Contoh, derita mantan wanita panggilan kelas tinggi yang kini hanya bisa terbaring gara-gara AIDS. Sekarang dia telah bertobat. Namun, semua keluarganya tak sudi merawat dia. Hanya seorang keponakannya yang mau merawat. Itu pun lebih sering makian dan bentakan yang keluar dari mulut sang keponakan.
Ø Proximity
Yaitu kedekatan, peristiwa yangdekat dengan pembeca, maka akan lebih dibaca daripada peristiwa yang sama tapi jauh. Misalnya, di Amerika ada gunung meletus, korbannya seratus, kemudian di Malang juga ada gunung meletus, korbannya 50. maka berita yang ada di Malang ini akan lebih diutamakan dan menarik.
Menulis Berita
Berita yang baik mengandung unsur
5 W + 1 H.
Prinsip penulisan menggunakan piramida terbalik.
• Ciri-ciri Bahasa berita
• Lugas
Artinya, tulisan tidak dibumbui bunga-bunga bahasa, tidak menggunakan kata-kata berkias yang muluk-muluk
• Singkat
Bahasa yang lugas menghasilkan bahasa yang singkat, tidak bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat yang digunakan pendek-pendek. Sebuah kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang panjang akan sulit dipahami.
§ Mudah dipahami
Bahasa jurnalistik harus mudah dipahami pembacanya. Karena itu, kalimat perlu disusun secara singkat. Jangan menggunakan istilah asing,daerah,atauistilahilmiah yangtidak dimengerti. Jika harus memakainya, cari makna atau padanannya.
Masuk akal
Artinya, dapat diterima oleh nalar kita.
Contoh kalimat yang tidak logis: Karena sakit, dia dilarikan ke rumah sakit.
§ Menarik
Maksudnya, merangsang seseorang untuk terus membacanya.Untuk membuat tulisan menarik, yang perlu dipertimbangkan adalah materi berita, sasaran yang dituju, gaya bahasa yang serasi, pilihan kata yang tepat.
Tidak bermakna ganda
Artinya, tidak menimbulkan banyak penafsiran.
contoh kalimat bermakna ganda: Istri perwira yang ramah itu menyanyi.(Yang ramah sang istri atau si perwira?)
Hemat
Orang bijak mengatakan, ”Kian banyak yang Anda katakan, makin sedikit yang dingat orang.”
Penulis tidak boleh boros kata. Pemborosan tampak pada kalimat berikut:
Sumpah Pemuda adalah merupakan…
Ribuan pemuda-pemuda…
Persiapan dan Teknik Wawancara
Persiapan Material
ü Perlu disiapkan peralatan wawancara seperti alat tulis, tape recorder, atau kamera
ü Siapkan data-data pendukung seperti dokumen persoalan atau masalah yang tertulis yang menunjang wawancara
ü Persiapan fisik. Kalau sampai sakit, kegiatan wawancara bisa terganggu dan tidak mencapai maksimal. Sebab, kegiatan wawancara tidak jarang juga memerlukan waktu cukup lama.
Persiapan non material
Telusuri berita atau masalah yang hendak ada kembangkan dalam wawancara.
1. Periksalah fakta-fakta seputar masalah yang akan Anda kembangkan. Lakukan persiapan dan riset.
2. Pertimbangkan keinginan tahu dan kebutuhan khalayak atau publik media Anda.
3. Tentukan daftar dan alur pertanyaan.
4. Jagalah pertanyaan Anda sesingkat mungkin.
6. Pertebal kepercayaan diri agar berani dan mampu mengajukan pertanyaan yang sulit dan kontroversial.
7. Kejar semua asumsi yang dilontarkan narasumber.
8. Kembangkan agar si narasumber dapat mengajukan contoh yang detail.
9. Jika dimungkinkan, kembangkan agar narasumber berbicara lebih personal.
10. Tunjukkan bahwa Anda mempunyai minat terhadap masalah yang Anda bahas serta perlihatkan bahwa Anda cukup mengetahui masalah tersebut.
11. . Galilah semua informasi dari narasumber. Kendati ”tidak bersedia memberikan komentar atau tidak bersedia memberikan jawaban”, hal tersebut adalah berita.
12. Sebagai jurnalis, posisikan diri Anda justru di atas narasumber atau minimal sejajar .
13. Hasil wawancara perlu segera ditulis selagi ingatan masih segar. Gunakan tape recorder jika memang sangat perlu dan khawatir dengan sebutan istilah yang salah. Jangan sungkan meminta narasumber menuliskan nama terang lengkap dengan titel atau jabatannya sendiri. Bila perlu, minta kartu namanya.
14. Kalau terjadi keraguan mengenai suatu hal dari wawancara tersebut, biasakan menanyakan kembali, mungkin melalui telepon.
• Perhatikan:
• Semakin banyak narasumber, data yang Anda dapatkan semakin lengkap. Berarti pula, berita yang Anda tulis lebih bagus.
• Perhatikan penampilan jika ingin menjumpai narasumber. Sesuaikan dengan kondisi dan situasi.
• Penetapan Angle
• Menulis berita berbeda dengan menulis cerpen, novel, atau karangan-karangan lainnya. Menulis berita berarti memancing hasrat orang untuk terus membaca. Jadi, kalimat pembuka ibarat berfungsi sebagai ”kail” yang sulit untuk melepas ”buruannya”. Pendek kata, dalam berita, ketika orang membaca kalimat pertama, dia punya hasrat kuat membaca kalimat-kalimat berikutnya.
• Coba Anda identisifikasi beberapa fakta di bawah ini? Mana yang paling menarik?
1. Ada kecelakaan lalu lintas di Jl Veteran.
2. Peristiwa terjadi Sabtu sore pukul 17.00.
3. Antara mobil dan sepeda motor.
4. Pengendara sepeda motor tewas.
5. Korban tewas ternyata wali kota Malang.
6. Sepeda motor ringsek berat dan mobil penyok bodi depannya.
7. Polisi menyimpulkan pengemudi mobil bersalah karena ngebut dan memakan marka jalan.
8. Korban dilarikan ke rumah sakit.
9. Pengemudi mobil ditahan polisi.
10. Keluarga korban shock.
Minggu, 02 Januari 2011
Menulis di Media Massa
Menulis di Media Massa
Oleh Khoirul Anwar
Batasan
Kata menulis di sini kita batasi dengan menulis artikel ilmiah populer di media massa. Bukan tulisan dalam bentuk berita/informasi, puisi, cerpen, novel, dkk.
Mengapa menulis di media sulit?
Media, terutama Koran, sangat banyak menerima artikel dari luar. Rata-rata 10-30 artikel per hari. Misalnya Jawa Pos (25-30 artikel per hari), Kompas (30 ke atas), Republika (15 artikel), Radar Malang (5 artikel), dll. Karena banyaknya pengirim, maka persaingannya sangat tinggi.
Apakah bukan berarti tidak bisa ditembus?
Bisa. Tapi harus tahu trik dan tipsnya.
Caranya?
Cari tahu karakteristik media yang akan Anda kirimi artikel.
Cari momen yang tepat saat Anda mengirim artikel.
Cari tahu bagaimana media menerima artikel dari luar
Pelajari seperti apa model artikel yang diterima yang akan Anda kirimi.
Seperti apa karakteristik media?
Media memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan itu terkait misi dan segmen media. Contoh: Jika Anda mau mengirim artikel keagamaan, jangan kirim ke Jawa Pos. Karena Jawa Pos suka artikel actual karena Jawa Pos berbasis umum. Kirimlah ke Republika atau media yang berbasis agama.
Jadi sekali Anda keliru mengirim ke media yang tidak sesuai dengan misi tulisan, maka akan sangat sulit menembus media itu.
Seperti apa momen yang tepat mengirim artikel?
Media massa menyukai momen dan aktualitas. Maka dari itu perhatikan momen, karena itu sangat penting. Dengan mengetahui momen, Anda akan bisa dengan cepat menentukan akan menulis artikel model apa.
Apa saja model artikel itu?
Artikel situasional
Artikel aktualitas
Artikel getaran
Artikel misi
Bagaimana media menerima artikel dari luar?
Biasanya media menunjukkan cara bagaimana orang luar mengirim artikel. Ada banner atau disclaimer yang dibuat media tersebut. Lakukan apa permintaan dalam disclaimer media itu.
Dari sisi penulis, apa yang harus diperhatikan?
Media sangat memperhatikan kapabilitas penulis. Karena itu jika Anda ingin artikelnya diterima, maka kapabilitas harus diperhatikan. Jika Anda ahli hokum menulislah hukum, dll.
Bagaimana memulai menulis?
Ada tiga masalah klasik yang dihadapi penulis. (1) Tidak punya ide menulis, (2) sudah punya ide tapi tak bisa memulai, dan (3) sudah bisa menulis tapi di tengah jalan macet. Karena itu tiga masalah klasik ini harus dipecahkan dulu.
Mau menulis ide buntu, bagaimana membukanya?
Berpikirlah peka terhadap hal-hal yang aktual, kedekatan, getaran kuat, ketokohan, situasional, sensasional, human interest, dan sesuatu yang baru. Karena itu banyak baca merupakan kewajiban bagi penulis.
Bagaimana memulai menuliskan ide?
Jangan takut memulai menulis.
Mulai dari hal-hal ringan. Misalnya kutipan (langsung atau tak langsung), pertanyaan, atau data-data ringan.
Bagaimana mengatasi kemacetan menulis?
Menulis itu sebenarnya menjalankan segitiga pemikiran. Ide-Pertanyaan-Jawaban. Maka, jika berhenti pertanyakan dan jawablah kembali ide awal Anda.
Apakah menulis harus ada outline?
Bisa juga, bisa juga tidak. Terserah. Tapi yang terpenting menulis itu harus mengalir.
Kok sulit ya?
Menulis artikel itu mudah. Jika Anda bisa bicara, maka Anda pula bisa menulis.
* Penulis adalah pemimpin redaksi Radar Malang
Oleh Khoirul Anwar
Batasan
Kata menulis di sini kita batasi dengan menulis artikel ilmiah populer di media massa. Bukan tulisan dalam bentuk berita/informasi, puisi, cerpen, novel, dkk.
Mengapa menulis di media sulit?
Media, terutama Koran, sangat banyak menerima artikel dari luar. Rata-rata 10-30 artikel per hari. Misalnya Jawa Pos (25-30 artikel per hari), Kompas (30 ke atas), Republika (15 artikel), Radar Malang (5 artikel), dll. Karena banyaknya pengirim, maka persaingannya sangat tinggi.
Apakah bukan berarti tidak bisa ditembus?
Bisa. Tapi harus tahu trik dan tipsnya.
Caranya?
Cari tahu karakteristik media yang akan Anda kirimi artikel.
Cari momen yang tepat saat Anda mengirim artikel.
Cari tahu bagaimana media menerima artikel dari luar
Pelajari seperti apa model artikel yang diterima yang akan Anda kirimi.
Seperti apa karakteristik media?
Media memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan itu terkait misi dan segmen media. Contoh: Jika Anda mau mengirim artikel keagamaan, jangan kirim ke Jawa Pos. Karena Jawa Pos suka artikel actual karena Jawa Pos berbasis umum. Kirimlah ke Republika atau media yang berbasis agama.
Jadi sekali Anda keliru mengirim ke media yang tidak sesuai dengan misi tulisan, maka akan sangat sulit menembus media itu.
Seperti apa momen yang tepat mengirim artikel?
Media massa menyukai momen dan aktualitas. Maka dari itu perhatikan momen, karena itu sangat penting. Dengan mengetahui momen, Anda akan bisa dengan cepat menentukan akan menulis artikel model apa.
Apa saja model artikel itu?
Artikel situasional
Artikel aktualitas
Artikel getaran
Artikel misi
Bagaimana media menerima artikel dari luar?
Biasanya media menunjukkan cara bagaimana orang luar mengirim artikel. Ada banner atau disclaimer yang dibuat media tersebut. Lakukan apa permintaan dalam disclaimer media itu.
Dari sisi penulis, apa yang harus diperhatikan?
Media sangat memperhatikan kapabilitas penulis. Karena itu jika Anda ingin artikelnya diterima, maka kapabilitas harus diperhatikan. Jika Anda ahli hokum menulislah hukum, dll.
Bagaimana memulai menulis?
Ada tiga masalah klasik yang dihadapi penulis. (1) Tidak punya ide menulis, (2) sudah punya ide tapi tak bisa memulai, dan (3) sudah bisa menulis tapi di tengah jalan macet. Karena itu tiga masalah klasik ini harus dipecahkan dulu.
Mau menulis ide buntu, bagaimana membukanya?
Berpikirlah peka terhadap hal-hal yang aktual, kedekatan, getaran kuat, ketokohan, situasional, sensasional, human interest, dan sesuatu yang baru. Karena itu banyak baca merupakan kewajiban bagi penulis.
Bagaimana memulai menuliskan ide?
Jangan takut memulai menulis.
Mulai dari hal-hal ringan. Misalnya kutipan (langsung atau tak langsung), pertanyaan, atau data-data ringan.
Bagaimana mengatasi kemacetan menulis?
Menulis itu sebenarnya menjalankan segitiga pemikiran. Ide-Pertanyaan-Jawaban. Maka, jika berhenti pertanyakan dan jawablah kembali ide awal Anda.
Apakah menulis harus ada outline?
Bisa juga, bisa juga tidak. Terserah. Tapi yang terpenting menulis itu harus mengalir.
Kok sulit ya?
Menulis artikel itu mudah. Jika Anda bisa bicara, maka Anda pula bisa menulis.
* Penulis adalah pemimpin redaksi Radar Malang
Artikel PENDIDIKAN DENGAN MODERNISASI Masalah pendidikan bukanlah hal yang baru, sudah berulang kali topik mengenai pendidikan diketengahkan keberbagai media masa. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia mengembangkan lembaga pendidikan sekolah sebagai mainstraim sistem pendidikan nasional (Rohim, 200: 9). Secara pragmatis, hal itu dilakukan untuk memudahkan pengelolaan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan nasional secara keseluruhan masih bersifat sentralistis, sehingga kurang mendorong terjadinya demokratisasi dan desentralisasi penyelenggaraan pendidikan. Secara real, arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN 1994-2004 adalah sebagai berikut: 1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti; 2) Meningkatkan kemampuan akademik dan professional serta menigkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal, terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga tenaga kependidikan; dan 3) Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa deversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik. Penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, secara deversifikasi jenis pendidikan secara frofesional (Depag RI, 2003: 61). Isi dari kebijakan tersebut ada delapan point, namun ketiga point di atas dapat mewakili delapan point kebijakan tersebut. Dari penjelasn tiga poin kebijakan itu, dapat disimpulkan bahwa arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN tersebut adalah untuk mengupayakan pendidikan nasional yang bermutu demi kemaslahatan bangsa. Selain itu, arah kebijakan tersebut bertujuan untuk memudahkan dan mensetarakan pendidikan Jika melihat Undang-Undang Sisdiknas tentang Paradigma Baru Pendidikan Nasional tanggal 11 Juni 2003, dapat dipetik point-point yang diarahkan sebagai sasaran pendidikan, yaitu; Ø Pertama, tentang demokrasi dan desentralisasi (otonomi daerah) tercantum dalam bab tiga tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan (pasal 4) disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan junjungan tinggi hak azazi manusia… dts (ayat 1) (Depag RI, 2003: 2). Adanya desentralisasi menjadikan pendanaan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat (pasal 46 ayat 1). Ø Kedua, peran serta masyarakat, demokratisasi penyelenggaraan pendidikan harus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperluas partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang meliputi peran serta perorangan, kelompok, keluarga, oraganisasi profesi, dan oraganisasi kemasyrakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan (pasal 54 ayat 1)(Depag RI, 2003: 4). Ø Ketiga, tantangan global yang melanda dunia yang mengharuskan pendidikan bertaraf internasional (pasal 50 ayat 3). Untuk itu perlu dibentuk suatu badan hukum pendidikan formal, baik pendidikan yang didirikan pemerintah maupun masyarakat. Ø Keempat, kesetaraan dan keseimbangan antara pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat. Ø Kelima, jalur formal, nonformal, dan informal, dengan meniadakan istilah jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah. Ø Keenam, peserta didik, dengan menempatkan mereka sebagai subyek pendidikan. Hal ini menunjukkan keberpihakan Undang-Undang Sisdiknas kepada peserta didik terutama kepada peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi. Komentar; Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memberikan pengetahuan kearah kedewasaan. Sedangkan modernisasi adalah akar dari modernis, pemikiran tentang pembaharuan. Jadi modenisasi merupakan prasyarat bagi kebangkitan pemikiran dan pembaharuan bagi pembangunan. Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah "pembagunan" (development) adalah proses multidimensional yang kompleks (Azra, 2000: 31). Modernisasi dengan pendidikan merupakan satu kesatuan prasyarat bagi pembagunan tersebut. Pada satu sisi, pendidikan dipandang sebagai suatu variable modenisasi. Dalam konteks ini, pendidikan dianggap sebagai prasyarat dan kondisi yang mutlak bagi masyarakat untuk menjalankan program dan tercapainya tujuan modernisasi atau pembangunan. Tanpa pendidikan yang memadai, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai kemajuan (Azra, 2000: 31). Banyak ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan merupakan kunci yang membuka pintu kearah modernisasi. Pendidikan sering dianggap sebagai obyek modernisasi, dengan kata lain tergantung dari pengamatan dan sudut pandang yang melihatnya. Dalam tataran masyarakat modern, pendidikan harus bergerak kearah pembagunan. Sebagaimana dikemukakan Azra (2000: 32) Pendidikan dalam masyarakat modern atau masyarakat yang tengah bergerak kearah modern (moderinizing) pada dasarnya berfungsi untuk meberikan kaitan antara anak didik dan lingkungan sosio-kulturalnya yang terus berubah. Dalam banyak hal pendidikan secara sadar digunakan sebagai intrumen untuk perubahan dalam sistem politik dan ekonomi. Dapat disimpulkan bahwa relasi pendidikan dengan modernisasi merupakan dua factor yang saling menghubungkan antara keduanya, karena pendidikan sebagai prasyarat untuk menuju kearah modernisasi. Tanpa pendidikan yang matang dan terakreditasi, maka modernisasi tidak akan terlaksana dengan sempurna. Sebagai gambaran dapat dilihat sekarang adanya modernisasi pendidikan, artinya meodernkan pendidikan yang disesuaikan dengan tataran zaman. Modernisasi tersebut dapat berupa pengembangan metode, media (sarana dan prasarana), strategi, teknik, dan sistem pendidikan tersebut. Contohnya dapat dibuktikan pada penyempurnaan KBK menjadi KTSP sekarang, dan lain sebagainya. DAFTAR PUSTAKA Rohim, Husni. 2001. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia, Ciputat: Logos Wacana Ilmu. Depag RI. 2003. Sistem Perencanaan Ditjen Kelembagaan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam. Depag RI. 2003. Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Sisdiknas, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam. Azra, Azyumardi. 2000. Pendidikan Islam: Tradisi dan Moderniasasi Menuju Mileniun Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=RELASI%20PENDIDIKAN%20DENGAN%20MODERNISASI&&nomorurut_artikel=465
Artikel
PENDIDIKAN DENGAN MODERNISASI
Masalah pendidikan bukanlah hal yang baru, sudah berulang kali topik mengenai pendidikan diketengahkan keberbagai media masa. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia mengembangkan lembaga pendidikan sekolah sebagai mainstraim sistem pendidikan nasional (Rohim, 200: 9). Secara pragmatis, hal itu dilakukan untuk memudahkan pengelolaan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan nasional secara keseluruhan masih bersifat sentralistis, sehingga kurang mendorong terjadinya demokratisasi dan desentralisasi penyelenggaraan pendidikan.
Secara real, arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN 1994-2004 adalah sebagai berikut:
1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
2) Meningkatkan kemampuan akademik dan professional serta menigkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal, terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga tenaga kependidikan; dan
3) Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa deversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik. Penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, secara deversifikasi jenis pendidikan secara frofesional (Depag RI, 2003: 61).
Isi dari kebijakan tersebut ada delapan point, namun ketiga point di atas dapat mewakili delapan point kebijakan tersebut. Dari penjelasn tiga poin kebijakan itu, dapat disimpulkan bahwa arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN tersebut adalah untuk mengupayakan pendidikan nasional yang bermutu demi kemaslahatan bangsa. Selain itu, arah kebijakan tersebut bertujuan untuk memudahkan dan mensetarakan pendidikan
Jika melihat Undang-Undang Sisdiknas tentang Paradigma Baru Pendidikan Nasional tanggal 11 Juni 2003, dapat dipetik point-point yang diarahkan sebagai sasaran pendidikan, yaitu;
Ø Pertama, tentang demokrasi dan desentralisasi (otonomi daerah) tercantum dalam bab tiga tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan (pasal 4) disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan junjungan tinggi hak azazi manusia… dts (ayat 1) (Depag RI, 2003: 2). Adanya desentralisasi menjadikan pendanaan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat (pasal 46 ayat 1).
Ø Kedua, peran serta masyarakat, demokratisasi penyelenggaraan pendidikan harus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperluas partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang meliputi peran serta perorangan, kelompok, keluarga, oraganisasi profesi, dan oraganisasi kemasyrakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan (pasal 54 ayat 1)(Depag RI, 2003: 4).
Ø Ketiga, tantangan global yang melanda dunia yang mengharuskan pendidikan bertaraf internasional (pasal 50 ayat 3). Untuk itu perlu dibentuk suatu badan hukum pendidikan formal, baik pendidikan yang didirikan pemerintah maupun masyarakat.
Ø Keempat, kesetaraan dan keseimbangan antara pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat.
Ø Kelima, jalur formal, nonformal, dan informal, dengan meniadakan istilah jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.
Ø Keenam, peserta didik, dengan menempatkan mereka sebagai subyek pendidikan. Hal ini menunjukkan keberpihakan Undang-Undang Sisdiknas kepada peserta didik terutama kepada peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi.
Komentar;
Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memberikan pengetahuan kearah kedewasaan. Sedangkan modernisasi adalah akar dari modernis, pemikiran tentang pembaharuan. Jadi modenisasi merupakan prasyarat bagi kebangkitan pemikiran dan pembaharuan bagi pembangunan.
Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah "pembagunan" (development) adalah proses multidimensional yang kompleks (Azra, 2000: 31). Modernisasi dengan pendidikan merupakan satu kesatuan prasyarat bagi pembagunan tersebut. Pada satu sisi, pendidikan dipandang sebagai suatu variable modenisasi. Dalam konteks ini, pendidikan dianggap sebagai prasyarat dan kondisi yang mutlak bagi masyarakat untuk menjalankan program dan tercapainya tujuan modernisasi atau pembangunan. Tanpa pendidikan yang memadai, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai kemajuan (Azra, 2000: 31). Banyak ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan merupakan kunci yang membuka pintu kearah modernisasi. Pendidikan sering dianggap sebagai obyek modernisasi, dengan kata lain tergantung dari pengamatan dan sudut pandang yang melihatnya. Dalam tataran masyarakat modern, pendidikan harus bergerak kearah pembagunan. Sebagaimana dikemukakan Azra (2000: 32)
Pendidikan dalam masyarakat modern atau masyarakat yang tengah bergerak kearah modern (moderinizing) pada dasarnya berfungsi untuk meberikan kaitan antara anak didik dan lingkungan sosio-kulturalnya yang terus berubah. Dalam banyak hal pendidikan secara sadar digunakan sebagai intrumen untuk perubahan dalam sistem politik dan ekonomi.
Dapat disimpulkan bahwa relasi pendidikan dengan modernisasi merupakan dua factor yang saling menghubungkan antara keduanya, karena pendidikan sebagai prasyarat untuk menuju kearah modernisasi. Tanpa pendidikan yang matang dan terakreditasi, maka modernisasi tidak akan terlaksana dengan sempurna. Sebagai gambaran dapat dilihat sekarang adanya modernisasi pendidikan, artinya meodernkan pendidikan yang disesuaikan dengan tataran zaman.
Modernisasi tersebut dapat berupa pengembangan metode, media (sarana dan prasarana), strategi, teknik, dan sistem pendidikan tersebut. Contohnya dapat dibuktikan pada penyempurnaan KBK menjadi KTSP sekarang, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Rohim, Husni. 2001. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia, Ciputat: Logos Wacana Ilmu. Depag RI. 2003.
Sistem Perencanaan Ditjen Kelembagaan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam.
Depag RI. 2003. Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Sisdiknas, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam.
Azra, Azyumardi. 2000. Pendidikan Islam: Tradisi dan Moderniasasi Menuju Mileniun Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=RELASI%20PENDIDIKAN%20DENGAN%20MODERNISASI&&nomorurut_artikel=465
PENDIDIKAN DENGAN MODERNISASI
Masalah pendidikan bukanlah hal yang baru, sudah berulang kali topik mengenai pendidikan diketengahkan keberbagai media masa. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia mengembangkan lembaga pendidikan sekolah sebagai mainstraim sistem pendidikan nasional (Rohim, 200: 9). Secara pragmatis, hal itu dilakukan untuk memudahkan pengelolaan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan nasional secara keseluruhan masih bersifat sentralistis, sehingga kurang mendorong terjadinya demokratisasi dan desentralisasi penyelenggaraan pendidikan.
Secara real, arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN 1994-2004 adalah sebagai berikut:
1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
2) Meningkatkan kemampuan akademik dan professional serta menigkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal, terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga tenaga kependidikan; dan
3) Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa deversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik. Penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, secara deversifikasi jenis pendidikan secara frofesional (Depag RI, 2003: 61).
Isi dari kebijakan tersebut ada delapan point, namun ketiga point di atas dapat mewakili delapan point kebijakan tersebut. Dari penjelasn tiga poin kebijakan itu, dapat disimpulkan bahwa arah kebijakan pembangunan pendidikan menurut GBHN tersebut adalah untuk mengupayakan pendidikan nasional yang bermutu demi kemaslahatan bangsa. Selain itu, arah kebijakan tersebut bertujuan untuk memudahkan dan mensetarakan pendidikan
Jika melihat Undang-Undang Sisdiknas tentang Paradigma Baru Pendidikan Nasional tanggal 11 Juni 2003, dapat dipetik point-point yang diarahkan sebagai sasaran pendidikan, yaitu;
Ø Pertama, tentang demokrasi dan desentralisasi (otonomi daerah) tercantum dalam bab tiga tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan (pasal 4) disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan junjungan tinggi hak azazi manusia… dts (ayat 1) (Depag RI, 2003: 2). Adanya desentralisasi menjadikan pendanaan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat (pasal 46 ayat 1).
Ø Kedua, peran serta masyarakat, demokratisasi penyelenggaraan pendidikan harus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperluas partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang meliputi peran serta perorangan, kelompok, keluarga, oraganisasi profesi, dan oraganisasi kemasyrakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan (pasal 54 ayat 1)(Depag RI, 2003: 4).
Ø Ketiga, tantangan global yang melanda dunia yang mengharuskan pendidikan bertaraf internasional (pasal 50 ayat 3). Untuk itu perlu dibentuk suatu badan hukum pendidikan formal, baik pendidikan yang didirikan pemerintah maupun masyarakat.
Ø Keempat, kesetaraan dan keseimbangan antara pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat.
Ø Kelima, jalur formal, nonformal, dan informal, dengan meniadakan istilah jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.
Ø Keenam, peserta didik, dengan menempatkan mereka sebagai subyek pendidikan. Hal ini menunjukkan keberpihakan Undang-Undang Sisdiknas kepada peserta didik terutama kepada peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi.
Komentar;
Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memberikan pengetahuan kearah kedewasaan. Sedangkan modernisasi adalah akar dari modernis, pemikiran tentang pembaharuan. Jadi modenisasi merupakan prasyarat bagi kebangkitan pemikiran dan pembaharuan bagi pembangunan.
Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah "pembagunan" (development) adalah proses multidimensional yang kompleks (Azra, 2000: 31). Modernisasi dengan pendidikan merupakan satu kesatuan prasyarat bagi pembagunan tersebut. Pada satu sisi, pendidikan dipandang sebagai suatu variable modenisasi. Dalam konteks ini, pendidikan dianggap sebagai prasyarat dan kondisi yang mutlak bagi masyarakat untuk menjalankan program dan tercapainya tujuan modernisasi atau pembangunan. Tanpa pendidikan yang memadai, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai kemajuan (Azra, 2000: 31). Banyak ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan merupakan kunci yang membuka pintu kearah modernisasi. Pendidikan sering dianggap sebagai obyek modernisasi, dengan kata lain tergantung dari pengamatan dan sudut pandang yang melihatnya. Dalam tataran masyarakat modern, pendidikan harus bergerak kearah pembagunan. Sebagaimana dikemukakan Azra (2000: 32)
Pendidikan dalam masyarakat modern atau masyarakat yang tengah bergerak kearah modern (moderinizing) pada dasarnya berfungsi untuk meberikan kaitan antara anak didik dan lingkungan sosio-kulturalnya yang terus berubah. Dalam banyak hal pendidikan secara sadar digunakan sebagai intrumen untuk perubahan dalam sistem politik dan ekonomi.
Dapat disimpulkan bahwa relasi pendidikan dengan modernisasi merupakan dua factor yang saling menghubungkan antara keduanya, karena pendidikan sebagai prasyarat untuk menuju kearah modernisasi. Tanpa pendidikan yang matang dan terakreditasi, maka modernisasi tidak akan terlaksana dengan sempurna. Sebagai gambaran dapat dilihat sekarang adanya modernisasi pendidikan, artinya meodernkan pendidikan yang disesuaikan dengan tataran zaman.
Modernisasi tersebut dapat berupa pengembangan metode, media (sarana dan prasarana), strategi, teknik, dan sistem pendidikan tersebut. Contohnya dapat dibuktikan pada penyempurnaan KBK menjadi KTSP sekarang, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Rohim, Husni. 2001. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia, Ciputat: Logos Wacana Ilmu. Depag RI. 2003.
Sistem Perencanaan Ditjen Kelembagaan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam.
Depag RI. 2003. Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Sisdiknas, Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam.
Azra, Azyumardi. 2000. Pendidikan Islam: Tradisi dan Moderniasasi Menuju Mileniun Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=RELASI%20PENDIDIKAN%20DENGAN%20MODERNISASI&&nomorurut_artikel=465
Langganan:
Postingan (Atom)